Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita masih berada dalam Wahyu 2-3, dalam susunan Tabernakel, menunjuk pada tujuh kali percikan darah di depanTabut Perjanjian.
Ini sama dengan penyucian terakhiryang dilakukan oleh TUHAN kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir(sidang jemaat akhir zaman), supaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus dan menjadi tubuh Kristus yang sempurna/mempelai wanita Sorga yang layak untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dan bersama TUHAN selamanya.

Tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang mengalami percikkan darah adalah:

  1. sidang jemaat EFESUS(Wahyu 2: 1-7) (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014sampai Ibadah Raya Surabaya, 07 September 2014). Sidang jemaat Efesus harus kembali pada kasih mula-mulasupaya bisa kembali ke Firdaus.

  2. sidang jemaat di SMIRNA(Wahyu 2: 8-11) yang mengalami penderitaan, tetapi TUHAN katakan untuk tidak takut dalam penderitaan dan setia sampai mati(sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014sampai Ibadah Raya Surabaya, 09 November 2014).


  3. sidang jemaat di PERGAMUS(Wahyu 2: 12-17) yang harus meninggalkan ajaran-ajaran sesat(sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 November 2014sampai Ibadah Raya Surabaya, 28 Desember 2014).

  4. sidang jemaat di TIATIRA(Wahyu 2: 18-29) yang harus mengalami penyucian hati dan pikiran sampai pikiran yang terdalam(sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 04 Januari 2015sampai Ibadah Raya Surabaya, 18 Januari 2015).

  5. sidang jemaat di SARDIS(Wahyu 3: 1-6) disucikan untuk mengalami kebangunan rohanidan kuat rohaninya, supaya tetap berjaga-jaga(diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 21 Januari 2015sampai Ibadah Doa Surabaya, 04 Maret 2015).

  6. sidang jemaat di FILADELFIA(Wahyu 3: 7-13) (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 08 Maret 2015).

Kita mempelajari Wahyu 3: 7-13, sidang jemaat yang keenam, yaitu SIDANG JEMAAT FILADELFIA.
Kita masih berada pada ayat 7-8.
Wahyu 3: 7-8
3: 7 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.
3:8. Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.


Kita sudah mendengar, ada3 macam penampilan pribadi TUHANkepada sidang jemaat di Filadelfia (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 08 Maret 2015):

  1. 'Yang Benar' = Halaman Tabernakel.
    Yesus tampil sebagai 'Yang Benar' untuk membenarkan.

  2. 'Yang Kudus' = Ruangan Suci.
    Yesus tampil sebagai 'Yang Kudus' untuk menyucikan.

  3. 'Yang memegang kunci Daud' = Ruangan Maha Suci.

Kita masih mempelajari bagian ke-3, yaitu YESUS TAMPIL SEBAGAI 'YANG MEMEGANG KUNCI DAUD'.

Yesus tampil sebagai 'Yang memegang kunci Daud', untuk melakukan 3 perkara yang besar/dahsyat:

  1. Wahyu 3: 8
    3:8 Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.

    Pekerjaan besar yang pertama: membuka pintu yang tidak bisa ditutup oleh siapapun juga(diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Maret 2015).

  2. Wahyu 3: 9
    3:9 Lihatlah, beberapa orang dari jemaah Iblis, yaitu mereka yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, melainkan berdusta, akan Kuserahkan kepadamu. Sesungguhnya Aku akan menyuruh mereka datang dan tersungkur di depan kakimudan mengaku, bahwa Aku mengasihi engkau.

    Pekerjaan besar yang kedua: memberikan kemenangan atas jemaah iblis.

  3. Wahyu 3: 10
    3:10 Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Aku pun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh duniauntuk mencobai mereka yang diam di bumi.

    Pekerjaan besar yang ketiga: melindungi kita dari hari pencobaan atas seluruh dunia.

AD.1 YESUS MEMEGANG KUNCI DAUD UNTUK MEMBUKA PINTU YANG TIDAK DAPAT DITUTUP OLEH SIAPAPUN JUGA.
Wahyu 3: 8
3:8 Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.

Kita sudah melihat beberapa contoh bagaimana kunci Daud bisa membuka semua pintu.
Kunci Daud adalah kemurahan dan kebajikan TUHAN yang dialami oleh Daud--bagaimana Daud yang awalnya hanya seorang gembala sederhana bisa menjadi raja dan Daud bisa mengalahkan Goliat.
Sekarang bagi kita, kunci Daud bisa membuka pintu-pintu bagi kita semua.

Kisah Rasul 16: 24-26
16:24. Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki merekadalam pasungan yang kuat.
16:25. Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.
16:26. Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga
terbukalahsemua pintudan terlepaslah belenggu mereka semua.

Contoh malam ini, Paulus dan Silas menghadapi pintu penjara yang terkuncidengan kaki yang terbelenggu.
Artinya:

  1. menghadapi dunia (penjara) dengan segala pengaruhnya, yaitu kesulitan, keterbatasan—ijazah, gaji, dan uang terbatas--, kesusahan, penderitaan sampai perkara yang mustahil--tidak bisa keluar dari penjara, karena sudah dikunci, dibelenggu dan dijaga.

    Ini yang kita hadapi sekarang.
    Maksud setan adalah supaya kita kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan.
    Dunia sedang menggempur kita saat ini.

  2. Roma 10: 15
    10:15. Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan merekayang membawa kabar baik!"

    (terjemahan lama)
    10:15. Dan bagaimanakah mereka itu hendak memberitakan, jikalau tiada disuruh? Seperti yang tersurat:
    Alangkah eloknya segala tapak kakiorang yang membawa kabar kesukaan dari hal yang baik.

    'Betapa indahnya kedatangan mereka'= tapak kaki. Kalau kaki bebas, berarti bisa mengabarkan kabar baik, kabar mempelai, dan menolong orang lain.

    Arti kedua: kaki dibelenggu, supaya tidak bisa bersaksi; tidak bisa memberitakan tentang kabar baik/firman penginjilan dan kabar mempelai.

    Firman penginjilan= untuk membawa orang berdosa supaya percaya Yesus dan diselamatkan.
    Kabar mempelai= untuk membawa orang selamat supaya disempurnakan menjadi mempelai wanitaNya.

    Akibatnya: tidak indah hidupnya, malah kian hari kian buruk hidupnya; kalau membawa kabar baik atau kabar mempelai, tapak kakinya indah.

    Gunakan perjalanan hidup ini untuk bersaksi.
    Saat menyanyi atau berkhotbah, gunakan untuk bersaksi, begitu yang bermain musik.
    Di luar rumah Tuhan, kita juga bersaksi tentang kabar baik dan kabar mempelai.
    Mungkin kita tidak bisa bersaksi dengan mulut, tetapi kita bersaksi dengan perbuatan.
    Kita melayani Tuhan, supaya hidup kita menjadi indah.
    Sebelum melayani Tuhan, hidup kita belum indah. Tetapi kalau sudah melayani Tuhan, hidup kita mulai indah.

  3. Yohanes 13: 10-11
    13:10. Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua."
    13:11. Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: "
    Tidak semua kamu bersih."

    'membasuh kakinya'= membasuh kaki yang kotor.
    Kaki yang kotor, itulah Yudas Iskariot.

    Arti ketiga: kaki dibelenggu dengan dosa kejahatan dan kenajisan.
    Dosa kejahatan= ikatan akan uang (antikris); Yudas mencuri milik Tuhan.
    Dosa kenajisan= terikat pada dosa makan minum dan kawin mengawinkan.

    Akibatnya: menjadi kaki yang paling kotor= perjalanan hidup yang paling kotor seperti Yudas Iskariot, bahkan sampai binasa selama-lamanya; Yudas Iskariot jatuh tertelungkup dan perutnya pecah--binasa untuk selamanya.

Inilah yang kita hadapi di akhir zaman ini; pada tengah malam, yaitu keadaaan yang paling gelap.

Kisah Rasul 16: 25
16:25. Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoadan menyanyikan puji-pujian kepada Allahdan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka
16:26. Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga
terbukalahsemua pintudan terlepaslah belenggu merekasemua.

Sikaprasul Paulus dan Silas menghadapi pintu penjara yang tertutup dan kaki yang terbelenggu/sikap kita di akhir zaman adalah 'berdoadan menyanyikan puji-pujian kepada Allah', sama dengan doa penyembahan.

Doa penyembahan, artinya: percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada TUHAN= berseru dan berserah pada TUHAN= mengulurkan tangan kepada TUHAN.
Inilah sikap kita di akhir zaman untuk menghadapi 3 hal ini:

  1. pengaruh dunia: kesulitan, keterbatasan, kemustahilan dunia supaya kecewa dan tinggalkan TUHAN,
  2. kaki dibelenggu, supaya tidak bisa melayani, bersaksi, dan mengabarkan kabar baik/kabar mempelai, sehingga tidak indah hidupnya (hancur hidupnya),
  3. kaki dibelenggu dengan dosa kejahatan dan kenajisan, sehingga perjalanan hidup menjadi kotor dan binasa untuk selamanya.

Saat kita sudah mengulurkan tangan kepada TUHAN, TUHAN juga mengulurkan tangan yang memegang kunci Daud--tangan kemurahan dan kebajikan TUHAN--, sehingga terjadi 2 hal:

  1. Kisah Rasul 16: 26
    16:26. Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintudan terlepaslah belenggu mereka semua.

    Yang pertama: terjadi gempa bumi yang hebat/kegoncangan.
    Sering kali, kita berdoa dan berpuasa, pintu tidak terbuka, tetapi justru terjadi gempa bumi yang dasyat.
    Gempa bumi yang dasyat, artinya kegoncangan secara jasmani dan rohani di bumi ini, seolah-olahpencobaan itu semakin hebat dan memuncak.

    Sama seperti bayi Musa yang dibuang ke sungai Nil. Tiba-tiba bukannya menjauh dari Firaun, tetapi malah dipegang oleh puteri Firaun dan masuk ke istana Firaun.

    Pada saat itu, TUHAN akan menguatkan dan melindungi kita--saat gempa, Paulus tidak bisa lari ke mana-mana karena dibelenggu.
    Memang seperti itu. Sebelum pintu terbuka, ada kegoncangan duludi bidang jasmani dan rohani, seolah-olah masalah yang kita hadapi makin memuncak. Jangan putus asa pada saat itu, tetapi lebih berserah lagi pada TUHAN, sehingga TUHAN menguatkan dan melindungi kita semua. Kita semakin mempercayakan hidup sepenuh kepada TUHAN.

    Kalau orang-orang dunia, saat menghadapi gempa ini, mereka tidak kuat; sama seperti kepala penjara yang punya kedudukan, tetapi saat menghadapi gempa, ia mau bunuh diri. Ini keadaan dunia.

    Kita hati-hati!Saat kita sudah menyerah pada TUHAN dan TUHAN ulurkan tangan, justru terjadi gempa/kegoncangan-kegoncangan, bahkan menghadapi jalan buntu. Jangan kecewa dan putus asa saat itu!Tetapi, kita meningkatkan penyerahan sepenuh pada TUHAN dan TUHAN akan menguatkan dan melindungi kita semua.

    Kisah Rasul 16: 27
    16:27. Ketika kepala penjara itu terjaga dari tidurnya dan melihat pintu-pintu penjara terbuka, ia menghunus pedangnya hendak membunuh diri, karena ia menyangka, bahwa orang-orang hukuman itu telah melarikan diri.

    'hendak membunuh diri'
    = segala sesuatu dari dunia ini--kepandaian, kekayaan dan sebagainya--tidak mampu menghadapi kegoncangan jasmani dan rohani yang akan melanda bumi, sehingga mereka kecewa, putus asa dan binasa.
    Bunuh diri adalah jalan tol menuju ke neraka.

    Tetapi, bagi kita, biarlah kita semakin meningkatkan penyerahan sepenuh kepada Tuhan; kita hanya menangis seperti bayi Musa dan Tuhan akan menguatkan dan melindungi kita semua, supaya kita tidak putus ada, tetapi tetap kuat dan teguh hati.

    Sekalipun masalah seolah-olah meningkat sampai puncaknya, tetapi kalau kita bisa tetap percaya/berharap TUHAN, berserah, dan kuat teguh hati--tidak kecewa dan putus asa--, itu bukti bahwa TUHAN sudah mengulurkan tangan/kunci Daud kepada kita.

  2. Yang kedua: 'terbukalah semua pintu'= tangan TUHAN yang memegang kunci Daud/tangan kemurahan dan kebajikan TUHAN membuka pintu-pintu penjara.
    Artinya:

    • kita mengalami pintu penyelesaian dari segala masalahsampai yang mustahil.
    • kita mengalami pintu pelayananpembangunan tubuh Kristus, untuk bisa mengabarkan kabar baik dan kabar mempelai.
      Tadi, Paulus dibelenggu dan dikunci pintunya, sehingga ia tidak bisa mengabarkan kabar baik dan kabar mempelai. Begitu terlepas, ia bisa mengabarkan kabar baik dan kabar mempelai.

      Kalau pintu pelayanan terbuka, maka hidup kita menjadi indah('Alangkah eloknya segala tapak kakiorang yang membawa kabar kesukaan dari hal yang baik').

    • Pintu masa depanyang berhasil dan indah terbuka bagi kita semua.
      Di penjara, tidak ada masa depan.

      TUHAN datang dengan kunci Daud. Kita benar-benar hanya berdoa menyembah kepada Dia. Kita mengulurkan tangan pada TUHAN--berserah dan berseru kepada Dia.
      Masalah semakin meningkat, kita semakin meningkatkan penyerahan sepenuh pada TUHAN dan Dia akan melindungi dan menguatkan kita. Kita tidak akan kecewa dan putus asa, tetapi tetap percaya dan berharap kepada TUHAN, sampai semua pintu terbuka bagi kita--pintu penyelesaian masalah, pintu pelayanan, dan pintu masa depan yang berhasil dan indah terbuka bagi kita semua.

    • Kisah Rasul 16: 29-34
      16:29.Kepala penjara itu menyuruh membawa suluh, lalu berlari masuk dan dengan gemetar tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas.
      16:30.Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata: "Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?"
      16:31.Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu."
      16:32. Lalu mereka memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya.
      16:33. Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri
      dibaptis.
      16:34. Lalu ia membawa mereka ke rumahnya dan menghidangkan makanan kepada mereka. Dan ia sangat bergembira, bahwa ia dan seisi rumahnya
      telah menjadi percaya kepada Allah.

      'dibaptis' = keselamatan.
      Yang keempat: pintu keselamatanterbuka. Senajis dan sekotor apapun kita, malam ini lewat doa penyembahan, pintu keselamatan bisa terbuka kalau kita mau mengaku pada TUHAN.
      TUHAN mengampuni dan membasuh kita dengan darah-Nya; kita dibenarkan/diselamatkan dan diberkati oleh TUHAN.

    • Yang terakhir, pintu kesempurnaanjuga terbuka.
      Jika Yesus datang kembali, kita disucikan dan diubahkan sampai sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai sampai masuk Firdaus yang akan datang dan Yerusalem baru selamanya; pintu Sorga terbuka bagi kita.

Biarlah hidup kita hari-hari ini hanya dari kemurahan dan kebajikan TUHAN (kunci Daud), yang sudah Dia buktikan di atas kayu salib. Asal kita bisa berdoa menyembah kepada Dia--kita berserah dan berseru pada Dia--, maka Ia akan menggulurkan tangan dengan kunci Daud kepada kita, sehingga  terjadi 2 hal:

  • ada gempa--masalah semakin memuncak--, tapi Dia melindungi dan menguatkan kita, sampai kita tetap percaya dan berharap sepenuh pada Dia (kita tetap kuat dan teguh hati),

  • dan Dia segera membuka semua pintu bagi kita semua; pintu masa depan, pintu penyelesaian masalah, pintu pelayanan, pintu keselamatan sampai pintu kesempurnaan.

Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Doa Malang, 17 Juni 2014 (Selasa Sore)
    ... dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu untuk menelan Anaknya segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya. Yesaya Tua-tua dan orang yang terpandang itulah kepala dan nabi yang mengajarkan dusta itulah ekor. Ekor naga menunjuk ajaran palsu gosip dll. Ekor naga juga menunjuk ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 21 Oktober 2018 (Minggu Siang)
    ... yang disebut dengan firman pengajaran yang benar. Firman Allah yang mengungkapkan tentang segala sesuatu yang akan terjadi terutama tentang penghukuman yang akan melanda dunia--tiga kali tujuh penghukuman kiamat dan neraka-- dan tentang kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga di awan-awan yang permai. Ini yang ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Maret 2009 (Senin Sore)
    ... pengajaran yang kuat yang dipercayakan kepada seorang gembala malaikat sangkakala untuk disampaikan kepada sidang jemaat secara terus menerus dan diulang-ulang untuk jadi makanan bagi sidang jemaat dan sekaligus menyucikan mengubahkan sidang jemaat sampai jadi sama mulia dengan Tuhan jadi mempelai wanita Tuhan yang sempurna untuk ditampilkan di awan-awan yang permai. ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 27 Juni 2018 (Rabu Sore)
    ... dan kebencian lalu terlepas dari semua dosa barulah kita menjadi anak-anak Allah--Dia adalah Bapa bagi anak yatim. Kita rela sengsara daging untuk mengaku dosa berhenti berbuat dosa terlepas dari dosa dan tidak berbuat lagi. Setelah rela sengsara daging untuk melakukan kehendak Bapa di sorga--taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara. Kalau sudah taat ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 19 Agustus 2009 (Rabu Sore)
    ... kepada Tuhan sampai betul-betul dekat itulah hubungan antara tubuh dengan Kepala yang tidak bisa terpisahkan lagi. Cara untuk dekat pada Tuhan menguasai diri Korintus - . Menguasai diri itu sama dengan melatih tubuh kita untuk mengambil bagian dalam pertandingan yang benar sampai kita mendapatkan mahkota yang abadi. Timotius - melatih diri ...
  • Ibadah Doa Malang, 31 Maret 2009 (Selasa Sore)
    ... kita harus memperhatikan bunyi sangkakala atau mendengar dan dengar-dengaran pada firman penggembalaan. Jangan mendengar suara asing yaitu ajaran-ajaran lain yang tidak sesuai dengan firman pengajaran yang benar atau gosip-gosip yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Yeremia - - . Kalau asing terhadap firman penggembalaan tidak mendengar dan dengar-dengaran lagi pada firman pengajaran yang benar ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 Februari 2019 (Rabu Sore)
    ... yang bijaksana yang mendirikan rumahnya di atas batu. Mendengar dan melakukan firman sama dengan membangun rumah di atas batu--selain naik ke tempat terang juga membangun rumah rohani di atas batu. Artinya dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir pembangunan tubuh Kristus yang sempurna mempelai wanita sorga yang siap untuk terangkat ke awan-awan ...
  • Ibadah Raya Malang, 02 Oktober 2011 (Minggu Pagi)
    ... dan sesama jika diampuni jangan berbuat dosa lagi. Kalau mengulang-ulangi dosa menjadi seperti anjing dan babi telanjang dan tidak tahu malu bahkan justru merasa hebat di gereja. Wahyu Tetapi orang-orang penakut orang-orang yang tidak percaya orang-orang keji orang-orang pembunuh orang-orang sundal tukang-tukang sihir penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta mereka akan mendapat bagian ...
  • Ibadah Doa Malang, 29 Agustus 2013 (Kamis Sore)
    ... berjaga-jagalah sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Dua orang dalam satu pelayanan suatu waktu yang berjaga-jaga akan diangkat dan yang tidak berjaga akan ditinggalkan. Demikian juga dua orang dalam nikah. Oleh sebab itu biar kita mendoakan suami istri anak kita supaya sama-sama berjaga-jaga sehingga kita semua diangkat oleh ...
  • Ibadah Doa Ucapan Syukur Malang, 29 Desember 2022 (Kamis Sore)
    ... maka Yesus Gembala Agung ada di depan pintu untuk membuka pintu bagi kita pintu masa depan sampai pintu Surga terbuka bagi kita. Syarat mengucap syukur kepada Tuhan Perkataan Kristus diam di dalam kita. Kolose Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.