Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Matius 26secara keseluruhan menunjuk pada buli-buli emas berisi manna,yakni kehidupan yang diubahkan menjadi sama sempurna seperti Yesus.

Matius 26:6-13 adalah tentang Persiapan Paskah.

Matius 26:12
26:12 Sebab dengan mencurahkan minyak itu ke tubuh-Ku, ia membuat suatu persiapan untuk penguburan-Ku.

Persiapan Paskah = persiapan kematian/penyembelihan Yesus di kayu salib sebagai Anak Domba Allah (Anak Domba Paskah).
Kematian Yesus sebagai Anak Domba Paskah berguna dalam 2 hal:
  1. Untuk menyelamatkan manusia yang sudah mati dan busuk dalam dosa (= memulihkan buli-buli tanah liat yang hancur).
  2. Untuk mencurahkan Roh Kudus, mengisi buli-buli tanah liat supaya tidak hancur dan binasa lagi.
Ad 2.

Matius 26:7-8, 12
26:7 datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi yang mahal. Minyak itu dicurahkannya ke atas kepala Yesus, yang sedang duduk makan.
26:8 Melihat itu murid-murid gusar dan berkata: "Untuk apa pemborosan ini?
26:12 Sebab dengan mencurahkan minyak itu ke tubuh-Ku, ia membuat suatu persiapan untuk penguburan-Ku.


Kehidupan manusia di dunia, kalau diisi dengan kepandaian, kekayaan, dsb., memang bernilai lebih tinggi dan terlihat menakjubkan, seperti buli-buli tanah liat menjadi buli-buli pualam.
Namun ingat, buli-buli pualam tetap akan hancur dan binasa.
Kita harus diisi dengan Roh Kudus.

Kehidupan yang diisi/diurapi/dipenuhi Roh Kudus = perempuan yang mencurahkan minyak ke kepala/tubuh Yesus untuk persiapan penguburanNya.
  • Mencurahkan minyak = pelayanan.
  • Kepala/tubuh Yesus = tubuh Kristus.
  • Penguburan = waktu yang terakhir di dunia ini.
Jadi, kehidupan yang diisi Roh Kudus = kehidupan yang dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
Jika kita tidak melayani pembangunan tubuh Kristus, maka kita pasti akan dipakai dalam pembangunan Babel (kesempurnaan dalam kenajisan dan kejahatan), mempelai setan yang akan dibinasakan selamanya.

Praktek pelayanan pembangunan tubuh Kristusadalah PERSEKUTUAN, mulai yang terkecil yakni nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai persekutuan tubuh Kristus internasional saat Tuhan Yesus datang kedua kali.

Persekutuan yang benar berdasarkan pada Firman Pengajaran benar.
Saat mau masuk dalam nikah, penggembalaan, dst., semua harus berdasarkan Firman Pengajaran benar.

Persekutuan yang benar juga sama seperti duduk makan bersama Yesus, tentu makan makanan yang benar.
Hasilnya:
Kita akan mewarisi tabiat Yesus, sedikit demi sedikit, sampai kita sempurna seperti Yesus
.

Sebaliknya, kalau kita bersekutu dalam makanan (pengajaran) yang palsu dan tidak benar, kita akan mewarisi tabiat setan, menjadi sama seperti setan dan akan dibinasakan selamanya.

Firman Pengajaran benar lebih pasti dari ilmu pasti, tidak boleh berbeda sedikitpun.
Kalau berbeda berarti itu pengajaran palsu, makanan yang tidak benar (racun).

Siapa yang boleh makan bersama Yesus?

Markus 2:13-17
2:13. Sesudah itu Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka.
2:14 Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat
Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukailalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia.
2:15 Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia.
2:16 Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: "Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"
2:17 Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."


Seburuk dan senajis apapun kehidupan kita, masih diberi kesempatan untuk makan bersama Yesus, sehingga kita bisa ditolongNya.

Sasaran Yesus datang ke dunia adalah orang berdosa.
Mengapa? Sebab orang berdosa dikuasai maut.

Roma 6:23
6:23 Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Orang berdosa (siapapun: orang kaya, pandai, rohaniawan, dsb.) dikuasai maut, sebab upah dosa adalah maut = hidup sengsara di dunia, sampai dibinasakan selamanya.

Jangan ditipu oleh tawaran dosa dalam dunia (pesta seks, pesta narkoba, dsb.)!
Orang berdosa hanya mendapat hidup sengsara di dunia ini, sampai dibinasakan selamanya.

Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa dan membawa mereka ke dalam hidup kekal.
Yesus adalah satu-satunya Juru Selamat.
Yesus satu-satunya manusia tidak berdosa yang bisa menyelamatkan manusia berdosa.

Proses orang berdosa untuk bisa mendapat hidup kekal:
  1. Markus 2:17
    2:17 Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggilorang benar, melainkan orang berdosa."

    Proses I: Menerima panggilan Tuhan.

    Waspada! Lewi (pelayan Tuhan) ternyata ditemukan sedang duduk di rumah cukai.
    Siapapun kita (kaya, pandai, pelayan Tuhan), kalau berbuat dosa, tetap dikuasai maut.

    Sejak Adam dan Hawa berbuat dosa, maka semua manusia sudah berbuat dosa dan dikuasai maut.
    Berbuat dosa = telanjang.

    Manusia yang berdosa dan telanjang berada dalam keadaan terpisah dari Tuhan, dan tidak ada kemampuan untuk kembali pada Tuhan.

    Contoh:
    • Adam dan Hawa justru bersembunyi saat Tuhan datang ke Taman Eden.
    • Lewi justru "duduk" di rumah cukai. Duduk = tidak ada kemampuan untuk terlepas dari dosa, tidak bisa kembali pada Tuhan.

    Jangan berpikir bahwa dengan memaksa seseorang melayani Tuhan, bisa membawa dia bertobat.
    Pelayanan tidak bisa mengembalikan kita kepada Tuhan.
    Kalau orang berdosa dipaksakan melayani Tuhan, justru merugikan diri sendiri dan tubuh Kristus.

    Kalau manusia berdosa dibiarkan, pasti akan binasa selamanya.
    Oleh sebab itu, Tuhan memanggil kita.

    Bukti menerima panggilan Tuhan:

    • Roma 10:9-10
      10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
      10:10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.


      Percaya dan mengaku Yesus.
      Percaya = iman kepada Yesus.
      Mengaku Yesus = mengaku dosa, kalau diampuni - jangan berbuat dosa lagi (bertobat).

    • Yohanes 3:3, 5
      3:3 Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."
      3:5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

      Lahir baru lewat Baptisan air dan Baptisan Roh Kudus.


      Orang baru seringkali mudah menyadari dosa, namun orang lama (pelayan-pelayan Tuhan) seringkali tidak sadar bahwa ia sedang mempertahankan dosa.
      Kalau mungkin kita (pelayan Tuhan) sudah dibaptis dulu, asal Baptisan air sudah benar, tidak perlu dibaptis lagi.

      Pagi ini, Tuhan mengundang kita untuk duduk makan bersama. Jangan duduk di rumah cukai!

      Hasilnya:
      Hidup baru, yakni hidup dalam kebenarandan menjadi senjata kebenaran.

      Kebenaran = selamat, bebas dari maut. Semua harus benar!
      Senjata kebenaran = pelayan-pelayan Tuhan.

      Kita menjadi pelayan Tuhan yang setia dan benar.
      Setia dan benar adalah 1 paket, tidak bisa setia saja namun tidak benar, atau benar saja namun tidak setia.

      Jangan terkecoh dengan hebatnya pelayanan!
      (Lewi ternyata ditemukan sedang duduk di rumah cukai.)
      Kalau pagi ini Firman menunjuk dosa kita, terima panggilan Tuhan, kembali setia dan benar.

      Tinggalkan rumah cukai dan kembali masuk ke Bait Allah!
  1. Markus 2:15-16
    2:15 Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia.
    2:16 Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: "Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"


    Proses II: Duduk makan bersama Yesus.

    Duduk makan bersama Yesus = makan makanan rohani yang benar, makanan rohani yang keras, yakni Firman Pengajaran benar yang lebih tajam dari pedang bermata dua manapun (Firman Penyucian).

    Saat duduk makan bersama Yesus, bukan kesempatan untuk mencela/menghakimi orang lain.

    Saat duduk makan bersama Yesus, justru kesempatan untuk kita dicela Tuhan (disucikan dari cacat cela).

    Markus 16:14
    16:14. Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.

    Kalau kita mencela/menghakimi orang lain, tidak ada kesempatan untuk diri kita sendiri disucikan.

    Apa yang harus disucikan?
    Kedegilan hati = kekerasan hati, sama dengan sedang dikuasai berhala lembu emas (berhala Mesir).
    Karena kekerasan hati, murid-murid tidak percaya kepada Yesus.

    Pelajaran bagi kita:
    Jangan gembala/orang tua sakit hati saat domba/anak-anak tidak percaya kepada nasehat, justru lebih percaya pada orang lain.
    Doakan saja, sebab domba/anak itu sedang dalam pemberhalaan lembu emas.

    Praktek/wujud kekerasan hati:
    • Hidup dalam dosa sampai puncak dosa: dosa makan-minum(merokok, mabuk, narkoba) dan kawin-mengawinkan(dosa seks, nikah yang salah).
      Dulu bangsa Israel makan-minum dan bersukaria di hadapan lembu emas.

      Menghadapi kehidupan dalam puncak dosa sangat sulit. Jalan keluarnya: sampaikan saja Firman dan kita doakan.

    • Keluaran 7:16
      7:16 Dan katakanlah kepadanya: TUHAN, Allah orang Ibrani, telah mengutus aku kepadamu untuk mengatakan: Biarkanlah umat-Ku pergi, supaya mereka beribadah kepada-Ku di padang gurun; meskipun begitu sampai sekarang engkau tidak mau mendengarkan.

      Seperti Firaun yang keras hati: Tidak mau (tidak setia) dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.

      Waspada!
      Dosa tidak beribadah menjadi dosa kebiasaan, bahkan dosa sengaja (menjadi tabiat dosa).

      Kalau kita mau mencari alasan untuk tidak beribadah kepada Tuhan, baru mencari 1 alasan, setan sudah datang membawa sekeranjang alasan yang logis.

    • Tidak taat, tidak dengar-dengaran pada Firman Pengajaran benar.

    Kalau kita mau terus duduk makan bersama Yesus, kita akan terus disucikan sampai tidak bercacat cela/sempurna seperti Yesus.
    Teruskan, bertahan dalam penyucian oleh Firman Pengajaran benar!

    Seperti saat belajar di dunia, kalau mungkin saat ini kita belum mengerti Firman, lanjutkan, suatu saat kita akan bisa mengerti Firman dan kita bisa disucikan.
  1. Yohanes 13:23
    13:23 Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.

    Yohanes 21:20-21
    21:20. Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: "Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?"
    21:21 Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?"


    Proses III: Duduk makan bersama Yesus secara double(dituliskan 2 kali) = makan Firman Pengajaran benar dan Perjamuan Suci(Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci) = bersandar kepada Yesus.

    Perhatikan ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci!
    Kita bukan sedang disiksa dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci, tetapi justru kita sedang bersandar kepada Tuhan.

    Manusia hidup di dunia ini dalam keadaan letih lesu dan beban berat. Kita perlu bersandar pada Yesus.
    Siapa yang tidak letih lesu dan beban berat?
    Kita semua perlu bersandar pada Yesus, datanglah dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci.

    Bersandar kepada Tuhan, artinya:


    • Percaya dan mempercayakan diri hanya kepada Tuhan.
    • Mengasihi Tuhan lebih dari segala sesuatu.

      Saat bersandar, kita bisa mendengarkan degup jantung Tuhan = merasakan kasih Tuhan yang tidak pernah berhenti dialirkan kepada kita.

      Saat-saat kita merasa sangat berat dalam hidup ini, jangan ragukan kasih Tuhan!
      Selama jantung kita masih berdetak, kasih Tuhan tidak pernah berubah.
      Asal kita tetap bersandar kepadaNya, Tuhan masih bisa menolong kita.

    Bukti kita bersandar pada Tuhan
    :hati damai sejahtera.

    Kegunaan kasih Tuhan:

    Zefanya 3:17-18a
    3:17 TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai,
    3:18 seperti pada hari pertemuan raya."


    Kasih Tuhan membaharui kita, dari buli-buli tanah liat menjadi buli-buli emas.
    Apa yang harus dibaharui?

    Yohanes 2:1-5
    2:1. Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ;
    2:2 Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.
    2:3
    Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur."
    2:4 Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba."
    2:5 Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "
    Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!"
    • Hati yang kuatir diubah menjadi hati yang percaya kepada Tuhan.
      (Mereka baru kekurangan air anggur, namun dikatakan kehabisan air anggur.)

    • Tidak sabar diubah menjadi sabar menunggu waktu Tuhan.
      Jangan memaksa/memberi target kepada Tuhan!

    • Tidak taat diubah menjadi taat dengar-dengaran (tidak melawan) apapun resikonya.

    Yohanes 21:20-23

    21:20. Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: "Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?"
    21:21 Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?"
    21:22 Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku."
    21:23 Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: "Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu."

    Hasilnya:
    Hidup dan mati kita ada dalam tangan Tuhan, artinya:
    • Tangan kasih Tuhan mampu memelihara kita di tengah dunia yang sulit.
    • Tangan kasih Tuhan mampu menolong kita, menyelesaikan segala masalah kita, yang mustahil menjadi tidak mustahil.
    • Kita berada dalam pelukan tangan Tuhan, sampai: dimana Tuhan ada, di situ kita juga berada.
      Saat Yesus datang kedua kali, kita duduk makan bersama Dia di awan-awan permai, sampai di tahta Allah selamanya.

      Wahyu 3:20-21
      3:20 Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.
      3:21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.


    Serahkan semua kepada Tuhan. Kita percaya kepada Tuhan.

Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Raya Malang, 03 November 2013 (Minggu Pagi)
    ... Domba. Tuhan mengundang kita dengan Kabar Mempelai. Matius Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru Mempelai datang Songsonglah dia Ada macam pemberitaan firman Kabar Baik firman penginjilan untuk menyelamatkan kehidupan yang berdosa lewat percaya Yesus bertobat baptisan air dan Roh Kudus. nbsp Kabar Mempelai firman pengajaran yang benar firman yang lebih ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 29 Agustus 2016 (Senin Sore)
    ... Lalu kata orang itu kepada-Nya Guru semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku. Tentang jawaban Yesus yang pertama orang kaya ini menanggapi bahwa ia sudah menuruti semuanya berarti ia sudah mengasihi sesama seperti diri sendiri. Tetapi masih ada jawaban kedua. Markus . Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 14 Agustus 2011 (Minggu Sore)
    ... pelayanan seorang yang beribadah dan melayani Tuhan. Keluaran . Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel. Sebenarnya imam dan raja adalah umat Israel asli dan keturunannya secara daging umat pilihan Tuhan . Secara jalur keturunan bangsa kafir tidak bisa menjadi ...
  • Ibadah KKR Palangkaraya V, 26 Februari 2009 (Kamis Sore)
    ... orang berdosa dengan darahNya. Jadi kita diselamatkan oleh darah Yesus. Orang-orang yang sudah diselamatkan oleh darah Yesus inilah yang disebut dengan saudara dalam Kristus satu darah Yesus . Jadi Firman Penginjilan baru membawa kita sampai pada kasih persaudaraan. Karena itu ada Firman Pengajaran yang memberitakan tentang kemuliaan Kristus. Korintus - Firman pengajaran adalah ...
  • Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 16 Agustus 2016 (Selasa Malam)
    ... gurun. Mungkin sekarang kita juga dalam keadaan terjepit. Apa pun halangan dalam pengikutan kepada Tuhan jalan yang tepat adalah jalan ke depan. Jangan mundur jangan ke kiri atau ke kanan. Jalan ke depan sama dengan masuk ke laut yaitu masuk pengalaman kematian bersama Tuhan sama dengan menyerah sepenuh kepada Tuhan. ...
  • Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 14 Maret 2017 (Selasa Pagi)
    ... mengetahui bahwa Akulah TUHAN Allahmu yang membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir. Dan Aku akan membawa kamu ke negeri yang dengan sumpah telah Kujanjikan memberikannya kepada Abraham Ishak dan Yakub dan Aku akan memberikannya kepadamu untuk menjadi milikmu Akulah TUHAN. Keluaran - terjemahan lama Sebab itu katakanlah kepada bani ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 23 November 2009 (Senin Sore)
    ... kita terhadap Firman pengajaran yang benar akan menentukan nasib kita nantinya apakah terangkat atau tertinggal. Contohnya adalah Maria dan Marta. Lukas - Dipisahkan disini berdasarkan sikap terhadap pengajaran yang benar. Marta sibuk melayani Tuhan tapi tidak mendengarkan Firman perkataan Yesus melayani tanpa Firman yang benar. Praktiknya tidak menempatkan Yesus sebagai ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 15 Juni 2021 (Selasa Sore)
    ... tiga macam ibadah pokok. Pelita Emas yaitu ketekunan dalam Ibadah Raya persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia Roh Kudus. Meja Roti Sajian yaitu ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab amp Perjamuan Suci persekutuan dengan Anak Allah di dalam Firman Pengajaran yang benar dan korban Kristus. Mezbah Dupa ...
  • Ibadah Raya Malang, 23 Maret 2014 (Minggu Pagi)
    ... berlilitkan ikat pinggang dari emas. ad. . Bisa mendengar dan melihat suara sangkakala yang nyaring. Sangkakala yang nyaring bunyinya adalah firman penggembalaan yang mengandung bobot firman pengajaran yang benar yang keras yang lebih tajam dari pedang bermata dua yang dipercayakan Tuhan kepada seorang gembala untuk disampaikan pada sidang jemaat dengan setia teratur ...
  • Ibadah Doa Malang, 03 Mei 2018 (Kamis Sore)
    ... Roh Kudus. Firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh Kudus mampu menyucikan kehidupan kita. Matius Berbahagialah orang yang suci hatinya karena mereka akan melihat Allah. Jika hati suci maka kita bisa melihat Tuhan. Jadi doa penyembahan yang benar yang dilakukan dari hati yang suci membuat kita bisa melihat wajah Yesus yang bersinar ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.