Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 16: 1-9 Perikop: perumpamaan tentang bendahara yang tidak jujur.

Bendahara menunjuk pada pelayan Tuhan, yaitu setiap pribadi yang dipercaya sebagai penanggung jawab harta benda milik Tuhan baik secara jasmani maupun rohani sampai kerajaan sorga yang kekal.

Tetapi di sini ada bendahara yang tidak jujur, yaitu setiap pelayan Tuhan yang hidupnya bergantung pada perkara jasmani/uang sehingga memiliki tabiat daging yaitu:

  • Boros--'menghamburkan milik tuannya'.
    Lukas 16: 1
    16:1.Dan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya.


  • Tidak jujur.
    Lukas 16: 8
    16:8.Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujuritu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.


  • Cerdik.
  • Melekat pada uang; cinta akan uang.
    Lukas 16: 9
    16:9.Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamonyang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi."

Sekarang ibadah pelayanan di rumah Tuhan dihargai dengan uang, sehingga rumah Tuhan benar-benar menjadi sarang penyamun yang hanya menerima cambukan sampai hukuman dari Tuhan.

Oleh sebab itu kita sebagai imam harus bergantung pada Tuhan/firman Tuhan--di cerita ini bergantung pada minyak dan gandum rohani.
Minyak menunjuk pada Roh Kudus.
Gandum menunjuk pada firman Tuhan.

Firman Tuhan dan Roh Kudus sanggup menyucikan kita sehingga mendorong kita untuk menyembah Tuhan--kita mengalami perobekan daging dari segala tabiat daging yang tidak baik, yaitu:

  1. Boros (diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja, 08 Agustus 2020).
  2. Tidak jujur (diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja, 15 Agustus 2020).
  3. Cerdik (diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja, 22 Agustus 2020); hanya cerdik seperti ular tetapi tidak tulus.

AD. 3
Lukas 16: 8
16:8.Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.

'tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik', artinya Tuhan memuji pelayan Tuhan yang bergantung pada uang, yaitu sama dengan orang dunia cerdik/pandai menggunakan kesempatan sekecil apapun untuk mendapatkan perkara-perkara dunia dengan menghalalkan segala cara.
Yang Tuhan puji adalah perjuangannya untuk dapat perkara dunia sampai mengorbankan yang rohani, sehingga binasa selamanya.
Kalau anak-anak Tuhan perjuangannya seperti itu untuk mendapatkan perkara sorga, luar biasa.

Jika pelayan Tuhan bergantung pada Tuhan, kita akan mengalami perobekan daging dari tabiat cerdik seperti ular tetapi tidak tulus seperti merpati menjadi cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.

Praktiknya: bisa menggunakan kesempatan sekecil apapun bahkan yang sudah mustahil untuk mendapatkan perkara sorgasampai masuk kerajaan sorga sekalipun harus mengorbankan perkara jasmani. Ini adalah salah satu kehendak Tuhan yaitu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.

Contoh: bangsa kafir menggunakan kesempatan sekecil apapun untuk jadi dombanya Tuhan.
Matius 15: 25-28
15:25.Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku."
15:26.Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
15:27. Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."
15:28. Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

  1. Bangsa kafir menggunakan kesempatan sekecil apapun untuk selamat.
    Matius 19: 21-26
    19:21.Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."
    19:22.Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.
    19:23.Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
    19:24.Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarumdari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."
    19:25.Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?"
    19:26.Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."

    Orang muda yang kaya dan baik ini seorang Israel asli, berhasil dan hebat secara dunia, tetapi sayang, ia terikat akan uang yang membuat kikir dan serakah; hidupnya bergantung pada uang, sehingga tidak mau menggunakan kesempatan yang baik untuk terlepas dari dosa.
    Kikir= tidak bisa memberi.
    Serakah= mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.

    Akibatnya: sedih, susah payah, letih lesu, beban berat, air mata, kecewa, putus asa, sampai binasa selamanya--gagal di tengah keberhasilan jasmani. Ironis!
    Ini akibatnya kalau kita bergantung pada uang.

    Kekerasan hati orang Israel ini digunakan sebaik-baiknya oleh bangsa kafir yang mau menggunakan kesempatan sekecil apapun untuk terlepas dari dosa, supaya selamat sampai hidup kekal.
    Kisah Rasul 16: 27-34
    16:27.Ketika kepala penjara itu terjaga dari tidurnya dan melihat pintu-pintu penjara terbuka, ia menghunus pedangnya hendak membunuh diri, karena ia menyangka, bahwa orang-orang hukuman itu telah melarikan diri.
    16:28.Tetapi Paulus berseru dengan suara nyaring, katanya: "Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!"
    16:29.Kepala penjara itu menyuruh membawa suluh, lalu berlari masuk dan dengan gemetar tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas.
    16:30.Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata: "Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?"
    16:31.Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu."
    16:32.Lalu mereka memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya.
    16:33.Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis.
    16:34.Lalu ia membawa mereka ke rumahnya dan menghidangkan makanan kepada mereka. Dan ia sangat bergembira, bahwa ia dan seisi rumahnya telah menjadi percaya kepada Allah.

    'apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?'= orang kafir mencari selamat, tetapi orang Israel membuangnya karena uang. Inilah bangsa kafir yang cerdik seperti ular tetapi tulus seperti merpati.

    Hati-hati, jangan membuang keselamatan karena uang, kedudukan, jodoh!
    Jika bangsa kafir tetap terikat oleh dosa-dosa kekafiran, itu sama dengan bunuh diri--hidup hanya untuk mati dan binasa. Jangan coba-coba!

    Dosa kekafiran adalah menyembah berhala/Mamon; percaya kepada sesuatu yang bukan Tuhan; terikat pada uang yang membuat kikir dan serakah.

    Gunakan kesempatan sekecil apapun untuk selamat dan terlepas dari dosa kekafiran!

    Proses selamat:

    • Percaya/iman kepada Yesus lewat mendengar firman yang diurapi Roh Kudus.
      Saat-saat mendengar firman adalah saat-saat yang menentukan apakah kita selamat atau tidak. Karena itu kita harus mendengar firman dalam urapan Roh Kudus, supaya kita mendengar firman dengan sungguh-sungguh dan dengan suatu kebutuhan, sampai mengerti, dan percaya pada firman.

    • Bertobat.
      Iman adalah rem untuk berbuat dosa.
      Berhenti berbuat dosa sama dengan berhenti bunuh diri; berhenti dari kebinasaan. Kita kembali pada Tuhan.

    • Lahir baru lewat baptisan air dan Roh Kudus.
      Kita mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi yaitu hidup dalam kebenaran. Inilah harta sorgawi. Kita selamat, tidak dihukum, malah diberkati oleh Tuhan.

    Jika satu orang dalam keluarga bisa menggunakan kesempatan sekecil-kecilnya untuk selamat dan hidup benar, sekeluarga akan ada harapan untuk diselamatkan.
    Kalau keluarga berbuat dosa, jangan ikut berbuat dosa, siapapun dia. Jangan menyetujui juga, supaya ada harapan untuk menolong yang tidak benar. Kalau kita ikut-ikut tidak benar dalam satu hal saja, keluarga kita selamanya tidak akan tertolong.

  2. Bangsa kafir menggunakan kesempatan selubang jarum untuk menjadi dombanya Tuhan.
    Matius 15: 21-28
    15:21.Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon.
    15:22.Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita."
    15:23.Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak."
    15:24.Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
    15:25.Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku."
    15:26.Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
    15:27.Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."
    15:28.Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

    Perempuan Kanani= bangsa kafir.
    Murid-murid mengusir dia, dan Yesus diam saja, berarti tidak ada kesempatan untuk perempuan ini.
    'Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel'= kesempatan bagi bangsa kafir tertutup.

    Sebenarnya, dombanya Tuhan adalah umat Israel, sedangkan bangsa kafir hanya seperti anjing dan babi. Tetapi karena sebagian dari umat Israel menolak Yesus, terbuka kesempatan bagi bangsa kafir untuk menjadi dombanya Tuhan lewat makan remah-remah roti.

    Remah-remah roti artinya firman yang dibukakan rahasianya dan kurban Kristus di kayu salib. Di sinilah kesempatan bagi bangsa kafir untuk menjadi dombanya Tuhan.
    Firman pengajaran dan kurban Kristus sanggup menyucikan bangsa kafir dari tabiat kekafiran:

    • Anjing menjilat muntah= perkataan sia-sia: dusta, gosip, fitnah, sampai menghujat Tuhan.
      Harus sudah berhenti! Kita disucikan sehingga berkata benar dan baik.

    • Babi dimandikan kembali lagi ke kubangan= perbuatan dosa dan puncaknya dosa, yaitu dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba), dan kawin mengawinkan.
      Harus berhenti! Kita hidup suci.

    • Kekuatiran akan hidup sekarang dan masa depan yang membuat kita tidak benar, dan pasti tidak setia dan tidak taat.

    Kalau mempertahankan tabiat ini, bangsa kafir akan sama seperti kerasukan Setan; menjadi sama dengan Setan.
    Tetapi kalau disucikan, bangsa kafir akan menjadi dombanya Tuhan yang tergembala dengan benar dan baik.
    Artinya:

    • Selalu berada di kandang penggembalaan; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--setia--: ibadah raya, pendalaman alkitab, dan doa.

    • Taat dengar-dengaran pada suara gembala.

    Taat dan setia sama dengan mengulurkan tangan kepada Tuhan, dan Dia mengulurkan tangan kepada kita. Kita hidup dalam tangan Gembala Agung. Bangsa kafir hanya butuh belas kasih Tuhan. Jangan tukar kemurahan Tuhan dengan apapun di dunia! Di luar belas kasih, bangsa kafir hanya kerasukan Setan.

    Kalau ada di tangan Tuhan, kita tidak akan bisa dijamah oleh Setan tritunggal; tidak bisa kerasukan Setan.
    Artinya: tidak bisa dijatuhkan dalam dosa dan disesatkan oleh ajaran palsu. Kita tetap hidup suci dan berpegang pada pengajaran yang benar; tetap dalam kehendak Tuhan.

    Inilah penggembalaan, yaitu taat, setia, dan suci.
    Taat dan setia sama dengan ranting melekat pada pokok anggur yang benar, dan pasti berbunga dan berbuah. Ini yang penting.

    Tadi, nomor satu adalah selamat. Tetapi jangan puas sampai selamat saja. Lanjutkan untuk bisa tergembala dengan benar dan baik, supaya kita sama-sama taat, setia, dan suci. Kita tinggal menunggu waktu untuk berbunga dan berbuah.

    Efesus 4: 11-12
    4:11.Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12.untuk memperlengkapi orang-orang kudusbagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Ayat 11= lima jabatan pokok bisa dijabarkan jadi tim doa, pemain musik dan sebagainya.
    'memperlengkapi orang-orang kudus'= berbunga.
    Jabatan pelayanan dan karunia sama dengan jubah indah; kita menghasilkan bunga yang indah. Kita diangkat menjadi imam dan raja yang dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, mulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.

    Kita melayani di dalam nikah sampai melayani orang yang tidak bisa dan tidak mau dilayani.
    Contoh: kalau jari kita sakit karena luka, tidak mungkin kita biarkan tetapi justru kita layani dengan ekstra hati-hati--sudah hati-hati, masih teriak-teriak, tapi terus layani--sampai sembuh.
    Begitu juga dengan orang yang tidak bisa dan tidak mau dilayani dalam nikah, itu sama dengan orang sakit. Harus kita layani dengan ekstra hati-hati, meskipun menusuk dan menyakiti kita. Jangan asal pecat, nanti akan hancur dan busuk.

    Untuk masuk pembangunan tubuh Kristus yang sempurna harus ditandai dengan pengorbanan--Yesus berkorban nyawa untuk jadi Mempelai Pria Sorga. Semua harus kita korbankan--waktu, tenaga, pikiran dan lain-lain--, kecuali firman pengajaran yang benar.
    Semua yang kita korbankan tidak akan hilang, tetapi selalu diingat oleh Tuhan. Tidak sia-sia!

    Masuk pembangunan tubuh Kristus yang sempurna sekalipun ditandai dengan pengorbanan sama dengan menempatkan Yesus sebagai kepala yang bertanggung jawab sampai rela mati di bukit Tengkorak.

    Hubungan Kepala dan tubuh adalah leher, menunjuk pada doa penyembahan. Banyak berdoa hari-hari ini, sehingga kita mengalami keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus--mujizat rohani yang terbesar.
    Berubah sama dengan berbuahmanis.

    Matius 11: 28-30
    11:28.Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
    11:29.Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembutdan rendah hatidan jiwamu akan mendapat ketenangan.
    11:30.Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

    Keubahan hidup yang kita alami adalah:

    • Rendah hati=

      1. Kemampuan untuk mengaku dosa, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.
      2. Kemampuan untuk menerima kenyataan yang ada dengan ucapan syukur karena kita bergantung pada Tuhan. Kita tidak akan pernah sedih, letih lesu, dan berbeban berat.

    • Lemah lembut=

      1. Kemampuan untuk menerima firman pengajaran yang keras sehingga mau disucikan dan diubahkan.
      2. Kemampuan untuk mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.

    Kalau ada rendah hati dan lemah lembut, kita akan mengalami damai sejahtera, itulah tempatnya Roh Kudus--gambaran dari merpati.

    Kisah Rasul 10: 44-45
    10:44.Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu.
    10:45.Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lainjuga,

    Kalau kita menjadi tempatnya Roh Kudus (rumah doa), itu artinya kita bisa menggunakan kesempatan yang sekecil-kecilnya.
    Buka hati damai, tidak ada lagi ketakutan, kebencian, kebimbangan dan sebagainya. Roh Kudus akan dicurahkan kepada kita semua. Ini kesempatan bagi bangsa kafir.

    Roh Kudus bekerja secara tidak terbatas dalam hidup kita.
    Hasilnya:

    • Roh Kudus membuat semua menjadi enak dan ringan, bahkan bahagia.
    • Roh Kudus sanggup menghidupkan tubuh kita yang fana.
      Roma 8: 11
      8:11.Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fanaitu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.

      Roh Kudus sanggup memelihara hidup jasmani kita di tengah kesulitan dan kemustahilan sampai antikris berkuasa di bumi.
      Roh Kudus juga memelihara secara rohani, sehingga kita bisa tetap hidup benar, suci, dan berkobar-kobar.
      Roh Kudus juga memelihara masa depan kita yang berhasil dan indah. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.

    • Roh Kudus membaharui dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.
      Titus 3: 5
      3:5.pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

      Sudah taat, setia, dan suci, apa lagi yang diubahkan? Tulus.

      Tulus seperti merpati sama dengan tulus seperti bayi. Kita hanya menangis kepada Tuhan, mohon belas kasih-Nya untuk mengadakan mujizat jasmani yang tidak terbatas oleh kemustahilan dan neraka. Penjahat yang disalibkan bersama Yesus seharusnya di neraka, tetapi bisa berada di Firdaus.

      Jika Yesus datang kembali kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai.

Jangan cerdik saja seperti ular sampai mengorbankan keselamatan dan penggembalaan! Rugi! Lebih baik kita cerdik seperti ular tetapi tulus seperti merpati. Keselamatan dan penggembalaan, penting, sampai masuk pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, menempatkan Yesus sebagai kepala, dan hidup dari belas kasih-Nya.

Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Raya Surabaya, 24 Juni 2018 (Minggu Siang)
    ... Sidon dan diamlah di sana. Ketahuilah Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan. . Sesudah itu ia bersiap lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu katanya Cobalah ambil bagiku ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 20 Agustus 2015 (Kamis Sore)
    ... mereka datang dan tersungkur di depan kakimu dan mengaku bahwa Aku mengasihi engkau. Jemaah iblis sama dengan pendusta mengaku orang Yahudi padahal tidak demikian. Yohanes Barangsiapa berkata Aku mengenal Dia tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. Pendusta yaitu mengaku mengenal Yesus ...
  • Ibadah Doa Malang, 10 April 2018 (Selasa Sore)
    ... akan menangisi dan meratapinya apabila mereka melihat asap api yang membakarnya. Mereka akan berdiri jauh-jauh karena takut akan siksaannya dan mereka akan berkata Celaka celaka engkau hai kota yang besar Babel hai kota yang kuat sebab dalam satu jam saja sudah berlangsung penghakimanmu Efesus - Dan Ialah yang memberikan baik ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 25 Mei 2019 (Sabtu Sore)
    ... kita masuk ke dalam kerajaan sorga. Ini sama dengan kabar mempelai atau firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Ibrani . Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh sendi-sendi dan sumsum ia sanggup ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 26 November 2012 (Senin Sore)
    ... bukan dari kandang ini domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala. Yang kedua domba-domba lain bangsa kafir . Roma . Sebab saudara-saudara supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini Sebagian dari Israel telah ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 16 Februari 2018 (Jumat Sore)
    ... permai. Korintus - . Saudara-saudara inilah yang hendak kukatakan kepadamu yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa. . Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia kita tidak akan mati semuanya tetapi kita semuanya akan diubah ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 09 Desember 2018 (Minggu Siang)
    ... . Nama bintang itu ialah Apsintus. Dan sepertiga dari semua air menjadi apsintus dan banyak orang mati karena air itu sebab sudah menjadi pahit. Ini adalah peniupan SANGKAKALA KETIGA--penghukuman yang ketiga dari Anak Allah atas dunia-- jatuhlah dari langit sebuah bintang besar menyala-nyala seperti obor yang bernama Apsintus--KEPAHITAN-- diterangkan mulai dari ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 29 April 2015 (Rabu Sore)
    ... menutup tidak ada yang dapat membuka. Ada macam penampilan Yesus kepada sidang jemaat di Filadelfia diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya Maret Yang Benar Yang Kudus Yang memegang kunci Daud. Kita masih mempelajari YESUS TAMPIL SEBAGAI 'YANG MEMEGANG KUNCI DAUD'. Yesus tampil sebagai 'Yang memegang kunci Daud' untuk melakukan perkara yang besar ...
  • Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus Medan IV, 24 April 2013 (Rabu Sore)
    ... dan setia. Dipanggil sama dengan diselamatkan. Dipilih sama dengan disucikan untuk dipakai oleh Tuhan menjadi imam-imam dan raja-raja. Setia. Jadi syarat untuk menang bersama Yesus adalah kita harus menjadi imam-imam pelayan Tuhan atau hamba Tuhan yang setia sampai garis akhir yaitu sampai meninggal dunia atau sampai Yesus datang kembali kedua kali. Korintus - ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja, 17 November 2012 (Sabtu Sore)
    ... kota Nazaret di Galilea. Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat penuh hikmat dan kasih karunia Allah ada pada-Nya. Ibu Hana adalah seorang nabiah nabi perempuan yaitu kehidupan yang menerima firman nubuat. Dalam kitab Amos firman nubuat adalah bagaikan auman terkaman singa yang menerkam bisul kanker dosa yang sudah berakar di ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.