Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Matius 26secara keseluruhan menunjuk pada buli-buli emas berisi manna,yakni kehidupan yang diubahkan menjadi sama sempurna seperti Yesus.

Matius 26:6-13 adalah tentang Persiapan Paskah.

Matius 26:12
26:12 Sebab dengan mencurahkan minyak itu ke tubuh-Ku, ia membuat suatu persiapan untuk penguburan-Ku.

Persiapan Paskah = persiapan kematian/penyembelihan Yesus di kayu salib sebagai Anak Domba Allah (Anak Domba Paskah).
Kematian Yesus sebagai Anak Domba Paskah berguna dalam 2 hal:
  1. Untuk menyelamatkan manusia yang sudah mati dan busuk dalam dosa (= memulihkan buli-buli tanah liat yang hancur).
  2. Untuk mencurahkan Roh Kudus, mengisi buli-buli tanah liat supaya tidak hancur dan binasa lagi.
Ad 2.

Matius 26:7-8, 12
26:7 datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi yang mahal. Minyak itu dicurahkannya ke atas kepala Yesus, yang sedang duduk makan.
26:8 Melihat itu murid-murid gusar dan berkata: "Untuk apa pemborosan ini?
26:12 Sebab dengan mencurahkan minyak itu ke tubuh-Ku, ia membuat suatu persiapan untuk penguburan-Ku.


Kehidupan manusia di dunia, kalau diisi dengan kepandaian, kekayaan, dsb., memang bernilai lebih tinggi dan terlihat menakjubkan, seperti buli-buli tanah liat menjadi buli-buli pualam.
Namun ingat, buli-buli pualam tetap akan hancur dan binasa.
Kita harus diisi dengan Roh Kudus.

Kehidupan yang diisi/diurapi/dipenuhi Roh Kudus = perempuan yang mencurahkan minyak ke kepala/tubuh Yesus untuk persiapan penguburanNya.
  • Mencurahkan minyak = pelayanan.
  • Kepala/tubuh Yesus = tubuh Kristus.
  • Penguburan = waktu yang terakhir di dunia ini.
Jadi, kehidupan yang diisi Roh Kudus = kehidupan yang dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
Jika kita tidak melayani pembangunan tubuh Kristus, maka kita pasti akan dipakai dalam pembangunan Babel (kesempurnaan dalam kenajisan dan kejahatan), mempelai setan yang akan dibinasakan selamanya.

Praktek pelayanan pembangunan tubuh Kristusadalah PERSEKUTUAN, mulai yang terkecil yakni nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai persekutuan tubuh Kristus internasional saat Tuhan Yesus datang kedua kali.

Persekutuan yang benar berdasarkan pada Firman Pengajaran benar.
Saat mau masuk dalam nikah, penggembalaan, dst., semua harus berdasarkan Firman Pengajaran benar.

Persekutuan yang benar juga sama seperti duduk makan bersama Yesus, tentu makan makanan yang benar.
Hasilnya:
Kita akan mewarisi tabiat Yesus, sedikit demi sedikit, sampai kita sempurna seperti Yesus
.

Sebaliknya, kalau kita bersekutu dalam makanan (pengajaran) yang palsu dan tidak benar, kita akan mewarisi tabiat setan, menjadi sama seperti setan dan akan dibinasakan selamanya.

Firman Pengajaran benar lebih pasti dari ilmu pasti, tidak boleh berbeda sedikitpun.
Kalau berbeda berarti itu pengajaran palsu, makanan yang tidak benar (racun).

Siapa yang boleh makan bersama Yesus?

Markus 2:13-17
2:13. Sesudah itu Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka.
2:14 Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat
Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukailalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia.
2:15 Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia.
2:16 Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: "Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"
2:17 Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."


Seburuk dan senajis apapun kehidupan kita, masih diberi kesempatan untuk makan bersama Yesus, sehingga kita bisa ditolongNya.

Sasaran Yesus datang ke dunia adalah orang berdosa.
Mengapa? Sebab orang berdosa dikuasai maut.

Roma 6:23
6:23 Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Orang berdosa (siapapun: orang kaya, pandai, rohaniawan, dsb.) dikuasai maut, sebab upah dosa adalah maut = hidup sengsara di dunia, sampai dibinasakan selamanya.

Jangan ditipu oleh tawaran dosa dalam dunia (pesta seks, pesta narkoba, dsb.)!
Orang berdosa hanya mendapat hidup sengsara di dunia ini, sampai dibinasakan selamanya.

Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa dan membawa mereka ke dalam hidup kekal.
Yesus adalah satu-satunya Juru Selamat.
Yesus satu-satunya manusia tidak berdosa yang bisa menyelamatkan manusia berdosa.

Proses orang berdosa untuk bisa mendapat hidup kekal:
  1. Markus 2:17
    2:17 Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggilorang benar, melainkan orang berdosa."

    Proses I: Menerima panggilan Tuhan.

    Waspada! Lewi (pelayan Tuhan) ternyata ditemukan sedang duduk di rumah cukai.
    Siapapun kita (kaya, pandai, pelayan Tuhan), kalau berbuat dosa, tetap dikuasai maut.

    Sejak Adam dan Hawa berbuat dosa, maka semua manusia sudah berbuat dosa dan dikuasai maut.
    Berbuat dosa = telanjang.

    Manusia yang berdosa dan telanjang berada dalam keadaan terpisah dari Tuhan, dan tidak ada kemampuan untuk kembali pada Tuhan.

    Contoh:
    • Adam dan Hawa justru bersembunyi saat Tuhan datang ke Taman Eden.
    • Lewi justru "duduk" di rumah cukai. Duduk = tidak ada kemampuan untuk terlepas dari dosa, tidak bisa kembali pada Tuhan.

    Jangan berpikir bahwa dengan memaksa seseorang melayani Tuhan, bisa membawa dia bertobat.
    Pelayanan tidak bisa mengembalikan kita kepada Tuhan.
    Kalau orang berdosa dipaksakan melayani Tuhan, justru merugikan diri sendiri dan tubuh Kristus.

    Kalau manusia berdosa dibiarkan, pasti akan binasa selamanya.
    Oleh sebab itu, Tuhan memanggil kita.

    Bukti menerima panggilan Tuhan:

    • Roma 10:9-10
      10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
      10:10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.


      Percaya dan mengaku Yesus.
      Percaya = iman kepada Yesus.
      Mengaku Yesus = mengaku dosa, kalau diampuni - jangan berbuat dosa lagi (bertobat).

    • Yohanes 3:3, 5
      3:3 Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."
      3:5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

      Lahir baru lewat Baptisan air dan Baptisan Roh Kudus.


      Orang baru seringkali mudah menyadari dosa, namun orang lama (pelayan-pelayan Tuhan) seringkali tidak sadar bahwa ia sedang mempertahankan dosa.
      Kalau mungkin kita (pelayan Tuhan) sudah dibaptis dulu, asal Baptisan air sudah benar, tidak perlu dibaptis lagi.

      Pagi ini, Tuhan mengundang kita untuk duduk makan bersama. Jangan duduk di rumah cukai!

      Hasilnya:
      Hidup baru, yakni hidup dalam kebenarandan menjadi senjata kebenaran.

      Kebenaran = selamat, bebas dari maut. Semua harus benar!
      Senjata kebenaran = pelayan-pelayan Tuhan.

      Kita menjadi pelayan Tuhan yang setia dan benar.
      Setia dan benar adalah 1 paket, tidak bisa setia saja namun tidak benar, atau benar saja namun tidak setia.

      Jangan terkecoh dengan hebatnya pelayanan!
      (Lewi ternyata ditemukan sedang duduk di rumah cukai.)
      Kalau pagi ini Firman menunjuk dosa kita, terima panggilan Tuhan, kembali setia dan benar.

      Tinggalkan rumah cukai dan kembali masuk ke Bait Allah!
  1. Markus 2:15-16
    2:15 Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia.
    2:16 Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: "Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"


    Proses II: Duduk makan bersama Yesus.

    Duduk makan bersama Yesus = makan makanan rohani yang benar, makanan rohani yang keras, yakni Firman Pengajaran benar yang lebih tajam dari pedang bermata dua manapun (Firman Penyucian).

    Saat duduk makan bersama Yesus, bukan kesempatan untuk mencela/menghakimi orang lain.

    Saat duduk makan bersama Yesus, justru kesempatan untuk kita dicela Tuhan (disucikan dari cacat cela).

    Markus 16:14
    16:14. Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.

    Kalau kita mencela/menghakimi orang lain, tidak ada kesempatan untuk diri kita sendiri disucikan.

    Apa yang harus disucikan?
    Kedegilan hati = kekerasan hati, sama dengan sedang dikuasai berhala lembu emas (berhala Mesir).
    Karena kekerasan hati, murid-murid tidak percaya kepada Yesus.

    Pelajaran bagi kita:
    Jangan gembala/orang tua sakit hati saat domba/anak-anak tidak percaya kepada nasehat, justru lebih percaya pada orang lain.
    Doakan saja, sebab domba/anak itu sedang dalam pemberhalaan lembu emas.

    Praktek/wujud kekerasan hati:
    • Hidup dalam dosa sampai puncak dosa: dosa makan-minum(merokok, mabuk, narkoba) dan kawin-mengawinkan(dosa seks, nikah yang salah).
      Dulu bangsa Israel makan-minum dan bersukaria di hadapan lembu emas.

      Menghadapi kehidupan dalam puncak dosa sangat sulit. Jalan keluarnya: sampaikan saja Firman dan kita doakan.

    • Keluaran 7:16
      7:16 Dan katakanlah kepadanya: TUHAN, Allah orang Ibrani, telah mengutus aku kepadamu untuk mengatakan: Biarkanlah umat-Ku pergi, supaya mereka beribadah kepada-Ku di padang gurun; meskipun begitu sampai sekarang engkau tidak mau mendengarkan.

      Seperti Firaun yang keras hati: Tidak mau (tidak setia) dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.

      Waspada!
      Dosa tidak beribadah menjadi dosa kebiasaan, bahkan dosa sengaja (menjadi tabiat dosa).

      Kalau kita mau mencari alasan untuk tidak beribadah kepada Tuhan, baru mencari 1 alasan, setan sudah datang membawa sekeranjang alasan yang logis.

    • Tidak taat, tidak dengar-dengaran pada Firman Pengajaran benar.

    Kalau kita mau terus duduk makan bersama Yesus, kita akan terus disucikan sampai tidak bercacat cela/sempurna seperti Yesus.
    Teruskan, bertahan dalam penyucian oleh Firman Pengajaran benar!

    Seperti saat belajar di dunia, kalau mungkin saat ini kita belum mengerti Firman, lanjutkan, suatu saat kita akan bisa mengerti Firman dan kita bisa disucikan.
  1. Yohanes 13:23
    13:23 Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.

    Yohanes 21:20-21
    21:20. Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: "Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?"
    21:21 Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?"


    Proses III: Duduk makan bersama Yesus secara double(dituliskan 2 kali) = makan Firman Pengajaran benar dan Perjamuan Suci(Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci) = bersandar kepada Yesus.

    Perhatikan ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci!
    Kita bukan sedang disiksa dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci, tetapi justru kita sedang bersandar kepada Tuhan.

    Manusia hidup di dunia ini dalam keadaan letih lesu dan beban berat. Kita perlu bersandar pada Yesus.
    Siapa yang tidak letih lesu dan beban berat?
    Kita semua perlu bersandar pada Yesus, datanglah dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci.

    Bersandar kepada Tuhan, artinya:


    • Percaya dan mempercayakan diri hanya kepada Tuhan.
    • Mengasihi Tuhan lebih dari segala sesuatu.

      Saat bersandar, kita bisa mendengarkan degup jantung Tuhan = merasakan kasih Tuhan yang tidak pernah berhenti dialirkan kepada kita.

      Saat-saat kita merasa sangat berat dalam hidup ini, jangan ragukan kasih Tuhan!
      Selama jantung kita masih berdetak, kasih Tuhan tidak pernah berubah.
      Asal kita tetap bersandar kepadaNya, Tuhan masih bisa menolong kita.

    Bukti kita bersandar pada Tuhan
    :hati damai sejahtera.

    Kegunaan kasih Tuhan:

    Zefanya 3:17-18a
    3:17 TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai,
    3:18 seperti pada hari pertemuan raya."


    Kasih Tuhan membaharui kita, dari buli-buli tanah liat menjadi buli-buli emas.
    Apa yang harus dibaharui?

    Yohanes 2:1-5
    2:1. Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ;
    2:2 Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.
    2:3
    Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur."
    2:4 Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba."
    2:5 Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "
    Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!"
    • Hati yang kuatir diubah menjadi hati yang percaya kepada Tuhan.
      (Mereka baru kekurangan air anggur, namun dikatakan kehabisan air anggur.)

    • Tidak sabar diubah menjadi sabar menunggu waktu Tuhan.
      Jangan memaksa/memberi target kepada Tuhan!

    • Tidak taat diubah menjadi taat dengar-dengaran (tidak melawan) apapun resikonya.

    Yohanes 21:20-23

    21:20. Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: "Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?"
    21:21 Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?"
    21:22 Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku."
    21:23 Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: "Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu."

    Hasilnya:
    Hidup dan mati kita ada dalam tangan Tuhan, artinya:
    • Tangan kasih Tuhan mampu memelihara kita di tengah dunia yang sulit.
    • Tangan kasih Tuhan mampu menolong kita, menyelesaikan segala masalah kita, yang mustahil menjadi tidak mustahil.
    • Kita berada dalam pelukan tangan Tuhan, sampai: dimana Tuhan ada, di situ kita juga berada.
      Saat Yesus datang kedua kali, kita duduk makan bersama Dia di awan-awan permai, sampai di tahta Allah selamanya.

      Wahyu 3:20-21
      3:20 Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.
      3:21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.


    Serahkan semua kepada Tuhan. Kita percaya kepada Tuhan.

Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Raya Malang, 19 September 2010 (Minggu Pagi)
    ... talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi. Hamba yang menerima talenta ini menyimpan talentanya dalam tanah sehingga disebut hamba yang jahat dan malas. Hamba ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 10 Maret 2024 (Minggu Siang)
    ... dari dalam tungku atau mencedok air dari dalam bak. . Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH Yang Mahakudus Allah Israel Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu. Tetapi kamu enggan Keadaan orang yang mengalami jalan kematian bersama Yesus adalah seperti tempayan yang hancur ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 Oktober 2016 (Senin Sore)
    ... permulaan--dari Adam sampai Abraham kurang lebih tahun. Diwakili oleh Nuh. Kejadian . Lalu Nuh melakukan semuanya itu tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya demikianlah dilakukannya. Nuh taat dengar-dengaran sebagai berikut Taat untuk membuat bahtera seperti yang diperintahkan TUHAN--sesuai kehendak TUHAN-- biarpun tidak ada apa-apa. Ukurannya semua sesuai perintah TUHAN. Kejadian . Lalu Nuh ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 16 Desember 2017 (Sabtu Sore)
    ... menyalahkan setan. Kalau sudah menyalahkan setan berarti sudah tidak bisa bertobat seperti setan--'sebenarnya saya mau berbuat baik tapi setan mendorong saya berbuat ini. 'Jadi pekerjaan menghakimi orang lain adalah pekerjaan yang paling mengasyikkan enak bagi daging tapi sangat merugikan kerohanian kita karena membuat kita kering rohani--tidak puas tetapi selalu bersungut-sungut tidak ...
  • Ibadah Persekutuan di Jerman-Frankfrut, 26 Juni 2011 (Minggu Sore)
    ... tanpa arti . Sebab itu kita harus mengutamakan Firman Tuhan dalam ibadah pelayanan. ADA MACAM PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN makanan rohani Ibrani - Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan tetapi yang sukar untuk dijelaskan karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan. Sebab sekalipun kamu ditinjau dari sudut waktu sudah seharusnya menjadi ...
  • Ibadah Paskah Surabaya, 31 Maret 2013 (Minggu Sore)
    ... perintah untuk memberitakan injil kebangkitan Yesus untuk mengutus memakai kehidupan kita dalam kegerakan besar yang sesuai dengan amanat agung Tuhan. Matius - . Karena itu pergilah jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus . dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah ...
  • Ibadah Doa Malang, 04 November 2021 (Kamis Sore)
    ... memberitakan penghukuman atas kehidupan yang menyembah binatang dan patungnya sama dengan menyembah antikris dan menerima tanda pada dahi dan tanganya. Kita sudah belajar praktik sehari-hari menyembah antikris yaitu tidak mau bertobat sampai tidak mau menyembah Yesus. Sekarang kita belajar siapa yang menyembah antikris Kehidupan yang namanya tidak tertulis dalam kitab kehidupan. Wahyu . ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 05 November 2022 (Sabtu Sore)
    ... ADA PENYUCIANMemberi adalah penyucian hati--tadi tentang memberikan milik Kaisar dan milik Allah. Matius . Yesus berkata kepadanya Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya. Mengapa harus ada penyucian hati Karena hati pelayan Tuhan ditempati oleh burung--roh najis--dan serigala--roh jahat. Roh najis mengarah pada ...
  • Ibadah Doa Malang, 08 Oktober 2020 (Kamis Sore)
    ... kesempurnaan selalu dihalangi oleh setan supaya gereja Tuhan tidak sempurna ketinggalan saat Yesus datang kembali dan binasa selamanya. Ini seperti yang sudah terjadi pada saat bangsa Israel berkembang pesat di Mesir dan menghadapi kelepasan dari Mesir menuju Kanaan. Saat itu mereka menghadapi hadangan dari Firaun setan supaya tidak bisa keluar ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 22 Mei 2022 (Minggu Siang)
    ... malaikat yang memegang ketujuh cawan yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu' ketujuh malaikat di dalam kitab Wahyu . 'pengantin perempuan mempelai Anak Domba' tubuh yang sempurna. Setelah ketujuh malapetaka terakhir ditumpahkan tampillah mempelai wanita gereja yang sempurna. Jadi mempelai wanita sorga sama dengan mempelai Anak Domba karena sudah ditebus oleh darah Anak ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.