Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 21:12
21:12 Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel.

Tembok Yerusalem baru besar lagi tinggi, menunjuk keagungan, kebesaran, kewibawaan dari Yesus yang ada di dalam mempelai wanita Surga sehingga bisa selalu memuliakan Tuhan.

Proses pembangunan tembok Yerusalem baru:
  1. Harus merubuhkan tembok pemisah yaitu perseteruan.
    Efesus 2:13-16
    2:13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.
    2:14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,
    2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,
    2:16 dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.

    Ada dua hal yang menjadi tembok pemisah/ perseteruan antara bangsa Israel dan kafir sehingga tidak bisa menyatu:
    • Hukum Taurat.
      Bangsa Israel punya hukum Taurat tapi tidak bisa melakukan. Bangsa kafir hidup di luar hukum Taurat.

    • Kusta.
      Lukas 17:11-12
      17:11 Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea.
      17:12 Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh

      Perbatasan = tembok pemisah yaitu kusta rohani, artinya:
      • Dosa kejahatan. Contoh: Gehazi ingin akan uang sehingga terkena kusta [2 Raja-raja 5:27].
      • Dosa kenajisan [Imamat 13:45]. Ini sama dengan dosa Babel.
      • Dosa kebenaran diri sendiri: menyalahkan orang benar, membenarkan yang salah.

    Bagaimana cara merubuhkan tembok pemisah antara Israel dan kafir?
    • Yesus harus rela mati di kayu salib untuk menggenapkan hukum Taurat.
      Matius 5:17
      5:17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

      Sehingga bangsa Israel dan kafir yang percaya kepada Yesus bisa menggenapkan Taurat di dalam korban Kristus. Maka keduanya bisa disatukan

    • Yesus harus rela mati di kayu salib untuk menanggung dosa manusia.
      Roma 3:23-24
      3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,
      3:24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

      Yesus menebus/ melepaskan kita dari dosa dan membenarkan kita sehingga kita bisa hidup dalam kebenaran.

      Semua manusia sudah berbuat dosa, artinya:
      • Bangsa Israel berbuat dosa karena melanggar hukum Taurat.
      • Bangsa kafir berbuat dosa karena tidak punya hukum Taurat.

      Jika Israel dan kafir percaya kepada Yesus, maka kita bisa berdamai, saling mengaku dan saling mengampuni.
      Kita bisa mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi, bertobat.

      Yohanes 3:5
      3:5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

      Kita mati terhadap dosa, lanjut masuk baptisan air dan baptisan Roh Kudus. Maka pintu Sorga terbuka, kita mendapat hidup baru, hidup dalam urapan Roh Kudus, sehingga bisa hidup dalam kebenaran. Kita menjadi satu tubuh Kristus yang diselamatkan dan diberkati oleh Tuhan.

  2. Membangun dasar.
    Wahyu 21:14
    21:14 Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu.

    12 rasul sekarang menunjuk pengajaran rasul-rasul dalam perjanjian baru yang merupakan kegenapan dari nubuat nabi-nabi dalam perjanjian lama. Perjanjian lama+perjanjian baru = firman pengajaran benar yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

    Kita harus beralih dari penginjilan (keselamatan) menuju pengajaran (kesucian dan kesempurnaan).

    Ibrani 4:12-13
    4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
    4:13 Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

    Pedang firman sanggup untuk menyucikan seluruh hidup kita:
    • Mulai dari hati pikiran yang terdalam (= dasar yang dalam, tidak ada orang yang tahu).
      Markus 7:21-23
      7:21 sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan(1), pencurian(2), pembunuhan(3),
      7:22 perzinahan(4), keserakahan(5), kejahatan(6), kelicikan(7), hawa nafsu(8), iri hati(9), hujat(10), kesombongan(11), kebebalan(12).
      7:23 Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

      Hati pikiran manusia berisi 12 keinginan jahat, najis, pahit yang membuat bebal, tidak bisa dinasihati/ ditegor. Jika disucikan oleh pedang firman, akan diisi 12 roti yang disusun menjadi dua susun = 66 buku dalam Alkitab (perjanjian lama dan perjanjian baru) sehingga menjadi hati yang suci, sampai murni.

    • Perbuatan dosa sampai puncak dosa (= kejatuhan terdalam): dosa makan-minum (merokok, mabuk, narkoba) dan kawin-mengawinkan (percabulan, tontonan yang tidak baik, perselingkuhan, nikah yang salah). Ini disucikan menjadi dasar yang terdalam.

    • Perkataan sia-sia: dusta, gosip, fitnah (benar jadi salah, salah jadi benar), hujat. Ini disucikan menjadi perkataan benar, suci, baik sampai tidak ada dusta = dasar yang paling kuat/ dalam.

      Jika berdusta = kejatuhan yang terdalam, sehingga tidak bisa tertolong.

    Maka kita bisa hidup dalam kesucian = mempunyai dasar yang kokoh/ kuat. Kita bisa mempertanggungjawabkan hidup kita di hadapan Tuhan.

    Efesus 4:7,11-12
    4:7 Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.
    4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Kita diperlengkapi karunia dan jabatan (= jubah indah) untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus, mulai dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, dst. Hidup kita menjadi indah.

    Yudas Iskariot, seorang rasul, melayani dengan tidak suci, mempertahankan dosa kejahatan (cinta uang) dan berdusta sehingga tidak punya dasar, temboknya rubuh, hidupnya tidak indah, perutnya pecah, hancur, binasa.

  3. Membangun tembok Yerusalem yang besar lagi tinggi.
    Wahyu 21:12
    21:12 Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel.

    Ini sama dengan mempelai wanita yang memiliki kebesaran, keagungan, kewibawaan dari Yesus sehingga bisa memuliakan Tuhan mulai di dunia sampai selama-lamanya.

    1 Petrus 2:9-10
    2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
    2:10 kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

    Ini sama dengan gereja Tuhan yang terdiri dari batu hidup, imam dan raja yang benar dan suci sehingga bisa bersaksi tentang terang keubahan hidup. Kita bisa menyinarkan terang kepada sesama yang hidup dalam kegelapan supaya berpindah kepada terang-Nya yang ajaib.

    2 Timotius 3:1-5
    3:1 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
    3:2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri(1)dan menjadi hamba uang(2). Mereka akan membual(3)dan menyombongkan diri(4), mereka akan menjadi pemfitnah(5), mereka akan berontak terhadap orang tua(6)dan tidak tahu berterima kasih(7), tidak mempedulikan agama(8),
    3:3 tidak tahu mengasihi(9), tidak mau berdamai(10), suka menjelekkan orang(11), tidak dapat mengekang diri(12), garang(13), tidak suka yang baik(14),
    3:4 suka mengkhianat(15), tidak berpikir panjang(16), berlagak tahu(17), lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah(18).
    3:5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

    Namun sayang, ada yang sudah beribadah melayani namun tidak berubah hidupnya, tetap mempertahankan 18 sifat tabiat daging sehingga dicap 666 oleh antikris, menjadi sama dengan antikris yang akan dibinasakan.

    Amsal 24:30-31
    24:30 Aku melalui ladang seorang pemalas dan kebun anggur orang yang tidak berakal budi.
    24:31 Lihatlah, semua itu ditumbuhi onak, tanahnya tertutup dengan jeruju, dan temboknya sudah roboh.

    Ini sama dengan tembok yang roboh.

    Ini terjadi karena menolak kuasa ibadah yaitu pedang firman (lebih senang mendengar gosip, ajaran palsu) dan salib (tidak mau menderita karena Yesus) = menolak ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci.

    Oleh sebab itu, dalam setiap ibadah pelayanan kita harus mengutamakan pedang firman dan korban Kristus, terutama dalam kebaktian pendalaman Alkitab dan perjamuan suci. Ini merupakan persiapan untuk membangun tembok Yerusalem baru. Maka firman mendarah-daging dalam hidup kita sehingga kita mengalami penyucian, keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, yaitu taat dan setia sampai garis akhir.

    Wahyu 3:7-8
    3:7 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.
    3:8 Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.

    Kita mendapat kunci Daud yang sanggup membuka pintu-pintu.

    1 Samuel 17:45
    17:45 Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.

    Hasilnya adalah membuka pintu Surga bagi kita:
    • Pintu penggembalaan.
      Mazmur 23:1,6
      23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
      23:6 Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

      Kita bisa tergembala dengan benar dan baik, selalu berada dalam kandang penggembalaan, ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok.

    • Keubahan hidup.
      Kemurahan dan kebaikan Tuhan sanggup mengubahkan kehidupan kita.

      Daud jahat dan najis, membunuh Uria dan mengambil istrinya. Tetapi Daud bisa sadar akan dosa oleh pemberitaan firman pengajaran yang keras, bisa bertobat, hidup benar.

    • Hujan kemurahan kebaikan Tuhan sanggup memelihara hidup kita di tengah kekeringan dunia.
      Ulangan 11:13-14
      11:13 Jika kamu dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, sehingga kamu mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu,
      11:14 maka Ia akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir, sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu,

      Melindungi kita dari dosa dan ajaran palsu, sehingga kita tetap hidup benar, suci, tetap dipakai Tuhan untuk kemuliaan Tuhan.

    • Pintu kemenangan.
      Kemurahan dan kebaikan Tuhan sanggup menyelesaikan semua masalah mustahil dalam hidup kita, memberi masa depan berhasil dan indah pada waktunya.

      Sampai sempurna untuk layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali, menjadi tembok Yerusalem baru.


Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Kunjungan Ciawi I, 27 Juli 2010 (Selasa Sore)
    ... kegelapan dosa sampai puncaknya dosa. Bagaimana kita bisa terlepas dari kegelapan dosa Dari diri kita sendiri tidak akan mampu terlepas dari dosa. Satu-satunya jalan adalah lewat TUHAN MENERANGI menyinarkan terang kepada manusia dalam kegelapan dosa. macam terang yang Tuhan sinarkan dikaitkan dengan tabernakel terang kebenaran keselamatan. Yesaya . Bangsa yang berjalan di dalam ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 02 Desember 2023 (Sabtu Sore)
    ... Yahudi sama dengan nubuat tentang Antikris yang berkuasa di bumi tiga setengah tahun. Lukas - . Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu Sebab akan datang kesesakan yang dahsyat atas seluruh negeri dan murka atas bangsa ini . dan mereka akan tewas oleh mata pedang dan ...
  • Ibadah Jumat Agung Surabaya, 03 April 2015 (Jumat Pagi)
    ... bagimu yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku. 'menuruti firman-Ku' taat. 'tidak menyangkal nama-Ku' setia. Jadi Yesus memegang kunci Daud untuk membukakan pintu-pintu bagi kita yang taat dan setia yang tidak bisa ditutup oleh siapapun dan oleh apapun ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 23 Oktober 2013 (Rabu Sore)
    ... kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan dan mereka memberikannya kepada orang banyak. Mereka juga mempunyai beberapa ikan dan sesudah mengucap berkat atasnya Ia menyuruh supaya ikan itu juga dibagi-bagikan. Dan mereka makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa sebanyak tujuh bakul. Yang pertama adalah pemecahan roti yang kedua itulah tujuh ...
  • Ibadah Raya Malang, 9 Oktober 2011 (Pagi)
    ... melayani dengan baik selama dirinya sendiri masih memikul beban berat. Imam seorang yang memangku jabatan pelayanan kepada Tuhan. Memangku jabatan berarti tidak bisa seenaknya kadang masuk - kadang tidak masuk. Imam seorang yang beribadah dan melayani Tuhan. Siapa sebenarnya kehidupan yang bisa beribadah dan melayani Tuhan Keluaran Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam ...
  • Ibadah Paskah Persekutuan Surabaya, 20 April 2022 (Rabu Malam)
    ... di taman Eden--semuanya ada-- tetapi tetap takut karena ada dosa. Karena gembala takut domba-domba keluar dari kandang penggembalaan. Ia takut karena menganggap domba-dombanya sebagai miliknya sendiri bukan milik Tuhan. Gembala hanya dipercaya. Kalau kepercayaan Tuhan sudah selesai dombanya harus berpindah harus direlakan. Ada musuh-musuh kegoncangan angin ribut dan gelombang di lautan ...
  • Ibadah Doa Malang, 14 Oktober 2021 (Kamis Sore)
    ... manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu. . Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta mereka tidak bercela. Ada tujuh fakta pengikutan terhadap Yesus sampai ke bukit Sion Bagaikan desau air bah tidak bisa dibendung diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang Agustus sampai Ibadah Doa Malang ...
  • Ibadah Raya Malang, 27 April 2014 (Minggu Pagi)
    ... nyala api. Sejak Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru Tuhan selalu bekerja dengan nyala api untuk menyucikan hamba Tuhan atau pelayan Tuhan sehingga berkenan kepada Tuhan. Contoh dalam Perjanjian Lama adalah Musa. Musa adalah seorang yang pandai kaya punya kedudukan punya potensi di dunia. Keluaran - Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 08 November 2015 (Minggu Sore)
    ... Akibatnya jemaat Laodikia dimuntahkan artinya terpisah selamanya dari TUHAN kalau dimuntahkan tidak mungkin diambil lagi binasa. Dibakar Matius sekam untuk dibakar binasa selamanya. Hanya luar terus yang dalamnya tidak mau Nanti akan dibakar selama-lamanya. Yesaya - . Wahai Ributnya banyak bangsa-bangsa mereka ribut seperti ombak laut menderu Gaduhnya suku-suku bangsa mereka ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 Juli 2010 (Kamis Sore)
    ... untuk bertobat. Petrus . Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian tetapi Ia sabar terhadap kamu karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. Seharusnya kalau Tuhan belum datang kita harus berjaga-jaga dan bertobat. Lalai tidak mau bertobat tidak ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.