Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dilimpahkan Tuhan di tengah-tengah kita.

Wahyu 22: 7-19 menunjuk pada tujuh peringatan/nasihat/teguran kepada sidang jemaat akhir zaman, supaya menjadi sempurna seperti Yesus dan tampil sebagai mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dan masuk Yerusalem baru selamanya--angka tujuh menunjuk pada kesempurnaan.

  1. Ayat 7= peringatan pertama: peringatan yang dikaitkan dengan kebahagiaan dalam menerima firman nubuat(diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 24 November 2024sampai Ibadah Raya Surabaya, 15 Desember 2024).

  2. Ayat 8-9= peringatan kedua: peringatan tentang penghormatan dan penyembahan(diterangkan pada Ibadah Doa Surabaya, 18 Desember 2024sampai Ibadah Doa Surabaya, 08 Januari 2025).

  3. Ayat 10= peringatan ketiga; peringatan untuk tidak memeteraikan firman nubuat--firman pengajaran yang benar; wahyu dari Tuhan--, karena waktunya sudah singkat(diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 09 Januari 2025sampai Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 23 Januari 2025).

  4. Wahyu 22: 11-12
    22:11.Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!"
    22:12."Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.

    Peringatan keempat: peringatan tentang dua macam arus di dunia: kesucian atau kenajisan. Kita harus tegas memilih (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 26 Januari 2025).

  5. Wahyu 22: 13-16= peringatan tentang membasuh jubah.

  6. Wahyu 22: 17= peringatan tentang tugas gereja Tuhan: bersaksi dan mengundang.

  7. Wahyu 22: 18-19= peringatan untuk tidak menambah dan mengurangi--merubah--firman nubuat/firman pengajaran yang benar.

AD. 4
Dua macam arus yang menentukan nasib hidup kita:

  1. Ayat 11a= arus kejahatan dan kecemaran--kenajisan--yang mengarah pada pembangunan Babel yang sempurna dalam kejahatan dan kenajisan (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 26 Januari 2025).

  2. Ayat 11b= arus kebenaran dan kesucian yang mengarah pada pembangunan tubuh Kristus yang sempurna dalam kebenaran dan kesucian (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 02 Februari 2025).

Wahyu 22: 12
22:12. "Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Kuuntuk membalaskankepada setiap orang menurut perbuatannya.

Pada saat Yesus datang kembali kedua kali, manusia termasuk pelayan Tuhan akan menerima pembalasan atau upah dari Tuhan, sesuai dengan pilihannya:

  1. Memilih arus kejahatan dan kenajisan, pasti akan menerima pembalasan dari Tuhan, yaitu hukuman sejak di dunia, kiamat, dan kebinasaan selamanya di neraka.

  2. Memilih arus kebenaran dan kesucian, pasti akan menerima upah dari Tuhan, yaitu hidup mulai sekarang sampai hidup kekal di dalam kerajaan sorga.

Oleh sebab itu kita harus memilih arus kebenaran dan kesucian, supaya kita bisa masuk Yerusalem baru selamanya.

Tetapi mengapa ada yang memilih arus kejahatan dan kenajisan? Semua bergantung pada hati nurani. Pada zaman Nuh, semua manusia memilih arus kejahatan dan kenajisan.
Hanya Nuh sekeluarga yang memilih arus kebenaran dan kesucian--masuk dalam bahtera Nuh--, sehingga selamat sampai kekal selamanya.

Karena itu kita harus masuk baptisan air yang benar.
1 Petrus 3: 20-21
3:20.yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
3:21.Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baikkepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,

Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi yaitu pembaharuan dari hati nurani yang jahat dan najis menjadi hati nurani yang baik.

Kalau sudah mati harus dikuburkan. Tetapi kalau belum mati lalu dikuburkan, pasti akan berontak.

Hati nurani yang baik= hati yang taat dengar-dengaran, sehingga kita bisa memilih arus kebenaran dan kesucian, sehingga kita hidup dalam kebenaran dan kesucian.

Yang sudah dibaptis, pelaksanaannya sudah benar dikuburkan dalam air--Roma 6:4, Kolose 2:11--, maka hasilnya harus punya hati nurani yang baik.

2 Petrus 3: 10-13
3:10. Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.
3:11. Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa
suci dan salehnyakamu harus hidup
3:12. yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.
3:13. Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru,
di mana terdapat kebenaran.

(terjemahan lama)
3:11. Oleh sebab segala perkara itu akan binasa kelak atas peri yang demikian, bagaimanakah patut kamu melakukan dirimu di dalam kehidupan yang suci dan
beribadat?

Ayat 10= pada zaman Nuh cuma orangnya yang hilang dan binatangnya sebagian hilang. Nanti pada akhir zaman manusia, buminya dan semuanya lenyap. Inilah kiamat.
Ayat 13: 'di mana terdapat kebenaran' = Yerusalem baru hanya berisi kebenaran dan kesucian sampai kesempurnaan.

Sudah suci, harus berjaga-jaga untuk dilanjutkan sampai menjadi suci dan saleh, sehingga kita tidak kena hukuman Tuhan.

Saleh= sikap menghadap Tuhan untuk beribadah; tekun dalam beribadah. Kalau berdosa, tidak akan tekun--susah untuk menghadap Tuhan--, karena dosa memisahkan manusia dengan Allah.

Karena dunia ini akan dihukum sampai kiamat--lenyap--, ditambah hukuman neraka binasa selamanya, maka kita harus berjaga-jaga untuk hidup suci dan saleh--beribadah melayani Tuhan.

Di mana kita bisa hidup suci dan saleh?
Dulu, Tuhan perintahkan Musa naik ke gunung Sinai, dan Ia memperlihatkan kerajaan sorga kepadanya. Dan Tuhan perintahkan Musa membuat Tabernakel di bumi, supaya di bumi sama seperti di sorga. Setelah itu Tuhan memberikan dua loh batu. Dua loh batu inilah yang diletakkan di dalam Tabernakel.

Dua loh batu tetapi tidak ada tempatnya--Tabernakel--, mustahil, mau diletakkan di mana?
Tabernakel tanpa dua loh batu adalah kosong/percuma--tanpa hukum Allah/kasih Allah adalah kosong.

Tabernakel terdiri dari tiga ruangan:

  1. Halaman= masuk baptisan air yang benar, dan hasilnya juga benar yaitu hati nurani yang baik. Kita selamat.

  2. Ruangan suci= kesucian.
  3. Ruangan maha suci= kesempurnaan.

Kita sudah selamat tetapi belum sempurna. Jadi kita harus berada di ruangan suci.

Jadi, kita bisa hidup suci dan saleh di dalam ruangan suci--kandang penggembalaan.

Kisah Rasul 2: 41-42
2:41. Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
2:42. Mereka bertekun dalam
pengajaran rasul-rasuldan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan rotidan berdoa.

Ayat 41 = baptisan air dan Roh Kudus; masuk halaman.

Ada tiga macam alat dalam ruangan suci:

  1. 'Pengajaran rasul dan pemecahan roti'= Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.
    Kita diberi makan firman pengajaran dan kurban Kristus--makanan dobel--, supaya ada kekuatan baru dan tidak tersandung.

  2. 'persekutuan'= Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
    Kita diberi minum, supaya selalu segar dan semangat dalam melayani Tuhan. Sekalipun usia bertambah tua, tetapi kalau dikuasai Roh Kudus, kita tetap semangat--setia berkobar-kobar.
    Sekalipun usianya muda, tetapi tidak ada Roh Kudus, akan malas untuk beribadah.

  3. 'berdoa'= Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.
    Kita hidup kekal karena kasih adalah kekal.

Dalam ruangan suci; kandang penggembalaan, kita menjadi kehidupan yang tergembala dengan benar dan baik.

Di dalam kandang penggembalaan--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal, sehingga tidak bisa dijamah oleh Setan tritunggal, tetapi kita tetap disucikan dan diurapi terus menerus. Kita hidup dalam kesucian dan urapan Roh Kudus.
Ini yang membedakan pelayanan sorgawi dengan duniawi.

Dunia mengandalkan otak dan kemampuan, tetapi di dalam Tuhan, yang dibutuhkan adalah kesucian dan urapan Roh Kudus. Ini yang bisa menolong kita.
Kalau melayani tanpa kesucian dan urapan, pasti akan kelihatan dan bisa dirasakan. Kalau melayani dengan kesucian dan urapan Roh Kudus akan menampilkan suasana surga.

"Dulu ada murid-murid datang ke tempat saya ibadah. Lalu saya yang diajak ke gereja mereka. Saya ikut. Lalu satu orang berkata setelah ikut di tempat saya dan tempat lain, dia berkata: Kok kayak bukan gereja?: Mirip apa?: Diskotek Saya baru tahu juga. Ini anak baru yang saya ajak ke gereja, tetapi bisa membedakan dan berkata seperti itu."

Dengan apa kita disucikan dalam sistem penggembalaan?

  1. Darah Yesus; darah Anak Domba Allah--halaman Tabernakel.
    1 Yohanes 1; 7, 9
    1:7. Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
    1:9. Jika kita
    mengaku dosakita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

    Kesalahan kita adalah seringkali melayani dengan beban dosa, tambah kacau. Ini seperti dengan menggendong gula sambil khotbah, bertambah hari jemaat tambah tidak mengerti. Dosa masa lalu harus dilepaskan dulu.

    Darah Yesus menyucikan dosa-dosa masa lalulewat mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama, sehingga darah Yesus aktif untuk:

    • Mengampuni dan menutupi segala dosa sampai tidak ada bekasnya lagi; kita seperti tidak pernah berbuat dosa itu.

    • Mencabut akar-akar dosa sampai kita tidak mengulangi dosa lagi--tidak berbuat dosa lagi.
      Hati-hati! Kalau akar tidak dicabut, satu waktu akan tumbuh lagi.

    Kita mengalami kelepasan dari dosa sampai membenci dosa. Kita hidup benar dan suci. Yang boleh dibenci adalah dosa, bukan manusia.
    Contoh: Yusuf.

    Kalau hidup benar dan suci, terjadi persekutuan dan kita bisa melayani Tuhan dan sesama. Tidak ada lagi pemisah dengan Tuhan dengan sesama.

  2. Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua/firman pengajaran yang benar.

    Ibrani 4: 12-13
    4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
    4:13. Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

    Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua--pedang firman--harus ada di dalam penggembalaan.

    Yohanes 15: 3
    15:3. Kamu memang sudah bersihkarena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

    Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua sama dengan firman yang dikatakan Yesus, dibukakan rahasianya yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab. Inilah firman pengajaran yang benar.

    Yang dikatakan oleh Yesus adalah ayat-ayat dalam alkitab. Jadi ayat menerangkan ayat adalah perkataan Yesus.

    Kalau firman diterangkan dengan lawak, tinggal pikir, masakan Yesus melawak?
    Simson disuruh melawak di kuil Dagon, dan terjadi kehancuran, tiga ribu orang mati.
    Yang benar adalah ayat menerangkan ayat dalam alkitab. Di situ ada kuasa penyucian dan kemenangan--saat Yesus dicobai Setan, Yesus selalu kembali pada: Ada tertulis, dan Ia menang.

    Firman pengajaran yang benar menyucikan dosa masa sekarang. Menghadapi apapun, tetap bawa pedang firman.

    Firman penggembalaan adalah firman pengajaran yang benar, yang disampaikan oleh gembala dengan setia dan diulang-ulang.

    Apa yang disucikan?Enam dosa yang mendarah daging.
    1 Korintus 5: 11
    5:11. Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergauldengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

    'saudara'= saudara kandung, saudara dalam iman--satu darah Kristus.
    'penipu' = pendusta.
    'janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama'= jangan bersekutu.
    Maksudnya adalah jangan bersekutu dengan orang yang tidak bertobat.

    Enam dosa yang mendarah daging adalah:

    • Menguasai tubuh= cabul dan mabuk--termasuk merokok, narkoba.
      Cabul= perzinahan antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami istri sah, hubungan sejenis, nikah yang salah: kawin campur, kawin cerai, dan kawin mengawinkan.
      Jangan terus berbuat dosa! Berhenti!

    • Menguasai jiwa--menjadi tabiat--= kikir, pemfitnah, dan penipu.
      kikir= tidak bisa memberi.
      Pemfitnah= benar jadi salah, salah jadi benar.

    • Menguasai roh= penyembahan berhala.
      Berhala adalah segala sesuatu yang menghalangi kita untuk mengasihi Tuhan; mengutamakan ibadah pelayanan kepada Tuhan.

    Kita disucikan dari enam dosa yang mendarah daging, sehingga kita hidup dalam kesucian dan kita dipakai dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Kita bisa bersekutu--makan bersama.

    Pembangunan tubuh Kristus dimulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.

    "Sekali lagi, melayani bukan hanya ikut ibadah kunjungan, tetapi dimulai dari nikah rumah tangga, lalu melayani dalam penggembalaan. Saya harus bersaksi, mohon ampun jika dianggap sombong. Setiap ada jemaat yang baru ikut ibadah kunjungan ke luar pulau, luar negeri, mereka berkata: Saya baru ikut satu kali sudah capek sekali, Om bagaimana? Saya jawab: Inilah kekuatan Roh Kudus. Setelah pulang ibadah kunjungan, saya harus mempersiapkan firman untuk ibadah selanjutnya (ibadah kaum muda, lalu esoknya ke Jakarta, Medan). Kalau dengan kekuatan daging, saya tidak kuat. Tetapi kalau ada Roh Kudus, semangat terus."

    "Terima kasih doa-doanya dalam ibadah kunjungan di Melaka. Empat kali saya ke sana, tidak pernah jalan ditutup, tetapi kemarin jalan ditutup untuk menuju ke gerejanya. Tidak ada sepeda motor atau mobil masuk ke sana, ada jam-jam khusus dibukanya. Di sebelah gedung gereja ini ada panggung hiburan yang gaduh musiknya, tetapi anehnya tidak ada musiknya saat kami kebaktian (saat khotbah) sampai selesai kebaktian, baru musiknya dimulai. Ini luar biasa. Ada juga turis-turis yang masuk gereja lalu mendengarkan firman (yang menggunakan interpreter dari dua orang bertambah menjadi sepuluh orang) . Masih banyak orang yang datang untuk beribadah, Tuhan sudah tolong semuanya. Ini karena doa-doa kita semuanya. Jalan ke gereja bisa ditutup, tetapi jalan ke surga tidak bisa ditutup."

    Mazmur 119: 105
    119:105. Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.

    Perjalanan kita di dunia menuju Yerusalem baru--Kanaan Samawi--adalah seperti perjalanan Israel di padang gurun menuju Kanaan. Kita menghadapi kegelapan dosa-dosa sampai puncaknya dosa, penyesatan, sandungan, kesulitan sampai kemustahilan dan sebagainya. Pegang pedang!

    Firman pengajaran yang benar menjadi pelita bagi kaki kita, supaya kita tidak tersandung pada dosa dan puncaknya dosa, dan tidak terjerat pada ajaran palsu termasuk gosip.

    Yang menyampaikan gosip berarti hidupnya gelap dan kering. Jika kita mendengarkan gosip, kita menjadi gelap dan kering. Hati-hati jangan mendengarkan gosip!

    Firman pengajaran yang benar juga menjadi terang bagi jalan kita.
    Artinya: memberi arah yang benar dan pasti untuk menuju Yerusalem baru--kota terang. Dan firman juga memberikan masa depan yang terang--berhasil dan indah pada waktunya.

    Kita disucikan, dibimbing, diterangi terus menerus oleh pedang firman sampai satu waktu kita menjadi sempurna; tidak bercacat cela seperti Yesus.

  3. Hajaran.
    Ibrani 12: 10
    12:10. Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kitauntuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.

    Hajaran menyucikan kita dari dosa masa sekarang.
    Kalau firman pengajaran ditolak, akan jadi hajaran.

    Firman pengajaran adalah uluran tali kasih Tuhan. Kalau kita pegang, kita akan ditarik oleh Tuhan. Tetapi kalau tidak mau, firman masih diulang, tetapi masih tidak mau, tali akan dipintal menjadi satu untuk menjadi cambuk.

    Jadi, hajaran adalah firman pengajaran yang kita tolak.
    Setajam apapun firman, itu adalah kasih Tuhan.

    Tuhan menghajar kita supaya kita kembali pada kesucian. Begitu kembali pada kesucian, hajaran akan selesai. Lepaskan dosa-dosa sekarang dan kembali kepada kesucian.
    Tetapi kalau tetap berbuat dosa, Tuhan akan membiarkan. Celakanya, malah sombong, padahal hanya menunggu untuk menerima penghukuman Tuhan--tiga kali tujuh penghukuman--, kiamat, sampai binasa selamanya di neraka.

    Kalau kembali dalam kesucian--dosa diselesaikan--, hajaran akan selesai, dan masalah juga selesai.

  4. Percikan darah--ruangan maha suci.
    1 Petrus 4: 12-14
    4:12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaanyang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
    4:13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
    4:14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab
    Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

    Percikan darah menyucikan kita dari dosa yang akan datang, untuk mempersiapkan kita menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

    Percikan darah= sengsara daging tanpa dosa; sengsara daging karena Yesus; sengsara daging bersama Yesus; salib/ujian.

    MengapaTuhan izinkan kita mengalami percikan darah? Supaya Roh kemuliaan dicurahkan dalam hidup kita. Kita bisa mengalami shekinah glory.

    Penyucian masa akan datang= pembaharuan oleh Roh Kudus.

    Hasilnya:

    • Roh Kudus menyucikan dan membaharui kita.
      Roma 15: 16
      15:16. yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.

      'bangsa-bangsa bukan Yahudi' = bangsa kafir.

      Bangsa kafir adalah seperti anjing dan babi yang tidak teguh hati--anjing menjilat muntah, babi dimandikan kembali lagi ke kubangan.

      Roh Kudus membakar kita sehingga menjadi bau harum di hadapan Tuhan, yaitu kuat teguh hati.
      Artinya: tidak mengulangi dosa lagi baik dosa dalam perkataan maupun perbuatan.
      Kita tetap hidup benar dan suci di hadapan Tuhan apapun yang dihadapi; tidak kecewa, putus asa, dan tinggalkan Tuhan apapun yang terjadi tetapi tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.

      Kita menjadi dombanya Tuhan yang menjilat remah-remah roti--firman. Kita tetap percaya, berharap Tuhan dan menyembah Tuhan.

      Kuat teguh hati adalah landasan yang kuat untuk menerima kuasa Roh Kudus bekerja dalam hidup kita. Tunjukkan bahwa saat menderita kita tetap setia, percaya, dan menyembah Tuhan.

    • Roh Kudus mampu menghadapi krisis rohani dan jasmani.
      Keluaran 16: 2-3, 7
      16:2. Di padang gurun itu bersungut-sungutlah segenap jemaah Israel kepada Musa dan Harun;
      16:3. dan berkata kepada mereka: "Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan."
      16:7. Dan besok pagi
      kamu melihat kemuliaan TUHAN, karena Ia telah mendengar sungut-sungutmu kepada-Nya. Sebab, apalah kami ini maka kamu bersungut-sungut kepada kami?"

      Pada ayat-ayat selanjutnya Tuhan memberikan makan bangsa Israel dengan manna dan daging burung puyuh.

      Krisis rohani--lapar dan haus secara rohani; tidak puas--= bersungut-sungut, mencari kepuasan di dunia, jatuh bangun dalam dosa Babel.
      Kalau ada Roh Kudus, kita akan mengalami kepuasan rohani. Kita selalu mengucap syukur pada Tuhan, dan bersaksi untuk kemuliaan Tuhan.

      Secara jasmani, Roh Kudus sanggup memelihara kehidupan kita di tengah kesulitan dunia sampai Antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.

    • Yohanes 11: 32, 39-40
      11:32. Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nyadan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."
      11:39. Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."
      11:40. Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan
      melihat kemuliaan Allah?"

      Keluarga yang mengasihi Tuhan dan dikasihi Tuhan tetapi diizinkan mengalami percikan darah, yaitu Lazarus diizinkan mati empat hari dan busuk, supaya Roh kemuliaan turun.

      Menghadapi kebusukan, sikap kita adalah tersungkur di kaki Tuhan. Kita menyembah pada Tuhan; menyeru nama Yesus, maka Roh kemuliaan akan turun.

      Yang ketiga: yang mati dibangkitkan. Semua masalah yang mustahil diselesaikan; yang hancur jadi baik; yang busuk jadi harum.

      Pegang darah Yesus! Pedang salib! Pegang pedang! Banyak tersungkur di bawah kaki Tuhan. Biar Roh Kudus yang menolong.

      Jika Yesus datang kembali, Roh Kudus mengubahkan kita menjadi sempurna sama mulia dengan Yesus; kita menjadi mempelai wanita yang siap untuk menyambut kedatangannya di awan-awan permai--kita tidak masuk hukuman Tuhan. Sementara dunia mengalami tiga kali tujuh penghukuman, kita berada di awan-awan permai. Kita masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru selamanya.

Semua diuji oleh Tuhan! Tetap punya hati yang kuat!

Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 November 2008 (Senin Sore)
    ... jasmani. Contoh yang menyimpang dari pelayanan adalah Yudas Iskariot. Buktinya adalah Yudas menjadi seorang pencuri. Yohanes - Yudas adalah seorang pencuri. Dan akhirnya ia menjual Yesus untuk mendapatkan uang. Dulu Yudas mencuri kas. Tapi sekarang anak-anak Tuhan mencuri milik Tuhan yaitu persepuluhan. penyembahan. tubuh Kristus. Dosa mencuri itu sama dengan ...
  • Ibadah Doa Malang, 31 Oktober 2023 (Selasa Sore)
    ... duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu. Aku ingin supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan bagaimana Tuhan berkenan kepadanya. Dalam waktu yang singkat ini kita harus memusatkan perhatian pada perkara Tuhan perkara yang tidak ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 10 Februari 2024 (Sabtu Sore)
    ... oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. Keinginan akan uang membuat kikir dan serakah. Kikir tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan. Serakah mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus termasuk memburu uang dengan menghalalkan segala cara. Kikir ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 06 Agustus 2009 (Kamis Sore)
    ... hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani. Dalam Matius keubahan hidup itu sama dengan pohon ara yang mulai BERTUNAS. Wahyu pohon ara yang bertunas ini dikaitkan dengan tunas Daud. Jadi bertunas keubahan hidup seperti Yesus sebagai tunas Daud atau meneladan kepada Yesus sebagai tunas Daud. Keubahan hidup teladan Yesus sebagai tunas Daud ...
  • Ibadah Doa Malang, 28 Juli 2009 (Selasa Sore)
    ... Yesus dari Kanaan Samawi Sorga untuk turun ke dunia dan disalibkan. Sebab di Mesir ada gandum. Sebab di Mesir ada Yusuf. Petrus - mengapa Tuhan ijinkan kita masuk jalan salib Supaya kita berhenti berbuat dosa. Dosa apa yang harus kita salibkan dosa apa yang harus kita hentikan Kejadian dosa ketakutan. Wahyu . Baik takut berkorban ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 22 Agustus 2010 (Minggu Sore)
    ... menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. . Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya Hai hamba yang jahat seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. . Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau . Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo sampai ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 29 November 2019 (Jumat Sore)
    ... Pagi . Wahyu - suasana kepuasan kebahagiaan sorga--Tuhan memberikan air kehidupan-- diterangkan pada Ibadah Kunjungan Jakarta III November -Rabu Sore . Kalau kepuasan dunia tidak pernah memuaskan. Contohnya perempuan Samaria yang kawin cerai lima kali--sampai kawin mengawinkan-- puas sebentar lalu tidak puas lagi. Wahyu suasana kemenangan diterangkan pada Ibadah Kunjungan Jakarta ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 29 April 2017 (Sabtu Sore)
    ... yakin akan firman pengajaran yang benar. Firman menjadi iman di dalam hati yang membenarkan dan menyelamatkan. Sehingga kita bisa hidup dalam kebenaran. Jika hati percaya maka mulut bisa mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi. Praktek firman. Petrus - Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 21 Juli 2020 (Selasa Sore)
    ... pada jalan hidupnya Satu hasta satu lengan satu langkah satu detak jantung. Hasta adalah ukuran dari Tabernakel. Jadi kekuatiran membuat pelayan Tuhan tidak mau masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna Tabernakel rohani. Mulai dari nikah tidak mau melayani begitu juga dalam penggembalaan dan antar penggembalaan. Bahkan menghambat pelayanan pembangunan tubuh Kristus ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 23 Mei 2012 (Rabu Sore)
    ... sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala- Yesus memahkotai mahkota duri di atas Kepala Yesus mengolok-olok KEMULIAAN Yesus sebagai Raja. Matius memberikan sebatang buluh kepada Yesus lalu memukulkannya ke kepala Yesus mengolok-olok KUASA Yesus sebagai Raja. Malam ini kita masih mempelajari yang ketiga. Matius Mereka menganyam sebuah mahkota duri ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.