Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dilimpahkan Tuhan di tengah-tengah kita.

Wahyu 22: 7-19 menunjuk pada tujuh peringatan/nasihat/teguran kepada sidang jemaat akhir zaman, supaya menjadi sempurna seperti Yesus dan tampil sebagai mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dan masuk Yerusalem baru selamanya--angka tujuh menunjuk pada kesempurnaan.

  1. Ayat 7= peringatan pertama: peringatan yang dikaitkan dengana4kebahagiaan dalam menerima firman nubuat(diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 24 November 2024sampai Ibadah Raya Surabaya, 15 Desember 2024).

  2. Ayat 8-9= peringatan kedua: peringatan tentang penghormatan dan penyembahan(diterangkan pada Ibadah Doa Surabaya, 18 Desember 2024sampai Ibadah Doa Surabaya, 08 Januari 2025).

  3. Ayat 10= peringatan ketiga; peringatan untuk tidak memeteraikan firman nubuat--firman pengajaran yang benar; wahyu dari Tuhan--, karena waktunya sudah singkat(diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 09 Januari 2025sampai Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 23 Januari 2025).

  4. Ayat 11-12= peringatan keempat: peringatan tentang dua macam arus di dunia: kesucian atau kenajisan. Kita harus tegas memilih (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 26 Januari 2025sampai Ibadah Doa Surabaya, 26 Februari 2025sampai Ibadah Doa Surabaya, 26 Februari 2025).

  5. Wahyu 22: 13-16
    22:13. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir."
    22:14.
    Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu.
    22:15.Tetapi anjing-anjing dan tukang-tukang sihir, orang-orang sundal, orang-orang pembunuh, penyembah-penyembah berhala dan setiap orang yang mencintai dusta dan yang melakukannya, tinggal di luar.
    22:16."Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang."

    Peringatan kelima: peringatan tentang membasuh jubah. (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 27 Februari 2025).

  6. Wahyu 22: 17= peringatan tentang tugas gereja Tuhan: bersaksi dan mengundang.

  7. Wahyu 22: 18-19= peringatan untuk tidak menambah dan mengurangi--merubah--firman nubuat/firman pengajaran yang benar.

AD. 5
Tujuan akhir hidup kita ada dua macam:

  1. Ayat 14= jika mau mengalami penyucian jubah pelayanan, kita akan masuk pintu gerbang Yerusalem baru; hidup kekal di sorga selamanya.

  2. Jika mempertahankan enam dosa yang mendarah daging--tidak mau mengalami penyucian--, akan tinggal di luar pintu gerbang Yerusalem baru, berarti binasa selamanya di neraka.

    Wahyu 22: 15
    22:15. Tetapi anjing-anjing(1)dan tukang-tukang sihir(2), orang-orang sundal(3), orang-orang pembunuh(4), penyembah-penyembah berhala(5)dan setiap orang yang mencintai dusta(6)dan yang melakukannya, tinggal di luar.

Oleh sebab itu, setiap imam harus mengalami penyucian/pembasuhan jubah pelayanan; sama dengan mengalami penyucian dari enam noda dosa yang mendarah daging.

Enam dosa yang mendarah daging:

  1. Anjing-anjing (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 23 Maret 2025sampai Ibadah Doa Surabaya, 26 Maret 2025).

  2. Tukang-tukang sihir (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 27 Maret 2025).
    Tukang-tukang sihir yaitu menolak firman pengajaran yang benar.

  3. Orang-orang sundal.
  4. Orang-orang pembunuh.
  5. Penyembah berhala.
  6. Pendusta.

ORANG-ORANG SUNDAL
Sundal= berzinah, cabul secara rohani.

Contoh: Esau.
Ibrani 12: 16-17
12:16. Janganlah ada orang yang menjadi cabulatau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan.
12:17. Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan
mencucurkan air mata.

Cabul secara rohani artinya menjual hak kesulungan.
Hak kesulungan adalah

  1. Hak untuk mewarisi kerajaan sorga; masuk kerajaan sorga--dulu hak sulung adalah hak waris dalam keluarga.

  2. Hak untuk masuk nikah rohani--dulu hak sulung adalah hak untuk menikah lebih dulu.
    Nikah rohani= perjamuan kawin Anak Domba; menjadi mempelai wanita sorga.

Menjual hak kesulungan artinya: mengorbankan perkara rohani untuk mendapatkan perkara jasmani.
Ini adalah pelayan Tuhan yang sama seperti Esau.

Akibatnya: kehilangan hak kesulungan, berarti kehilangan segala-galanya; kehidupan hidup di dunia sampai hidup kekal; hidupnya ditandai dengan cucuran air mata mulai di dunia sampai ratap tangis di neraka selamanya.

Mengapa Esau kehilangan hak kesulungan?
Kejadian 25: 25-32
25:25. Keluarlah yang pertama, warnanya merah, seluruh tubuhnya seperti jubah berbulu; sebab itu ia dinamai Esau.
25:26. Sesudah itu keluarlah adiknya; tangannya memegang tumit Esau, sebab itu ia dinamai Yakub. Ishak berumur enam puluh tahun pada waktu mereka lahir.
25:27. Lalu bertambah besarlah kedua anak itu:
Esau menjadi seorang yang pandai berburu, seorang yang suka tinggal di padang, tetapi Yakub adalah seorang yang tenang, yang suka tinggal di kemah.
25:28. Ishak sayang kepada Esau, sebab ia suka makan daging buruan, tetapi Ribka kasih kepada Yakub.
25:29. Pada suatu kali Yakub sedang memasak sesuatu, lalu datanglah Esau dengan lelah dari padang.
25:30. Kata Esau kepada Yakub: "Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah." Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom.
25:31. Tetapi kata Yakub: "Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu."
25:32. Sahut Esau: "Sebentar lagi aku akan mati;
apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?"

'Keluarlah yang pertama' = Esau.
'warna merah'= bertobat.
'berbulu'= urapan Roh Kudus.

Ayat 27= Esau sudah hebat--bertobat, lahir baru, hidup dalam urapan Roh Kudus--, tetapi pertumbuhannya salah. Dia di padang tetapi Yakub di kemah. Ini yang membedakan.

Ayat 29: 'Pada suatu kali Yakub sedang memasak sesuatu' = ciri khas penggembalaan, yaitu gembala diberikan karunia khusus oleh Tuhan untuk mahir dalam memasak makanan rohani untuk disajikan kepada sidang jemaat--tugas pokok gembala.
Kalau orang lain yang memberikan makan sidang jemaat, maka bukan lagi penggembalaan tetapi sistem berburu--seperti Esau.

'lalu datanglah Esau dengan lelah dari padang' = di padang ditandai dengan kelelahan, tetapi di kemah ketenangan.

Esau adalah gambaran dari orang kristen yang hebat, yaitu bertobat, lahir baru dan diurapi Roh Kudus. Tetapi sayang, dalam pertumbuhan rohani, Esau mengambil sikap yang salah yaitu suka berburu daging di padang, dan tidak mau tinggal di kemah.
Artinya: tidak mau tergembala dengan benar dan baik karena mengejar perkara-perkara dunia; tidak mau tinggal di kandang penggembalaan; tidak mau tekun dalam tiga macam ibadah pokok.

Di luar kandang tidak ada yang tanggung jawab atas keselamatan kita--terlantar, bisa disergap binatang buas--, dan tidak dihitung oleh Tuhan.
Kita mutlak harus tekun dalam tiga macam ibadah: ibadah raya, ibadah doa, dan ibadah pendalaman alkitab.

Esau di luar penggembalaan, sehingga ia lelah dan terlantar--tidak ada yang tanggung jawab keselamatannya.

Sebaliknya, Yakub tinggal di kemah.
Artinya: tergembala dengan benar dan baik; selalu berada di dalam kandang penggembalaan; tekun dalam tiga macam ibadah.
Di zaman yang sulit ini kebutuhan kita hanya satu yaitu tinggal di dalam kandang penggembalaan.

Hasilnya: mengalami pemeliharaan secara jasmani sampai berkelimpahan--selalu mengucap syukur dan menjadi berkat bagi orang lain--, dan mengalami pemeliharaan secara rohani--mengalami ketenangan; damai sejahtera, semua menjadi enak dan ringan. Gembala Agung selalu mengingat kita baik jasmani ataupun rohani, sampai mendapatkan hak kesulungan--hak waris kerajaan sorga dan hak untuk menjadi mempelai wanita sorga, sampai masuk perjamuan Kawin Anak Domba. Kita bahagia selamanya.

Esau di luar penggembalaan, sehingga lelah--tidak puas, letih lesu, beban berat, susah payah, dan penuh air mata--, dan terlantar--tidak ada yang tanggung jawab atas keselamatan jiwanya.

Akibatnya: kehilangan hak kesulungan--tidak bisa masuk Yerusalem baru dan tidak bisa menjadi mempelai wanita sorga. Hidupnya penuh ratap tangis mulai di dunia sampai di neraka selamanya; tidak bisa diperbaiki lagi.

Zaman Allah Bapa dan Anak Allah sudah terjadi, sekarang kita berada pada akhir zaman. Istilah 'akhir zaman atau terakhir' berarti sudah tidak bisa diperbaiki lagi.

Mulai sekarang harus tegas apa tujuan akhir kehidupan rohani yang kita pilih! Penyucian atau tanpa penyucian! Tergembala atau tidak tergembala! Harus tegas!

Jadi, kesalahan Esau adalah menjual hak sulung, karena tidak tergembala.

Sikap yang benar--memakai jubah pelayanan yang disucikan dan digembalakan dengan benar dan baik--: dengan iman, berani atau rela mengorbankan perkara jasmani--keuangan, kedudukan, waktu, sampai seluruh hidup kita--untuk mendapatkan perkara rohani sampai mendapatkan hak kesulungan. Kita tidak menggunakan kekuatan sendiri. Kalau memakai kekuatan sendiri, akan stres.

Jangan mengorbankan perkara rohani untuk perkara jasmani! Hanya akan mencucurkan air mata!

Praktiknya:

  1. Rela berkorban dan memperjuangkan ibadah pelayanan lebih dari semua perkara apapun di dunia.

    Keluaran 4: 22-23
    4:22. Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung;
    4:23. sebab itu Aku berfirman kepadamu: Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia
    beribadah kepada-Ku; tetapi jika engkau menolak membiarkannya pergi, maka Aku akan membunuh anakmu, anakmu yang sulung."

    'Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung' = ada hak kesulungan.
    'Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah kepada-Ku' = bangsa Israel tinggalkan semuanya di Mesir untuk bisa beribadah kepada Tuhan.

    Ini sama dengan menyulungkan--mengutamakan--ibadah pelayanan.
    Memang ada pengorbanan dan perjuangan.

    1 Timotius 4: 8-10
    4:8. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup inimaupun untuk hidup yang akan datang.
    4:9. Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya.
    4:10. Itulah sebabnya
    kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.

    'Latihan badani terbatas gunanya' = menjadi orang yang hebat paling maksimal sampai liang kubur. Seringkali belum sampai ke liang kubur sudah pensiun.

    'Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya' = harus diimani.

    Hasilnya: ada janji dobel yang pasti bagi kita, yaitu jaminan hidup di dunia sampai jaminan hidup akan datang bahkan jaminan kepastian hidup kekal di sorga selamanya.

    Ini yang harus kita perjuangkan hari-hari ini. Tidak rugi!
    Yang kita korbankan bersifat jasmani/duniawi ini terbatas gunanya. Yang kita kejar adalah hak kesulungan dalam ibadah pelayanan.

    Keluaran 4: 23
    4:23. sebab itu Aku berfirman kepadamu: Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah kepada-Ku; tetapi jika engkau menolak membiarkannya pergi, maka Aku akan membunuh anakmu, anakmu yang sulung."

    Jika Firaun tidak membiarkan bangsa Israel pergi untuk beribadah kepada Tuhan, maka anak sulung Mesir mati.
    Artinya: kalau tidak mengutamakan ibadah pelayanan kepada Tuhan lebih dari yang lain, apa yang diharapkan, disayangi, dibanggakan akan habis, hilang, bahkan musnah. Bahkan sampai mencucurkan air mata selamanya di neraka.

    Mari, utamakan ibadah pelayanan! Mari setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan. Tidak ada gunanya mencari perkara dunia sampai meninggalkan ibadah.

  2. Mengalami penebusan oleh darah Yesus--darah Anak Domba Allah.

    Keluaran 13: 13
    13:13. Tetapi setiap anak keledai yang lahir terdahulukautebuslah dengan seekor domba; atau, jika engkau tidak menebusnya, engkau harus mematahkan batang lehernya. Tetapi mengenai manusia, setiap anak sulungdi antara anak-anakmu lelaki, haruslah kautebus.

    'tetapi setiap anak keledai yang lahir terdahulu' = sulung.

    Kita mengalami kelepasan dari dosa.
    Keledai menunjuk pada bangsa kafir.

    Hakim-hakim 15: 16
    15:16. Berkatalah Simson: "Dengan rahang keledai bangsa keledaiitu kuhajar, dengan rahang keledai seribu orang kupukul."

    'bangsa keledai'= bangsa Filistin; sama dengan bangsa kafir.

    Bangsa kafir harus mengalami penebusan secara dobel, yaitu oleh darah Yesus--penyucian dosa masa lalu--dan firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua--penyucian dosa masa sekarang.

    Prosesnya: oleh pekerjaan pedang firman yang menunjukkan dosa-dosa kita--sampai yang tersembunyi--, kita bisa sadar, menyesal, dan mengaku dosa dengan sejujur-jujurnya kepada Tuhan dan sesama.

    1 Yohanes 1; 7, 9
    1:7. Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kitadari pada segala dosa.
    1:9. Jika kita
    mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosakita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

    Karena itu firman harus diulang-ulang sampai kita sadar akan dosa kita.

    Setelah mengaku dosa, darah Yesus aktif untuk:

    • Mengampuni segala dosa kita, sehingga tidak ada bekasnya lagi. Kita seperti tidak pernah berbuat dosa itu.

    • Menyucikan kita dari segala dosa-dosa; mencabut akar-akar dosa sehingga tidak tumbuh lagi. Kita tidak berbuat dosa lagi tetapi hidup dalam kebenaran.

    Pedang firman juga menyucikan kita dari jerat dosa--dosa masa sekarang.

    Jerat dosa yang terutama adalah enam dosa yang mendarah daging dalam hidup kita. Artinya: sulit bahkan tidak bisa dilepaskan.

    1 Korintus 5: 11
    5:11. Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

    'yang sekalipun menyebut dirinya saudara' = saudara seiman, saudara se kandung, tetapi tidak mau bertobat.

    Jika dijerat enam dosa bisa tersandung dan jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa.

    Enam dosa yang mendarah daging--menjerat langkah hidup kita--:

    • Mengikat tubuh= cabul dan mabuk.
      Mabuk= dosa makan minum (merokok, mabuk, dan narkoba).
      Cabul= percabulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami istri sah, hubungan sejenis, nikah yang salah: kawin campur, kawin cerai, dan kawin mengawinkan.
      Dosa mengikat tubuh berarti menyatu, melekat dengan daging kita--tidak mau keluar.

    • Mengikat jiwa (pikiran)--menjadi tabiat--= kikir, pemfitnah, dan penipu.
      Kikir= tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan.

      Pemfitnah= benar jadi salah dan sebaliknya.
      Penipu= pendusta.

    • Mengikat roh= penyembah berhala.
      Berhala adalah segala sesuatu yang menghalangi kita untuk mengutamakan dan mengasihi Tuhan lebih dari semua.
      Contoh: setiap kita beribadah, membaca firman, berdoa ada sesuatu yang menghalangi kita--terus menerus.
      Harus terkena pedang baru bisa terlepas!

    Kalau enam dosa mendarah daging, kita tidak akan masuk dalam persekutuan tubuh Kristus yang benar--'janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama'.

    Akibatnya: mencucurkan air mata selamanya; ratap tangis selamanya di neraka.

    Tetapi kalau kita mau disucikan oleh firman pengajaran yang benar, kita akan hidup dalam kebenaran dan kemurnian.

    1 Korintus 5: 8
    5:8. Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.

    'ragi keburukan' = kebusukan; kejahatan.

    Hidup dalam kebenaran= tidak berbuat dosa.
    Hidup dalam kemurnian= kesucian sampai dalam hati, dan hidup sesuai dengan firman pengajaran yang benar dan murni.
    Kita dipagari oleh pagar kemurnian dan kebenaran.

    Amsal 30: 5-6
    30:5. Semua firman Allah adalah murni. Ia adalah perisaibagi orang-orang yang berlindung pada-Nya.
    30:6.
    Jangan menambahi firman-Nya, supaya engkau tidak ditegur-Nya dan dianggap pendusta.

    Jika firman itu murni--benar--, maka jangan ditambah atau dikurangi Jangan merubah firman Allah!
    Yang boleh adalah diungkapkan rahasianya; dibukakan rahasianya oleh Roh Kudus yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab. Inilah firman pengajaran yang benar.

    Hasilnya:

    • Kita mengalami perlindungan Tuhan dari dosa dan puncaknya dosa; kita tetap hidup benar dan tidak berbuat dosa. kita dilindungi dari pencobaan yang mustahil; kita tetap percaya dan berharap pada Tuhan, tidak kecewa dan putus asa--tinggal menunggu waktunya Tuhan. Kita dilindungi dari ajaran palsu dan gosip-gosip; kita tetap berpegang teguh pada pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran. Kita menunggu waktu Tuhan untuk menyelesaikan semuanya.

    • Kita merasakan suasana pesta sorga di dunia ini--air mata dihapus--sampai masuk kerajaan sorga selamanya--tidak ada setetespun air mata.

      1 Korintus 5: 8
      5:8. Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.


    Sikap yang benar yaitu kita melayani Tuhan dengan jubah yang dibasuh/disucikan dan melayani dalam sistem penggembalaan--tergembala. Kita akan menerima hak kesulungan. Praktiknya utamakan ibadah pelayanan, mengalami penebusan dobel oleh darah Yesus dan firman pengajaran yang benar.

    Dosa masa lalu ditebus oleh darah Yesus--tidak berbuat dosa lagi dan hidup dalam kebenaran--, dosa masa sekarang disucikan oleh pedang firman terutama dari enam dosa yang mendarah daging--hidup dalam kebenaran dan kemurnian.

    Batasi pergaulan kita dengan kebenaran dan kemurnian!

    Mau apa saja di dunia batasi dengan kebenaran dan kemurnian. Kita dilindungi oleh Tuhan oleh apa saja di dunia.

  3. Menerima karunia sulung Roh.
    Roma 8: 22-23
    8:22. Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluhdan sama-sama merasa sakit bersalin.
    8:23. Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima
    karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.

    (terjemahan lama)
    8:22. Karena kita ketahui, bahwa segenap makhluk itu sama
    mengerangdan sama merasa kesakitan beranak sampai sekarang ini.
    8:23. Dan bukannya itu sahaja, melainkan kita sendiri pun yang beroleh buah sulung Roh itu, bahkan, kita ini sendiri juga
    mengerangpada batinnya dengan menanti-nanti hal menjadi anak angkat, yaitu tebus tubuh kita.

    Artinya: kita diurapi dan dipenuhi Roh Kudus sampai meluap-luap dalam Roh Kudus.

    Roh Kudus yang menolong kita untuk mengeluh dan mengerang kepada Tuhan. Kita menyembah Tuhan dengan hancur hati. Manusia daging tidak bisa menyembah Tuhan.

    "Manusia daging tidak bisa hancur hati. Saya sudah mengalami saat masih remaja, saya mengikuti doa semalam suntuk, esoknya langsung doa puasa. Semalam tidak bisa menyembah Tuhan (kering), malah mengantuk, dan akhirnya saya marah-marah. Ini kurang lembut. Kalau hati melembut, maka Roh Kudus masuk untuk menjamah, sehingga bisa menyembah dengan hancur hati. Jangan menggunakan kekuatan sendiri."

    Menyembah dengan hancur hati= mengungkapkan segala kekurangan dan kelemahan secara rohani--banyak dosa dan tidak bisa terlepas dari dosa--dan jasmani. Kita mengaku tidak berharga di hadapan Tuhan dan manusia.
    Kita hanya butuh belas kasih Tuhan. Kita mengulurkan tangan kepada Tuhan, dan Dia akan mengulurkan tangan belas kasih-Nya kepada kita.
    Jika orang tua, anak, suami atau isteri tidak bisa menolong kita, jangan marah, saatnya kita berharap belas kasihan Tuhan.

    Hasilnya:

    • Roma 8: 23: 'Pembebasan tubuh kita'= tangan kasih Tuhan membebaskan kita dari tubuh daging, sama dengan mengubahkan kitadari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, mulai dari jujur/tulus. Kita menjadi sama seperti bayi yang baru lahir.
      Bayi itu tulus dan jujur apa adanya dan butuh belas kasihan Tuhan.

    • Menghadapi Antikris yang akan berkuasa di bumi.
      Wahyu 12: 2-3
      12:2. Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.
      12:3. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.

      'berteriak kesakitan'= mengeluh dan mengerang.
      Gereja Tuhan adalah seperti ibu yang mengandung, dan hendak melahirkan--dalam keadaan paling lemah dan tidak berdaya--, dan berhadapan dengan naga.

      Kita hanya menyembah Tuhan dengan hancur hati untuk menghadapi puncak pencobaan di bumi pada zaman Antikris.

      Tangan belas kasih Tuhan yang diulurkan sama dengan kedua sayap burung nasar yang besar yang diberikan kepada kita untuk menyingkirkan kita ke padang gurun, jauh dari mata Antikris yang berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun. Hanya ini satu-satunya cara.
      Artinya: tangan kasih Tuhan sanggup memelihara kitadi tengah kesulitan dunia sampai Antikris berkuasa di bumi. Tuhan memelihara kita dengan firman pengajaran dan kurban Kristus. Jangan lupakan ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci!

      Semua masalah yang mustahil diselesaikan oleh Tuhan.
      Yang penting kita bisa menarik belas kasih Tuhan. Kalau ada belas kasih Tuhan, semuanya akan selesai.

      Dan Tuhan memberikan masa depan berhasil dan indah dalam hidup kita.

      Utamakan ibadah pelayanan, penebusan, dan banyak menyembah Tuhan sampai belas kasihan Tuhan turun.

      Tangan kasih Tuhan diulurkan untuk menghadapi kehancuran dunia sampai kiamat dan neraka.

      Roma 8: 26-28
      8:26. Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
      8:27. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
      8:28. Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk
      mendatangkan kebaikanbagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

      'keluhan-keluhan yang tidak terucapkan'= hancur hati.

      Dunia hancur, tetapi belas kasihan Tuhan mendatangkan kebaikan. Semakin hancur dunia, hidup kita semakin baik. Tuhan jadikan semua baik sampai sempurna.

      Tangan belas kasih Tuhan sanggup menjadikan yang hancur jadi baik. Nikah rumah tangga, study, ekonomi yang hancur jadi baik.
      Gagal jadi berhasil dan indah; busuk jadi harum. Kita menjadi saksi Tuhan. Kita membawa bau harum Kristus dalam kabar baik--firman penginjilan untuk jiwa-jiwa yang belum selamat--, dan dalam kabar mempelai--untuk jiwa-jiwa yang sudah melayani Tuhan.

      Jika Yesus datang kembali kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia; menjadi mempelai wanita yang layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai. Kita tidak salah dalam perkataan. Kita bersorak: Haleluya. Kita masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru selamanya. Tidak ada setetespun air mata.

Sekarang jangan menangis untuk segala sesuatu, tetapi menangis dengan hancur hati. Banyak menyerah kepada Tuhan! Mohon belas kasih-Nya sampai Ia mengulurkan tangan belas kasih-Nya.
Serahkan kekurangan dan kelemahan kita kepada Tuhan! Tuhan akan menolong kita.

Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Doa Surabaya, 21 September 2011 (Rabu Sore)
    ... Firman yaitu sikap yang negatif. Pada dasarnya Herodes suka mendengar Firman tetapi hatinya selalu bimbang sehingga tidak bisa praktik Firman. Tanda kebimbangan seperti Herodes salah satunya adalah ada perasaan serba salah dimana Herodes melindungi Yohanes tapi juga mempertahankan Herodias ay. . Artinya Herodes serba salah karena kalau ia mempertahankan Yohanes ia akan kehilangan ...
  • Ibadah Kunjungan Jakarta IV, 19 November 2015 (Kamis Pagi)
    ... kehendak-Ku. melakukan segala kehendak-Ku Daud taat. Samuel Kemudian Daud menempatkan pasukan-pasukan pendudukan di daerah orang Aram dari Damsyik. Orang Aram itu takluk kepada Daud dan harus mempersembahkan upeti. TUHAN memberi kemenangan kepada Daud ke manapun ia pergi berperang. Daud taat dengar-dengaran dan selalu menang atas musuh-musuh. Musuh kita bukan darah daging tetapi ...
  • Ibadah Raya Malang, 30 Maret 2014 (Minggu Pagi)
    ... ikat pinggang dari emas. Demikian juga sekarang jika hidup kita nikah kita ibadah pelayanan kita ditandai sengsara daging karena Yesus maka kita juga bisa mendengar dan melihat suara sangkakala yang nyaring yaitu firman penggembalaan yang benar dan keras yang diulang-ulang sehingga bisa menyucikan dan mengubahkan kehidupan kita sampai sempurna seperti Yesus ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 20 Februari 2018 (Selasa Sore)
    ... percaya maka mulut mengaku dosa kepada Tuhan kepada sesama sehingga kita mengalami pengampunan dosa oleh darah Yesus dan jangan berbuat dosa lagi. Kita mati terhadap dosa sama dengan bertobat. Ini menunjuk alat mezbah korban bakaran. Roma Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. ...
  • Ibadah Doa Malang, 26 September 2019 (Kamis Sore)
    ... tentang segala sesuatu yang akan Kuperintahkan kepadamu untuk disampaikan kepada orang Israel. Tutup ditaruh di atas peti artinya Ada perlindungan Tuhan sehingga maut tidak bisa menjamah lewat dosa sampai puncaknya dosa ajaran palsu pencobaan celaka marabahaya antikris sampai kita terlepas dari hukuman Allah. Sehingga kita merasa aman damai sejahtera enak ...
  • Ibadah Doa Malang, 27 September 2018 (Kamis Sore)
    ... menentang hal-hal itu. Jika memiliki kekayaan Sorga x akan dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus kegerakan Roh Kudus hujan akhir mulai dari nikah penggembalan antar penggembalaan sampai tubuh Kristus sempurna Israel dan Kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna . Yosua Sebab orang-orang Ai menewaskan kira-kira tiga puluh enam orang dari ...
  • Ibadah Doa Malang, 01 Maret 2016 (Selasa Sore)
    ... boleh menggunakan sarana bekerja bersekolah dll tetapi yang menentukan adalah tangan Tuhan. Bagaimana bisa hidup dalam tangan Tuhan Yohanes - Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 08 September 2013 (Minggu Sore)
    ... yang bisa membendung hal ini. Hanya kabar mempelai yagn bisa membendung. 'tengah malam' puncak kesulitan dan kegoncangan-kegoncangan di segala bidang sampai antikris berkuasa dibumi selama tahun. 'tengah malam' kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai ayat ini bercerita tentang anak dara sekaligus menghadapi penghukuman Allah sampai neraka sebab bumi ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 11 Agustus 2018 (Sabtu Sore)
    ... makan domba-domba dengan firman penggembalaan pada waktunya. Lukas . Jawab Tuhan Jadi siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya Firman penggembalaan firman pengajaran yang benar yang dipercayakan Tuhan kepada seorang gembala untuk disampaikan kepada ...
  • Ibadah Persekutuan Malang, 16 April 2022 (Sabtu Sore)
    ... gurun karena itu satu-satunya jalan adalah kepada Tuhan. Inilah jalan yang baru dan yang hidup. Musa mengangkat tongkat dan saat itu angin timur bertiup sehingga laut Kolsom terbelah dan Israel berjalan di tanah kering. Sekarang tongkat adalah gambaran dari kayu salib angin timur adalah gambaran dari Roh Kudus. Apa hubungannya Yesus harus ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.