Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 22: 14-16=> Penetapan perjamuan malam
22:14.Ketika tiba saatnya, Yesus duduk makan bersama-sama dengan rasul-rasul-Nya.
22:15. Kata-Nya kepada mereka: "Aku sangat rindu makan Paskah ini bersama-sama dengan kamu, sebelum Aku menderita.
22:16. Sebab Aku berkata kepadamu: Aku tidak akan memakannya lagi sampai ia beroleh kegenapannya dalam Kerajaan Allah."


Kita belajar 'tiba saatnya'.
Artinya di sini sudah tiba saatnya kematian Yesus di kayu salib, tetapi Ia bangkit dan naik ke sorga (diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja, 15 Juni 2024).
Bagi kita sekarang, artinya adalah sudah tiba saatnya kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Wahyu 22: 20
22:20.Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!

'Ya, Aku datang segera!'= kesiapan dari Yesus untuk segera datang kembali kedua kali di awan-awan yang permai dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga.
'Amin, datanglah, Tuhan Yesus!'= kesiapan gereja Tuhan untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali. Kemudian masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru selamanya.
Nanti kita makan Paskah di Yerusalem baru bersama Yesus selamanya.

Apa yang harus dipersiapkangereja Tuhan untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali?
Markus 13: 28-29
13:28.Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara. Apabila ranting-rantingnya melembutdan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat.
13:29.Demikian juga, jika kamu lihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu.

Kita belajar dari pohon ara yang melembut rantingnya, sehingga bisa menghasilkan buah ara yang manis.
Jika ranting pohon ara tetap keras, ia hanya akan berdaun saja; tidak pernah berbuah manis. Artinya: kalau kita tidak mau melembut, hidup kita akan pahit getir, tidak pernah manis.

Jadi, kita semua harus melembut.
Artinya: mengalami pembaharuan hidup dari manusia daging yang keras hati menjadi manusia rohani seperti Yesus.

Apa yang harus dibaharui?

  1. Matius 21: 18-19
    21:18.Pada pagi-pagi hari dalam perjalanan-Nya kembali ke kota, Yesus merasa lapar.
    21:19.Dekat jalan Ia melihat pohon aralalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja. Kata-Nya kepada pohon itu: "Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!" Dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu.

    Yang pertama: pembaharuan dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.

    Pohon ara sudah berdaun lebat tetapi tidak berbuah.
    Artinya: sudah beribadah melayani Tuhan, tetapi tidak berbuah/tidak berubah, sehingga dikutuk oleh Tuhan. Ini sama dengan ibadah pelayanan yang kering; sama dengan melakukan ibadah pelayanan yang kering.

    Ibadah pelayanan yang kering artinya:

    • Tidak mengalami kepuasan sejati dari sorga, sehingga bersungut-sungut, saling menyalahkan, saling membenci, saling iri hati dan sebagainya.

    • Akhirnya, kepuasan di dunia dibawa masuk dalam ibadah pelayanan, sehingga menjadi serupa dengan dunia yang bagaikan padang gurun--sulit menabur dan menuai; sulit mencari nafkah sampai Antikris berkuasa di dunia; kering, haus, sampai binasa selamanya.

      Kalau kering rohani, perkataannya akan bersungut, saling iri, saling menyalahkan dan sebagainya.

      Kehidupan yang kering pasti akan menyembah Antikris. Ia menjadi sama dengan Antikris yang akan dibinasakan selamanya.

    • Mati rohani= tidak menyesal saat berbuat dosa.
      Salah satu dosa yang sering tidak disadari adalah tidak beribadah. Tidak beribadah tetapi tidak menyesal bahkan tertawa-tawa.

      Saat beribadah melayani dan menyembah Tuhan tidak merasakan apa-apa lagi, karena hanya kebiasaan.

      Ini sama dengan mati rasa.

    Akibatnya: hidupnya pahit getir: letih lesu, susah payah, air mata.

    Mengapadikutuk Tuhan sekalipun sudah beribadah melayani?
    Yeremia 48: 10
    48:10. Terkutuklahorang yang melaksanakan pekerjaan TUHAN dengan lalai, dan terkutuklah orang yang menghambat pedang-Nya dari penumpahan darah!


    • Lalai, artinya tidak setia berkobar-kobardalam ibadah pelayanan sampai meninggalkan ibadah pelayanan kepada Tuhan.

    • Menghambat pedang firman dari penumpahan darah= tidak mau mendengar firman pengajaran yang benar.
      Atau mau mendengar firman pengajaran yang benar tetapi tidak melakukannya.

      Akibatnya: tidak mengalami penyucian dan pembaharuan.

    Jadi, ibadah pelayanan yang dikutuk oleh Tuhan adalah ibadah pelayanan tanpa kesucian dan kesetiaan.
    Ini sama dengan ranting kering yang dibuang ke luar dan dibakar--binasa.

    Yohanes 15: 6
    15:6. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti rantingdan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

    Ranting kering= ranting terlepas dari pokok anggur yang benar.
    Artinya: sekalipun katanya dipakai dalam persekutuan tetapi tanpa firman pengajaran yang benar, ia akan dikumpulkan untuk dibakar sampai binasa selamanya.

    Hati-hati! Persekutuan dimulai dari rumah tangga. Kalau masuk dalam nikah tanpa kesucian dan kesetiaan, berat. Karena itu masuk nikah harus suci dan setia. Mohon pada Tuhan!
    Tanpa kesucian dan kesetiaan, nikah akan kering bahkan binasa. Hidupnya benar-benar pahit getir dan dikutuk.

    Kemudian dalam penggembalaan dan persekutuan kita juga menjaga kesucian dan kesetiaan bahkan ditingkatkan. Di sana baru ada jaminan berbuah manis.

    Suci dan setia dulu dalam nikah, baru dipakai dalam penggembalaan.

    Jadi kita harus mengalami penyucian dan pembaharuan dalam ibadah pelayanan lewat firman pengajaran yang benar.

    Apa yang harus disucikan?


    • Yesaya 27: 1
      27:1. Pada waktu itu TUHAN akan melaksanakan hukuman dengan pedang-Nya yang keras, besar dan kuat atas Lewiatan, ular yang meluncur, atas Lewiatan, ular yang melingkar, dan Ia akan membunuh ular naga yang di laut.

      Lewiatan adalah Setan yang menguasai laut.
      Laut menunjuk pada bangsa-bangsa.

      Wahyu 17: 5, 15
      17:5. Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."
      17:15. Lalu ia berkata kepadaku:
      "Semua air yang telah kaulihat, di mana wanita pelacur itu duduk, adalah bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa.

      Di sini yang menguasai laut adalah Babel.

      Yang pertama: penyucian dari dosa Babel, yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan.

    • Matius 25: 26
      25:26. Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?

      Yang kedua: penyucian dari dosa jahat dan malas.
      Malas= tidak setia.
      Jahat= cinta akan uang; mengasihi uang sampai tidak mengasihi Tuhan sehingga kikir dan serakah.

      Kikir= tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan.
      Serakah= mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.

      Jahat juga berarti memukul hamba-hamba Tuhan yang lain lewat perkataan.

    Jika kita mengalami penyucian dari dosa Babel, dosa jahat dan malas, kita akan menjadi pelayan Tuhan yang suci dan setia; sama dengan ranting melekat pada pokok anggur yang benar.
    Kita tergembala dengan benar dan baik. Kita selalu berada dalam kandang penggembalaan.
    Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal.

    Yohanes 15: 1
    15:1. "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.

    Kalau tergembala dengan benar dan baik, hasilnya: 'Bapa-Kulah pengusahanya'.
    Artinya: kita dipelihara dan dilindungi Tuhan sampai kita berkata: 'takkan kekurangan aku'. Kita menjadi berkat bagi orang lain bahkan sempurna seperti Yesus.
    Ini adalah buah mempelai--buah kesempurnaan.

  2. Pembaharuan karakter/hati lewat baptisan air yang benar.
    1 Petrus 3: 20-21
    3:20. yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
    3:21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu
    baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baikkepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,

    Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi--langit terbuka--yaitu pembaharuan dari hati nurani yang jahat menjadi hati nurani yang baik.

    Hati nurani yang baik= diurapi Roh Kudus= hati yang taat dan tulus.
    Tulus= tidak ada pamrih, malah rela berkorban untuk Tuhan.

    Praktikhati yang tulus:

    • Beribadah melayani Tuhan tanpa pamrih= tidak mencari keuntungan jasmani, malah berkorban untuk pekerjaan Tuhan.

    • Bisa membedakan pengajaran yang benar dengan yang palsu, sehingga kita bisa berpegang teguh pada pengajaran yang benar dan tegas untuk menolak ajaran palsu termasuk gosip.

      Kalau sudah bisa membedakan pengajaran yang benar dari yang tidak benar, kita akan bisa membedakan semua yang benar dari yang tidak benar, sehingga kita hanya melakukan perbuatan benar dan baik.

    • Bisa mengaku segala dosa kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.
      Juga bisa mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.

      Hasilnya: darah Yesus membasuh segala dosa, dan hati kita damai.

    Hati taat, tulus, dan damai adalah tempatnya Roh Kudus.

    Kalau hati kita jadi tempatnya Roh Kudus, tangan Tuhan akan berperang ganti kita.
    Hasilnya:

    • Roma 8: 11
      8:11. Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fanaitu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.

      Hasil pertama: Roh Kudus sanggup memelihara kitasecara jasmani di tengah kesulitan dunia.

      Kalau sudah berusaha tetapi masih belum bisa, doa, nanti Tuhan yang menuntun kita.

      Roh Kudus sanggup menyelesaikan semua masalah yang mustahil dalam hidup kita.
      Kalau sudah tidak bisa apa-apa, jaga penyucian dan pembaharuan; kemudian jaga hati taat, tulus, dan damai. Semua akan selesai pada waktunya.

    • Roma 12: 11
      12:11. Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyaladan layanilah Tuhan.

      Hasil kedua: Roh Kudus sanggup membuat kita menjadi pelayan Tuhan yang setia berkobar-kobardalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.

    • Galatia 5: 22-23
      5:22. Tetapi buah Rohialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
      5:23. kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

      Hasil ketiga: Roh Kudus mengubahkan kita, sehingga menghasilkan buah-buah Roh.

      Tiga buah pertama--kasih, sukacita, damai sejahtera--: gambar Allah Bapa.
      Tiga buah kedua--kesabaran, kemurahan, kebaikan--: gambar Anak Allah.
      Tiga buah ketiga--kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri--: gambar Allah Roh Kudus.

      Kita kembali pada gambar Allah Tritunggal. Roh Kudus mengubahkan kita sampai kembali pada ciptaan semula; sama mulia dengan Yesus.
      Ini adalah buah mempelai.

      Jika Yesus datang kembali kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai. Kita masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru selamanya. Kita makan Paskah secara rohani selama-lamanya.

Biar kita mengalami pembaharuan lewat pedang: suci dan setia; dan pembaharuan lewat baptisan air: hati taat, tulus, dan damai. Kita menjadi tempatnya Roh Kudus.
Kalau tidak mampu apa-apa, minta Roh Kudus. Dia akan memberikan kemenangan dan segala-galanya bagi kita. Biar Roh Kudus yang bekerja bagi kita.

Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Doa Malam Surabaya, 26 April 2017 (Rabu Malam)
    ... benar-benar tidak ada kaitan dengan dosa dunia dan hawa nafsu daging. Keluaran . Berfirmanlah TUHAN kepada Musa Firaun tidak akan mendengarkan kamu supaya mujizat-mujizat yang Kubuat bertambah banyak di tanah Mesir. Firaun tidak akan mendengarkan Musa firman TUHAN . Artinya saat mendekati kedatangan Yesus kedua kali--seharusnya kita sudah terlepas-- menjelang terangkatnya ...
  • Ibadah Doa Malang, 11 Januari 2018 (Kamis Sore)
    ... mengakibatkan Kegelapan Wahyu - . Kegoncangan Wahyu . Ketakutan Wahyu - . ad. . Kegoncangan. Gempa bumi yang dahsyat secara rohani yaitu pengaruh dunia yang mengakibatkan kegoncangan-kegoncangan. Yohanes - Sebab semua yang ada di dalam dunia yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup bukanlah berasal dari Bapa melainkan dari dunia. ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 18 Mei 2019 (Sabtu Sore)
    ... mengalami pergi lama pulang sampai rumah sudah sore. Susah sekali. Setelah era keponakan om mereka naik mobil kecil hanya lima belas menit. Enak sekali. Kami dulu bangun jam empat pagi. Tidak ada ampun. Berjuang untuk beribadah melayani Tuhan sama dengan rela sengsara daging untuk bisa beribadah melayani Tuhan mulai sekarang. Kalau ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 28 April 2019 (Minggu Siang)
    ... menempatkan Yesus sebagai Kepala lewat meningkatkan pengikutan kita kepada Tuhan sampai pengikutan mempelai. Pengikutan mempelai artinya kita harus aktif dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna kita mempersiapkan tubuh untuk menempatkan Yesus sebagai Kepala. Tubuh Kristus dimulai dari nikah--layani nikah untuk menjadi tubuh Kristus-- penggembalaan antar penggembalaan sampai Israel dan kafir menjadi ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 29 Desember 2011 (Kamis Sore)
    ... kuatnya kehendak keinginan daging kita sehingga seringkali kita melawan Firman. Segala keinginan jahat dan najis juga termasuk di dalam kehendak keinginan daging tersebut. Ajaran-ajaran palsu yang sudah jelas bertentangan dengan Alkitab yakni imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi. Jadi seluruh kehidupan Yudas hanya diisi dengan keinginan jahat dan najis serta ajaran-ajaran palsu sehingga ...
  • Ibadah Persekutuan Medan II, 22 Juni 2010 (Selasa Sore)
    ... yang mendengarkan kata-kata nubuat ini dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya sebab waktunya sudah dekat. kebahagiaan I dimana masih disebutkan berbahagia yang MEMBACA DAN MENDENGAR. Tapi di Wahyu disebutkan berbahagia yang MENURUTI. Artinya sudah tidak ada kesempatan untuk membaca dan mendengar Firman lagi. pengertian istilah berbahagia orang yang ...
  • Ibadah Raya Malang, 13 Desember 2009 (Minggu Pagi)
    ... dijaga Pakaian secara jasmani. Pakaian secara jasmani harus dijaga. Tujuan pakaian adalah untuk menutupi daging jangan sampai mengikuti mode-mode yang justru menonjolkan daging. Pakaian jasmani juga harus bersih dan rapi. Pakaian jasmani juga harus benar laki-laki memakai pakaian laki-laki perempuan memakai pakaian perempuan Ulangan . Pakaian secara rohani. Kejadian pada ...
  • Ibadah Paskah Persekutuan Surabaya, 12 April 2023 (Rabu Malam)
    ... tetapi mereka bahagia berarti kebahagiaan yang tidak dipengaruhi oleh apapun juga. Biarlah kita mengalami kuasa Paskah yang sanggup memberikan kebahagiaan sorga kepada kita semua. Paskah dalam perjanjian lama adalah kelepasan bangsa Israel dari Mesir untuk menuju tanah Kanaan. Pada saat itu di Mesir terjadi seruan yang hebat yang tidak pernah terjadi dan ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 07 Mei 2022 (Sabtu Sore)
    ... bisa membangun tubuh Kristus yang sempurna adalah Yesus sebagai Tunas Dia seorang diri yang bisa membangun. Zakharia - . Datanglah firman TUHAN kepadaku bunyinya . Pergilah pada hari ini juga ke rumah Yosia bin Zefanya dan pungutlah persembahan dari pihak orang-orang buangan yaitu dari Heldai Tobia dan Yedaya semuanya orang-orang yang ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja, 20 Oktober 2012 (Sabtu Sore)
    ... darahnya. Itulah hukum tentang perempuan yang melahirkan anak laki-laki atau anak perempuan. Tetapi jikalau ia tidak mampu untuk menyediakan seekor kambing atau domba maka haruslah ia mengambil dua ekor burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati yang seekor sebagai korban bakaran dan yang seekor lagi sebagai korban penghapus dosa ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.