Matius 25:= terkena pada tongkat Harun y ang bertunas, berbunga dan berbuah.
Tongkat= kayu yang mati, yaitu manusia daging yang mati dalam dosa, hancur hidupnya sampai binasa untuk selama-lamanya.
Kalau tongkat yang mati ini diletakkan di hadapan Tuhan, maka tongkat ini bisa bertunas, berbunga dan berbuah. Artinya: kalau manusia daging yang berdosa ini menerima kuasa Roh Kudus atau Roh Kemuliaan, maka akan jadi hidup (bertunas), berguna (berbunga) dan jadi sama mulia dengan Tuhan (berbuah).
Dalam Matius 25, Yesus tampil dalam Roh Kemuliaan untuk mengangkat manusia daging yang mati dan binasa untuk jadi sama mulia dengan Dia.
3 kali penampilan Yesus dalam kemuliaan:
- Matius 25: 14-30= Penampilan Yesus sebagai Tuhan di atas segala tuanatau sebagai Imam Besar yang setia dan benar.
Yesus tampil sebagai Imam Besar untuk mengangkat kita menjadi imam-imam (kehidupan yang beribadah dan melayani Tuhan, memiliki jabatan pelayanan).
Apapun keadaan kita, kalau kita bisa menerima penampilan Yesus sebagai Imam Besar, maka Dia berkuasa untuk mengangkat kita jadi imam-imam.
Proses jadi imam-imam(Lukas 6: 12-13): - dipanggil= diselamatkan (Pelataran Tabernakel).
Kalau kita sudah dipanggil dan hidup dalam kebenaran, maka kita sudah bertunas dan ada harapan. Sebab itu, jangan mempertahankan yang tidak benar. - dipilih= disucikan dan digembalakan (Ruangan Suci).
- ditetapkanjabatan pelayanan= diberikan jabatan pelayanan.
Matius 25: 21
Yang dituntut dari seorang imam adalah setia dan benar.
Yesaya 11: 5
Yeremia 2: 32
Setia dan benar= berikat pinggang= dalam urapan Roh Kudus.
Ikat pinggang ini juga merupakan perhiasan mempelai. Setia dan benar ini harus berjalan bersama-sama. Tidak bisa kalau hanya setia saja atau hanya benar saja.
Lukas 17: 8
Imam yang melayani Tuhan dengan ikat pinggang, itu bagaikan memberi makan minum Tuhan sampai selesai= memuaskan Tuhan. Dan Tuhan juga akan memuaskan kehidupan kita.
Jadi, urusan kita sebagai imam adalah melayani Tuhan dengan ikat pinggang (dengan setia dan benar). Maka, urusan makan minum adalah urusan Tuhan. Artinya: sekalipun dunia ini semakin sulit, maka Tuhan mampu memelihara hidup kita, membahagiakan dan menghiasi masa depan kita menjadi lebih indah, lebih rapi sampai jadi Mempelai Wanita Tuhan.
- Matius 25: 31-46= Penampilan Yesus sebagai Raja di atas segala raja. Tujuannya untuk mengangkat manusia daging ini menjadi raja-raja.
Raja ini bukan dilihat dari kaya miskinnya, tapi artinya: - kehidupan yang penuh belas kasihankepada sesama anggota tubuh Kristus yang membutuhkan= memberi dan mengunjungi.
Memberi dan mengunjungi ini bisa secara jasmani dan juga secara rohani (kebaktian kunjungan yang Tuhan percayakan kepada kita).
Kalau kita tidak mau memberi dan mengunjungi, maka itu akan dituntut oleh Tuhan dari kehidupan kita.
Jaga supaya kepercayaan Tuhan itu tidak dialihkan dari kita!
- Mazmur 20: 7, 10= orang-orang yang selalu berkemenangan.
Syarat supaya kita bisa selalu menang adalah taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara seperti Tuhan Yesus, apapun resiko yang harus kita tanggung.
Filipi 2: 8-11
Dalam ketaatan, ada kuasa Nama Tuhan untuk mengalahkan setan tritunggal yang merupakan sumbernya pencobaan.
Dalam pencobaan, jangan sampai kalah. Justru kita harus menunjukkan bahwa kita adalah raja.
Mazmur 20: 10
Kalau sudah menang atas setan tritunggal, doa kita akan dijawab oleh Tuhan dan mujizat terjadi sampai kita bisa menyembah Tuhan sampai pada puncaknya penyembahan (Wahyu 19: 6). Tidak semua doa dijawab. Hanya doa orang yang taat yang dijawab. Tidak semua bisa menyembah Tuhan, hanya orang yang menang yang bisa menyembah Tuhan.
Jadi, kita dari manusia daging yang hancur dan binasa, di hadapan Tuhan, kita diangkat jadi imam-imam dan raja-raja (imamat rajani), sebab Tuhan tidak menghendaki imam yang kalah, tapi imam yang selalu berkemenangan.
Wahyu 3: 21
- Matius 25: 1-13= Penampilan Yesus sebagai Mempelai Pria Surgayang siap sedia untuk mengangkat manusia daging menjadi mempelai wanita yang siap sedia.
Mempelai wanita yang siap sedia adalah mempelai wanita yang memiliki pelita yang tetap menyala (terang kemuliaan), tidak berada dalam kegelapan. Ini mempelai wanita yang dicari oleh Tuhan.
Syarat supaya pelita tetap menyala:
- harus memiliki minyak persediaan. Artinya: kehidupan yang dipenuhkan oleh Roh Kudus dan meluap-luap dalam Roh Kudus.
- sumbu harus rela terbakar. Artinya: rela menerima percikan darah.
Selain minyak meluap-luap, juga harus ada sengsara daging. Sumbu yang tadinya putih, harus rela terbakar menjadi hitam.
Tapi selama ada minyak, sumbu itu tidak akan hancur, tapi akan tetap menyala. Inilah kekuatan kita.
2 Korintus 4: 16-17= percikan darah.
Mengapa Tuhan ijinkan terjadi percikan darah? Supaya bisa menghasilkan kemuliaan Tuhan. Itulah pembaharuan hidup. Tongkat yang kering dan hancur bisa menjadi tongkat yang bertunas, berbunga dan berbuah.
Dibalik salib, ada Roh Kemuliaan!Apa yang dibaharui? HATI. Hati manusia yang mudah rapuh (keras), kecewa, putus asa diubahkan menjadi hati yang kuat dan teguh hati.
Tidak tawar hati= kuat dan teguh hati merupakan permulaan pembaharuan. Kalau kuat dan teguh hati, itu bagaikan pelita yang menyala.
Kuat dan teguh hati, artinya:
- tetap berpegang teguh pada Firman pengajaran yang benar, apapun resikonya.
- tidak mau berbuat dosa, tetap hidup dalam kebenaran, sekalipun ada kesempatan/keuntungan atau ancaman.
- tidak kecewa atau putus asa apapun yang dihadapi, tapi tetap percaya dan mempercayakan diri sepenuh pada Tuhan.
Hasil kuat dan teguh hati:
- 1 Tawarikh 19: 13= Tuhan menjadikan semua baik dalam hidup kita.
- 1 Tawarikh 28: 20= Tuhan menjadikan semuanya selesai tepat pada waktunya.
Secara jasmani, segala masalah diselesaikan tepat pada waktunya.
Secara rohani, hidup kita disucikan dan diubahkan sampai sama mulia dengan Tuhan, jadi tubuh Kristus yang sempurna.
Apapun yang kita hadapi, jangan sampai berlarut-larut, tapi biarlah kita tetap kuat dan teguh hati. - Mazmur 27: 14= kita bisa menantikan kedatangan Tuhan yang kedua kalinya dan bisa terangkat bersama Dia.
Pergumulan Tuhan untuk menjadikan semua baik terjadi di kayu salib saat Ia berseru "semua sudah selesai".
Tuhan memberkati.