Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Matius 28= menunjuk pada Shekina Glory(sinar kemuliaan atau kuasa kebangkitan Tuhan). Dibalik kematian/salib, PASTIada sinar kemuliaan Tuhan untuk menyinari kehidupan kita.

Matius 28 terbagi menjadi 3 bagian:

  1. ay. 1-10= tentang kebangkitan Yesusatau sinar kemuliaan menyinari hati yang keras(batu yang besar terguling), sehingga terjadi pembaharuan(sudah diterangkan mulai dariIbadah Raya Surabaya, 23 September 2012).

  2. ay. 11-15= dusta mahkamah agama= penyebaran kegelapan.
    Sementara ada sinar kemuliaan, kegelapan menyusup di dalamnya (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 28 November 2012).

  3. ay. 16-20= perintah untuk memberitakan injil= penyebaran terang shekina gloryatau sinar kemuliaan (mulai diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 06 Januari 2013).

Malam ini, kita masih membahas bagian ketiga(PENYEBARAN TERANG SHEKINA GLORY).

Matius 28: 18-20
28:18. Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah
diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
28:19. Karena itu
pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Kudan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
28:20. dan
ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Penyebaran sinar kemuliaan= kita dipakai dalam kegerakan besar sesuai dengan amanat agung Tuhan.

2 macam kegerakan besaryang sesuai dengan amanat agung Tuhan:

  1. ay. 19= 'pergilah, jadikanlahsemua bangsa murid-Ku'= kegerakan Roh Kudus hujan awal= kegerakan dalam injil keselamatan.

  2. ay. 20= 'ajarlahmereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu'= kegerakan Roh Kudus hujan akhir= kegerakan dalam cahaya injil tentang kemuliaan Kristus= Firman pengajaran= kabar mempelai.

Malam ini, kita masih membahas ayat 19 (mulai diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 20 Januari 2013).

Injil keselamatan= Firman penginjilan= kabar baik= untuk membawa orang berdosa supaya diselamatkan lewat BAPTISAN AIR.

ay. 18= ay. 18= 'diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi'= baptisan air adalah amanat agungTuhan yang mempunyai kekuatan hukumdi bumi dan Surga, sehingga tidak bisa diganggu gugat dan dibatalkan oleh apapun.

Kalau melakukan perintah Tuhan, berarti selamat. Kalau menolak perintah, berarti tidak selamat (mendapat hukuman dari Tuhan).

Roma 6: 4
6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisandalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

Baptisan air yang benar:

  1. kita yang sudah mati bagi dosa, dikuburkan dalam air bersama dengan Yesus,
  2. kita dibaptis dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus, yaitu Tuhan Yesus Kristus,
  3. kita keluar dari air dan mendapatkan hidup yang baru (mengalami pembaharuan demi pembaharuansampai menjadi sama mulia dengan Yesus untuk masuk Yerusalem Baru).

Sebab itu, kita harus SUNGGUH-SUNGGUH DALAM BAPTISAN AIR.
Kalau baptisan air salah, maka langit tidak terbuka.

3 macam pembaharuan dalam baptisan air:

  1. 1 Petrus 3: 20-21
    3:20. yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
    3:21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu
    baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baikkepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,

    Yang pertama: pembaharuan hati nurani(hati harus dibaharui lebih dahulu).

    Pembaharuan hati nurani ini dikaitkan dengan jaman Nuh.

    Kejadian 6: 5-6
    6:5. Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatansemata-mata,
    6:6. maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.

    Pada jaman Nuh, hati nurani manusiatermasuk anak-anak Tuhan adalah hati nurani yang cenderung jahat dan najis, sehingga menghasilkan perbuatan-perbuatan yang memilukan hati Tuhan, memedihkan orang tua dan membuat gembala berkeluh kesah, yaitu:

    • perbuatan dosa sampai puncaknya dosa(dosa makan minum dan kawin mengawinkan),

    • Roma 13: 13
      13:13. Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati.

      = perselisihan dan iri hatiyang satu level dengan puncaknya dosa.

      'pesta pora dan kemabukan'= dosa makan minum.
      'percabulan dan hawa nafsu'= dosa kawin mengawinkan.

      Iri hati= tidak menghargai berkat Tuhan, pemakaian Tuhan dan kemurahan Tuhan.

      2 Korintus 12: 20
      12:20. Sebab aku kuatir, bahwa apabila aku datang aku mendapati kamu tidak seperti yang kuinginkan dan kamu mendapati aku tidak seperti yang kamu inginkan. Aku kuatir akan adanya perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, fitnah, bisik-bisikan, keangkuhan, dan kerusuhan.

      Kalau ada perselisihan dan iri hati, akan berlanjut pada dosa lainnya (mulai dengan amarah tanpa sebab sampai menimbulkan perpecahan).
      Dan inilah yang membuat hati Tuhan pilu.

    Kejadian 6: 6-7
    6:6. maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.
    6:7. Berfirmanlah TUHAN: "
    Aku akan menghapuskan manusiayang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka."

    = segala perbuatan yang memilukan hati Tuhan, akan menarik hukuman Tuhanatas kehidupan kita, untuk membersihkan dunia.

    Jadi, kalau kita ada dalam dosasampai puncaknya dosa dan ada perselisihan/iri hati, maka tinggal waktu, kita akan dihapus sampai bersih, bahkan sampai menghapus keselamatan kita.

    Karena itu, kita perlu masuk dalam baptisan airuntuk mengubah hati nurani yang cenderung jahat menjadi hati nurani yang baik.

    1 Tawarikh 29: 14, 18,-19
    29:14. Sebab siapakah aku ini dan siapakah bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini? Sebab dari pada-Mulah segala-galanya dan dari tangan-Mu sendirilah persembahan yang kami berikan kepada-Mu.
    29:18. Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, bapa-bapa kami, peliharalah untuk selama-lamanya
    kecenderungan hatiumat-Mu yang demikian ini dan tetaplah tujukan hati mereka kepada-Mu.
    29:19. Dan kepada Salomo, anakku, berikanlah hati yang tulus sehingga ia berpegang pada segala perintah-Mu dan peringatan-Mu dan ketetapan-Mu, melakukan segala-galanya dan mendirikan bait yang persiapannya telah kulakukan."


    Hati nurani yang baikadalah hati yang cenderung untuk memberidengan sukarela.
    'memberi'= perbuatan kebajikan, dimulai dengan memberi perpuluhan dan persembahan khusus.

    Persembahan khusus= untuk pembangunan tubuh Kristus.
    Setelah itu, kita juga memberi pada sesama anggota tubuh Kristus yang membutuhkan. Setelah itu, barulah kita bisa memberikan seluruh hidupkita kepada Tuhan.

    2 Korintus 9: 7-8
    9:7. Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.
    9:8. Dan Allah sanggup
    melimpahkan segala kasih karuniakepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatudan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.

    Kalau hati kita cenderung memberi dengan sukarela dan sukacita, maka Alllah sanggup melimpahkan kasih karunia, untuk:

    • ay. 8= 'berkecukupan di dalam segala sesuatu'= memelihara hidup kita sampai bisa mengucap syukur (berkelimpahan).
    • 'berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan'= kelebihan dalam pelbagai kebajikan.

    Perbuatan kebajikan inilah yang akan menjadi jubah mempelai bagi kita.

    Wahyu 19: 8

    19:8. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)

    (terjemahan lama)
    19:8. Maka dikaruniakanlah kepadanya supaya ia boleh menghiasi dirinya dengan kain kasa halus yang bercahaya dan bersih; karena kain kasa halus itulah ibarat segala
    kebajikanorang-orang suci itu."

  1. Matius 3: 7-8
    3:7. Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?
    3:8. Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.

    Yang kedua: pembaharuan karakter/tabiat.

    Disini, karakter orang Israel adalah seperti ular beludak / ular tedung.

    Bilangan 21: 4-6
    21:4. Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan.
    21:5. Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: "Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan
    makanan hambar ini kami telah muak."
    21:6. Lalu TUHAN menyuruh
    ular-ular tedungke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati.

    = tabiat ular tedung adalah muak terhadap manna.

    'manna'= roti malaikat.
    'roti'= Firman.
    'malaikat'= gembala.

    Firman penggembalaan= Firman yang disampaikan oleh seoranggembala sampai mendarah daging dan menjadi makanan.

    Karakter ular beludak=

    • untuk orang Israel: muak terhadap Firman penggembalaan, sehingga mati rohani sampai kebinasaan.

      Matius 15: 22, 24-28
      15:22. Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita."
      15:24. Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
      15:25. Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku."
      15:26. Tetapi Yesus menjawab: "
      Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
      15:27. Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."
      15:28. Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.


      untuk bangsa kafir: sebenarnya tidak layak untuk menerima Firman penggembalaan.

      Akibatnya: hanya senasib dengan anjing, nikah dan buah nikah hancur, sangat menderita sampai binasa selama-lamanya.

      Lewat baptisan air, terjadi pembaharuan karakter. Karakter anjing/ular beludak, diubahkan menjadi karakter dombayang bisa menerima Firman penggembalaan.

      'anjing menjilat remah-remah roti' = sikap membutuhkan Firman, sehingga tidak ada sepatah katapun yang tercecer.

      Sikap yang benar: membenarkan Firman pengajaran yang benar (wanita ini berkata 'benar Tuhan') dan merupakan kesempatan terbesar untuk ditolong.

      Kalau ada kerinduan akan Firman, akan banyak waktu untuk memeriksa diri dan Tangan Tuhan akan memulihkan hidup kita.
      Kalau ada dalam penggembalaan, hidup kita akan aman.

    • 1 Petrus 5: 2
      5:2. Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.

      = melayani dengan terpaksa dan memaksa= menebarkan racun ular beludak.

      Sikap yang benar: melayani dengan sukarela oleh dorongan Firman.

    • melayani dengan mencari keuntungan sendiri.
      Sikap yang benar: melayani dengan rela berkorban apapun juga, kecuali Firman pengajaran benar TIDAK BOLEHdikorbankan.

    Jadi, kita melayani Tuhan dengan tabiat dombayaitu tergembala dengan benar, taat dengar-dengaran pada Firman pengajaran benar, melayani dengan sukarela, pengabdian diri dan menjadi teladan.

    1 Petrus 5: 3-4
    5:3. Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladanbagi kawanan domba itu.
    5:4. Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan
    menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.

    Hasilnya: kita menerima mahkota kemuliaan untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

  1. Wahyu 15: 1-3
    15:1. Dan aku melihat suatu tanda lain di langit, besar dan ajaib: tujuh malaikat dengan tujuh malapetaka terakhir, karena dengan itu berakhirlah murka Allah.
    15:2. Dan aku melihat sesuatu bagaikan
    lautan kaca bercampur api, dan di tepi lautan kaca itu berdiri orang-orang yang telah mengalahkan binatang itu dan patungnya dan bilangan namanya. Pada mereka ada kecapi Allah.
    15:3. Dan mereka
    menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: "Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa!

    'lautan kaca bercampur api'= baptisan air.

    Yang ketiga: pembaharuan lidah.

    Waktu Musa menyeberangi laut Kolsom, setibanya di seberang, mereka juga menyanyikan nyanyian Musa.
    'bangsa Israel masuk laut Kolsom'= masuk dalam baptisan air.

    Keluaran 15: 1
    15:1. Pada waktu itu Musabersama-sama dengan orang Israel menyanyikannyanyian ini bagi TUHAN yang berbunyi: "Baiklah aku menyanyi bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur, kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut.

    Lidah ini digunakan untuk menyanyikan nyanyian Musa dan nyanyian Anak Domba. Itulah nyanyian kemenangan atas setan tritunggal:

    • naga di udara= setan dengan roh durhaka(tidak setia dan tidak dengar-dengaran).
      Efesus 2: 1-2
      2:1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.
      2:2. Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati
      penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.

    • nabi palsu= binatang buas yang keluar dari darat dengan roh dusta dan ajaran palsu.
      Wahyu 13:

      Kalau menang, kita berpegang teguh pada ajaran benar.

    • antikris= binatang buas yang keluar dari laut dengan kekuatan uang/roh jual beli.

      Uang ini merupakan perkara kecil. Tetapi inilah yang sering dikejar, sehingga melupakan perkara besar (pembukaan Firman nubuatan).

      Firman nubuatan adalah sumber segala sesuatu dan pembuka segala sesuatu.

    Filipi 2: 8-11
    2:8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
    2:9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
    2:10. supaya
    dalam nama Yesus bertekuk lututsegala yang ada di langitdan yang ada di atas bumidan yang ada di bawah bumi,
    2:11. dan
    segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

    ay. 11= kalau setan tritunggal dikalahkan, barulah lidah kita bisa memuji Tuhan.

    Yesus harus mati di kayu salib untuk bisa mengalahkan setan tritunggal dan melepaskan kita dari setan tritunggal.

    'yang ada di langit'= naga.
    'yang ada di atas bumi'= nabi palsu.
    'yang ada di bawah bumi'= antikris.

    Kalau baptisan air kita benar, kita mengalami kuasa kemenangan untuk mengalahkan setan tritunggal dan lidah kita hanya untuk memuji/menyembah Tuhan dengan 1 suara 'Haleluya' (suara mempelai).

    Tadi, hatidibaharui mendapakan pakaian.
    Kemudian, karakterdibaharui untuk mendapatkan mahkota.
    Sekarang, lidahdibaharui untuk mendapatkan suara mempelai.

    Lewat kekuatan 1 pengajaran benar dan 1 Kurban Kristus, kita mau disatukan kembali dalam 1 suara 'Haleluya'.

    Ibrani 13: 13, 15
    13:13. Karena itu marilah kita pergi kepada-Nya di luar perkemahan dan menanggung kehinaan-Nya.
    13:15. Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu
    ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.

    'ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya'= lidah yang dibaharui.

    'pergi kepada-Nya di luar perkemahan dan menanggung kehinaan-Nya'= kita bisa menyeru 'Haleluya' kalau kita selalu ingat Kurban Kristus untuk selalu menjaga bibir kitadengan jalan banyak memuji Tuhan, bersaksi dan menyembah Tuhan.

    Mazmur 106: 1
    106:1. Haleluya! Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

    = kita bisa menyeru 'Haleluya', kalau kita selalu ingat kemurahan dan kebaikan Tuhan, sekalipun mungkin keadaan kita belum baik.

    Saat kita menyebut 'Haleluya', Ia ada bersama-sama dengan kita.

    Filipi 4: 6-7
    4:6. Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
    4:7.
    Damai sejahteraAllah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

    = kalau kita berseru 'Haleluya', Raja segala raja turun bersama kita untuk memberikan damai sejahtera, ketenangan dan kebahagiaan Surgasekalipun di tengah penderitaan. Dan ada mujizat Tuhan yang kita alami.

    Mujizat rohani: kita mengalami pembaharuan terus menerus.

    Mujizat jasmani: yang tidak ada menjadi ada, yang mustahil menjadi tidak mustahil.

    Dan saat Ia datang kembali, kita terangkat di awan-awan yang permai. Kita bertemu Tuhan dengan 1 suara 'Haleluya'.

    Wahyu 19: 6-7, 1, 3-4
    19:6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
    19:7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
    19:1. Kemudian dari pada itu aku mendengar seperti suara yang nyaring dari himpunan besar orang banyak di sorga, katanya: "
    Haleluya! Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Allah kita,
    19:3. Dan untuk kedua kalinya mereka berkata: "
    Haleluya! Ya, asapnya naik sampai selama-lamanya."
    19:4. Dan kedua puluh empat tua-tua dan keempat makhluk itu tersungkur dan menyembah Allah yang duduk di atas takhta itu, dan mereka berkata: "Amin,
    Haleluya."

    Di surga berseru 'Haleluya'dan di bumi juga berseru 'Haleluya'.

    Yang penting bagi kita sekarang adalah ada dalam KETENANGAN. Dan mujizat akan terjadi, sampai mujizat terakhir, kita bersama Dia selama-lamanya.

Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 27 Juni 2013 (Kamis Sore)
    ... diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya. Yang penting di sini ialah hikmat barangsiapa yang bijaksana baiklah ia menghitung bilangan binatang itu karena bilangan itu adalah ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja, 22 September 2012 (Sabtu Sore)
    ... gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka. Gembala-gembala mendengar dan melihat segala sesuatu sesuai dengan apa yang diberitakan oleh malaikat. Sekarang artinya kehidupan yang tergembala dapat mendengar dan melihat firman penggembalaan malaikat adalah ...
  • Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 23 Agustus 2016 (Selasa Siang)
    ... Dan pada waktu jaga pagi TUHAN yang di dalam tiang api dan awan itu memandang kepada tentara orang Mesir lalu dikacaukan-Nya tentara orang Mesir itu. Ia membuat roda keretanya berjalan miring dan maju dengan berat sehingga orang Mesir berkata Marilah kita lari meninggalkan orang Israel sebab Tuhanlah yang berperang untuk ...
  • Ibadah Raya Malang, 24 Maret 2013 (Minggu Pagi)
    ... asal melayani. Tahbisan yang benar tidak bisa dipisahkan dengan pakaian pelayanan. Orang telanjang sama dengan hidup dalam dosa sengaja berbuat dosa setuju dengan dosa tidak boleh dan tidak bisa melayani Tuhan. Kehidupan semacam ini sedang melayani diri sendiri dan melayani setan dan sedang menuju kebinasaan. Dalam Keluaran ada bagian pakaian ...
  • Ibadah Persekutuan II Tana Toraja, 12 Februari 2014 (Rabu Pagi)
    ... masih jauh yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita. Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka katanya Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini. 'bagi anak-anakmu' bangsa Israel. 'orang yang masih jauh' bangsa kafir. 'sebanyak yang dipanggil' ada jumlah ...
  • Ibadah Raya Malang, 24 Mei 2009 (Minggu Pagi)
    ... bertemu Yesus dalam Pesta Nikah Anak Domba Wahyu . Manusia masuk ke dunia lewat nikah yang jasmani nanti kita juga akan keluar dari dunia lewat nikah yang rohani nikah yang sempurna Pesta Nikah Anak Domba. Nikah Kristen tidak hanya sampai di dunia tapi sampai mencapai Pesta Nikah Anak Domba. Setelah ...
  • Ibadah Jumat Agung Malang, 03 April 2015 (Jumat Sore)
    ... Kristus ialah Allah. Susunan yang benar adalah Kristus menjadi Kepala dari laki-laki laki-laki kepala dari wanita. Kalau wanita menjadi kepala dari laki-laki berarti Kristus tidak bisa menjadi Kepala dalam ibadah dan rumah tangga. Yang menjadi kepala ialah ular. Ini adalah suatu ketelanjangan dan kehancuran. Pengajaran yang benar yaitu pengajaran mempelai melarang ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 11 Juni 2017 (Minggu Siang)
    ... memelihara minyak urapan Roh Kudus Mazmur . Di sanalah Aku akan menumbuhkan sebuah tanduk bagi Daud Aku akan menyediakan sebuah pelita bagi orang yang Kuurapi. Ini tentang Yesus--tanduk bagi Daud. Kalau kita diurapi maka pelita bisa tetap menyala. Kita harus hidup dalam urapan Roh Kudus memelihara minyak urapan Roh Kudus supaya pelita ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 23 Agustus 2017 (Rabu Sore)
    ... putus asa . kami dianiaya namun tidak ditinggalkan sendirian kami dihempaskan namun tidak binasa. 'harta ini' cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Bagaimana caranya diisi harta sorgawi Lewat mendengar firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua kabar mempelai dalam urapan Roh Kudus ...
  • Ibadah Raya Malang, 15 Oktober 2017 (Minggu Pagi)
    ... kelabu sehingga maut dan kerajaan maut berkuasa atas seperempat bumi untuk membunuh manusia dengan berbagai cara dengan pedang kelaparan sampar binatang buas dll. Ada macam maut yang mengancam setiap langkah hidup manusia Maut kematian jasmani lewat meninggal dunia. Ada macam garis akhir manusia yaitu meninggal dunia atau hidup sampai Tuhan datang ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.