Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Disertai dengan puasa

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Pada kesempatan malam ini, ibadah doa disertai dengan puasa. Bagi yang berpuasa, harus berdoa, sedangkan yang tidak berpuasa, boleh berdoa.
Matius 6: 17
6:17 Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamudan cucilah mukamu,

Tanda puasa yang benar:

  1. 'minyakilah kepalamu'
    'Minyak' = kuasa Roh Kudus.
    'Kepala' = pikiran.
    Jadi, 'minyakilah kepalamu' artinya penyucian pikiran oleh kuasa Roh Kudus.

  2. 'cucilah mukamu'
    'Cuci' = penyucian.
    'Muka (wajah)' = hati--kalau hati takut wajahnya pucat.
    Jadi, 'cucilah mukamu'artinya penyucian hatioleh kuasa firman pengajaran yang benar; air hujan firman pengajaran yang benar.

Jika digabung, berpuasaadalah kesempatan seluas-luasnya untuk mengalami penyucian hati dan pikiran oleh pekerjaan firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh Kudus--bukan hanya menahan lapar dan haus--; sama dengan kesempatan seluas-luasnya untuk TUHAN menguji/menyelidiki hati dan pikiran kita.

Ini yang sering dimohonkan oleh raja Daud.
Mazmur 26:2
26:2 Ujilah aku,ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku.

Raja Daud selalu merindu agar TUHAN menyelidiki/menguji hati dan pikirannya, supaya selalu bersih.

"Ini bukan menantang TUHAN. Ada teman satu gereja saya--dulu satu gereja di Surabaya--takut menyanyi lagu ini. Dia seorang yang sudah senior, tetapi berkata: 'Kalau diajak menyanyi lagu 'ujilah aku, TUHAN', saya takut. Itu berarti menantang TUHAN, ya.' Karena saya masih muda juga dan belum hamba TUHAN, saya tidak berani menasihati, tetapi hanya diam-diam saja. Sekarang baru ingat, seharusnya dinasihati."

'Ujilah aku, cobalah aku' => ini bukan menantang TUHAN; bukan sok, tetapi merupakan suatu kerinduan, supaya hati dan pikiran selalu diselidiki oleh TUHAN.
Lewat berpuasa inilah proses membersihkan hati dan pikiran.
Mugnkin orang lain tidak tahu apa yang ada di dalam hati dan pikiran kita, tetapi TUHAN tahu.

Berpuasa merupakan kesempatan bagi kita secara pribadi untuk memohon/merindu, supaya TUHAN membersihkan; menguji; dan memeriksa hati dan pikiran kita.
Tadi raja Daud mengatakan: 'Selidikilah batinku dan hatiku', berarti ia suka berpuasa.

Mungkin kita tidak kuat berpuasa, belajar. Tidak pernah dipaksa. Berpuasa setengah hari dulu sampai jam 13.00. Kalau kuat, sampai jam 16.00. Kuat lagi, berpuasa sampai selesai. Kita semua sama, tidak ada yang langsung kuat berpuasa--apalagi sambil kerja, sekolah--, tetapi kita belajar secara bertahap. Manfaatkan waktu yang kita punya untuk berpuasa, supaya hati dan pikiran ini selalu diuji, diselidiki, dan dibersihkan, dan kita tinggal memetik hasilnya.

Jika TUHAN menguji/menyelidiki hati dan pikiran kita, maka ada hasilyang kita terima--sebab itu jangan ragu-ragu berpuasa--:

  1. Mazmur 139: 23-24
    139:23
    Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku;
    139:24
    lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!

    Hasil pertama: TUHAN menuntun kita dalam perjalanan hidup yang benarsehingga tidak pernah serong, tersesat, tersandung, dan jatuh dalam dosa, tetapi sampai mencapai hidup kekal.

    Hati dan pikiran ini remote control-nya--yang menentukan jalan hidup kita. Jangan ragu! Kalau hati dan pikiran selalu diselidiki, maka jalannya pasti benar.

  2. Mazmur 17: 3
    17:3 Bila Engkau menguji hatiku, memeriksanya pada waktu malam, dan menyelidiki aku, maka Engkau tidak akan menemui sesuatu kejahatan; mulutku tidak terlanjur.

    Hasil kedua: 'mulutku tidak terlanjur'artinya mulut hanya mengeluarkan perkataan yang benar dan baik, dimulai dari tidak ada dusta, gosip, fitnah, dan hujat--tidak menghujat TUHAN, tetapi selalu mengucap syukur kepada TUHAN.

    Mengapakita harus menjaga lidah/mulut?

    • Yakobus 3: 3-6
      3:3 Kita mengenakan kekang pada mulut kuda, sehingga ia menuruti kehendak kita, dengan jalan demikian kita dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
      3:4
      Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi.
      3:5 Demikian juga
      lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.
      3:6 Lidahpun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.


      'kekang pada mulut kuda' => kalau kita mau ke kanan, kuda akan mengikuti kehendak kita ke kanan, tidak bisa ke kiri--kita yang mengendalikan seluruh tubuhnya.

      Yang pertama: kita harus menjaga lidah/mulut, sebab lidah adalah kemudidari kapal kehidupan kita, yang menentukan arah hidup kita ke sorga atau neraka.

      Kalau lidah kita benar dan baik, kita menuju ke sorga. Kalau lidah dusta, akan menuju ke neraka.

    • 1 Petrus 3: 10
      3:10 "Siapa yang mau mencintai hidup dan mau
      melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnyaterhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.

      Yang kedua: kita harus menjaga lidah/mulut, sebab lidah menentukan hari-hari kita dan nasib masa depan kita.

      Kalau lidah baik, akan memberikan masa depan yang baik, berhasil, dan indah. Kalau lidah tidak baik, maka tidak ada masa depan; gelap.

    Inilah mengapa hati dan pikiran kita harus diselidiki--kita ada waktu-waktu untuk berpuasa--, yaitu untuk membersihkan hati dan pikiran, supaya perjalanan hidup kembali pada kebenaran sampai hidup kekal. Jangan serong, jatuh, dan tersandung!
    Mulut juga dijaga, supaya arah kita tetap benar, yaitu ke Yerusalem baru. Masa depan kita berhasil dan indah.

  3. Mazmur 26: 2-3
    26:2 Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku.
    26:3
    Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu.

    Hasil ketiga: mata tertuju pada kasih setia TUHAN= menyembah TUHAN.

    Sebagai contoh: 2 Tawarikh 20: 1-3, 12
    20:1 Setelah itu bani Moab dan bani Amon datang berperang melawan Yosafat bersama-sama sepasukan orang Meunim.
    20:2
    Datanglah orang memberitahukan Yosafat: "Suatu laskar yang besar datang dari seberang Laut Asin, dari Edom, menyerang tuanku. Sekarang mereka di Hazezon-Tamar," yakni En-Gedi.
    20:3 Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya
    berpuasa.
    20:12 Ya Allah kami, tidakkah Engkau akan menghukum mereka? Karena kami
    tidak mempunyai kekuatanuntuk menghadapi laskar yang besarini, yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu.

    Keadaan raja Yosafat dan rakyatnya (ayat 12):

    • Tidak mempunyai kekuatan apa-apa untuk menghadapi laskar yang besar--masalah-masalah yang besar-- = tidak berdaya; tidak mampu menghadapi masalah.

    • Tidak tahu apa yang harus dilakukan = menghadapi jalan buntu.

    Ini dua keadaan yang dihadapi oleh raja Yosafat dan rakyatnya. Mungkin kita juga menghadapi masalah sampai tidak ada kekuatan, tidak mampu lagi, dan menghadapi jalan buntu--tidak bisa dipikir lagi.

    Jika TUHAN izinkan kita mengalami seperti yang terjadi pada raja Yosafat, bukan berarti TUHAN itu jahat, tidak perhatian, dan tidak peduli. Bukan juga untuk membuat kita berputus asa, kecewa, bahkan tinggalkan TUHAN atau cari pertolongan yang lain. tetapi TUHAN membuka kesempatan seluas-luasnya bagi kita untuk diselidiki, artinya mengalami penyucian hati dan pikiran. Ini sama dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi mata kita untuk tertuju kepada kasih setia TUHAN--menyembah TUHAN, ditambah dengan puasa, atau doa semalam suntuk. Mata kita tidak tertuju pada yang lainnya, tetapi hanya kepada kasih setia TUHAN.

    Seringkali kita mendengar firman, biasa-biasa saja dan mengabaikan doa penyembahan, apalagi puasa. Tapi saat menghadapi masalah-masalah, mau tidak mau kita ambil waktu untuk doa puasa dan doa semalam suntuk.

    2 Tawarikh 20: 20-21
    20:20 Keesokan harinya pagi-pagi mereka maju menuju padang gurun Tekoa. Ketika mereka hendak berangkat, berdirilah Yosafat, dan berkata: "Dengar, hai Yehuda dan penduduk Yerusalem! Percayalah kepada TUHAN, Allahmu, dan kamu akan tetap teguh! Percayalah kepada nabi-nabiNya, dan kamu akan berhasil!"
    20:21 Setelah ia berunding dengan rakyat, ia mengangkat orang-orang yang akan menyanyi nyanyian untuk TUHAN dan
    memuji TUHANdalam pakaian kudus yang semarak pada waktu mereka keluar dimuka orang-orang bersenjata, sambil berkata: "Nyanyikanlah nyanyian syukur bagi TUHAN, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya!"

    Doa penyembahan disertai puasa, artinya

    • Mata tertuju kepada TUHAN; mata memandang kepada TUHAN.
    • Mulut memuji dan memuliakan TUHAN; mulut mengucap syukur kepada TUHAN; mulut menyeru nama TUHAN.
    • Tangan diangkat/diulurkan kepada TUHAN = menyerah sepenuh pada TUHAN; taat dengar-dengaran kepada TUHAN.

    Kalau mata kita tertuju pada TUHAN, mulut menyeru nama TUHAN, dan tangan diangkat pada TUHAN, maka TUHAN mengulurkan tangan kasih setia-Nya kepada kita, sehingga terjadi mujizat.

    Malam ini, apapun yang kita hadapi, kesempatan untuk mata tertuju pada TUHAN, mulut memuji TUHAN, dan tangan diangat kepada TUHAN sehingga terjadi mujizat.

    Hasilnya:
    2 Tawarikh 20: 22-24
    20:22 Ketika mereka mulai bersorak-sorai dan menyanyikan nyanyian pujian, dibuat TUHANlah penghadangan terhadap bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir, yang hendak menyerang Yehuda, sehingga mereka terpukul kalah.
    20:23
    Lalu bani Amon dan Moab berdiri menentang penduduk pegunungan Seir hendak menumpas dan memunahkan mereka. Segera sesudah mereka membinasakan penduduk Seir, mereka saling bunuh-membunuh.
    20:24 Ketika orang Yehuda tiba di tempat peninjauan di padang gurun, mereka menengok ke
    tempat laskaritu. Tampaklah semua telah menjadi bangkaiberhantaran di tanah, tidak ada yang terluput.

    'tempat laskar'= laskar yang besar--tadi di ayat 12.
    'semua telah menjadi bangkai'=> mujizat TUHAN terjadi.

    Mari malam ini, lewt doa puasa, kita menyelidiki hati dan pikiran, supaya (1)perjalanankita benar sampai hidup kekal, (2)mulutdijaga untuk memperoleh masa depan yang baik dan perjalanan hidup kita mengarah ke kerajaan sorga, dan (3)matahanya tertuju kepada TUHAN. Kita hanya menyembah TUHAN, mulut menyeru nama TUHAN, dan tangan diangkat kepada TUHAN--berseru dan berserah pada TUHAN.

    Hasilnya: TUHAN mengulurkan tangan kasih-Nya kepada kita sehingga terjadi mujizat, yaitu TUHAN sanggup menghapus kemustahilan untuk menolong kita.

    Laskar yang besar menjadi bangkai, artinya: semua masalah yang mustahil, yang kita takuti, semua diselesaikan oleh TUHAN; laskar yang besar menjadi tidak ada artinya dan tidak berguna.

    Mari malam ini kita berdoa sungguh-sungguh, supaya hati dan pikiran kita diselidiki. Kembali pada perjalanan hidup yang benar, mulut kembali pada yang benar, dan mata hanya memandang TUHAN. Kita menyeru nama Yesus; berserah dan berseru kepada TUHAN. Serahkan semua kepada TUHAN!
    Jangan putus asa saat menghadapi jalan buntu, tetapi serahkan semua kepada TUHAN! Yakinlah, mujizat pasti terjadi! Laskar yang besar menjadi bangkai semua. Semua masalah yang mustahil diselesaikan oleh TUHAN.

    Sebaliknya, mungkin kita datang kepada TUHAN seperti bangkai yang tidak berguna--seperti Lazarus yang mati 4 hari. Secara jasmai dan rohani tidak berguna, sudah busuk:

    • Secara rohani: kehancuran nikah-buah nikah, dan kebusukan hidup--kebusukan dalam dosa-dosa.
    • Secara jasmani: menghadapi kegagalan/kemustahilan.

    Malam ini, kita berseru dan berserah kepada TUHAN, dan TUHAN akan menolong hidup kita:

    • Nikah dan buah nikah yang sudah hancur dipulihkan--disatukan dan dibahagiakan oleh TUHAN.
    • Hidup yang sudah busuk kembali benar dan suci.
    • Hidup jasmani yang gagal, dijadikan berhasil dan indah oleh TUHAN.
    • Yang mustahil dijadikan tidak mustahil oleh TUHAN.
    • Lazarus yang mati 4 hari dibangkitkan oleh TUHAN, artinya kita diubahkan oleh TUHAN dari manusia daging yang busuk menjadi manusia rohani seperti Yesus. Kita menjadi sempurna/sama mulia seperti Dia, dan menjadi mempelai wanita TUHAN yang siap terangkat di awan-awan yang permai. Kita memandang Dia muka dengan muka selama-lamanya.

Yang hebat bisa jadi bangkai. Sebaliknya, kehidupan yang sudah jadi bangkai--tidak ada gunanya secara jasmani dan rohani, hancur binasa--bisa mengalami mujizat: dipulihkan oleh TUHAN bahkan bisa menjadi mempelai wanita TUHAN.

Malam ini, matahanya tertuju kepada TUHAN, muluthanya menyeru nama TUHAN, dan tangandiangkat/diulurkan--berserah sepenuh kepada TUHAN--sampai Dia mengulurkan tangan belas kasih-Nya kepada kita dan mujizat akan terjadi dalam hidup kita. Percaya, mujizat masih ada di tengah-tengah kita! Kita serahkan semua kepada TUHAN. Hidup jasmani, rohani, dan nikah-rumh tangga, dan bangkai-bangkai, serahkan pada TUHAN! Masalah yang hebat-hebat akan jadi bangkai. TUHAN tolong kita semua.

TUHAN memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Raya Malang, 02 Maret 2014 (Minggu Pagi)
    ... menjelang malam atau tengah malam atau larut malam atau pagi-pagi buta supaya kalau ia tiba-tiba datang jangan kamu didapatinya sedang tidur. Apa yang Kukatakan kepada kamu Kukatakan kepada semua orang berjaga-jagalah Ini adalah perumpamaan tentang Yesus sendiri. Yesus harus pergi sama dengan mati di kayu salib bangkit dan naik ke ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 22 Mei 2022 (Minggu Siang)
    ... malaikat yang memegang ketujuh cawan yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu' ketujuh malaikat di dalam kitab Wahyu . 'pengantin perempuan mempelai Anak Domba' tubuh yang sempurna. Setelah ketujuh malapetaka terakhir ditumpahkan tampillah mempelai wanita gereja yang sempurna. Jadi mempelai wanita sorga sama dengan mempelai Anak Domba karena sudah ditebus oleh darah Anak ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 23 Agustus 2014 (Sabtu Sore)
    ... kepada Allah ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya di mana hanya sedikit yaitu delapan orang yang diselamatkan oleh air bah itu. nbsp Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya yaitu baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 28 November 2012 (Rabu Sore)
    ... dan dibangkitkan karena pembenaran kita. Yesus mati untuk mengampuni dosa-dosa kita melepaskan kita dari dosa-dosa . Kemudian Yesus bangkit untuk membenarkan kita sehingga kita hidup dalam kebenaran. Akibat kesaksian palsu yang menolak kematian dan kebangktian Yesus adalah Akibat yang pertama adalah hamba Tuhan anak Tuhan hidup dalam dosa. Hidup dalam ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 03 Juli 2016 (Minggu Sore)
    ... datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai. 'berjalan dari Gilgal' berarti Elia dan Elisa ada di Gilgal. Ini adalah prsoes Elia naik ke sorga. Kita pelajari. Ini bukan dongeng tetapi benar-benar suatu kejadian yang harus kita ikuti supaya kita juga bisa terangkat ke ...
  • Ibadah Doa Malang, 09 Mei 2017 (Selasa Sore)
    ... tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Tanda puasa yang benar sesuai Alkitab Minyakilah kepalamu ada urapan Roh Kudus. Cucilah mukamu penyucian hati oleh kuasa firman. Jadi berpuasa yang benar sama dengan memberi kesempatan seluas-luasnya kepada firman Allah dalam urapan Roh Kudus firman yang lebih tajam dari ...
  • Ibadah Doa Malang, 15 Desember 2009 (Selasa Sore)
    ... pakaian supaya jangan telanjang. Kejadian pada awal penciptaan Adam dan Hawa telanjang tetapi tidak malu memiliki pakaian kemuliaan pakaian rohani sama mulia dengan Tuhan. Kejadian - setelah makan buah yang dilarang oleh Tuhan setelah berbuat dosa setelah tidak taat dengar-dengaran Adam dan Hawa menjadi telanjang malu dan takut kehilangan pakaian ...
  • Ibadah Doa Malang, 31 Oktober 2019 (Kamis Sore)
    ... dengan Dia. ad. . Tangannya memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka. Gulungan kitab kecil yang terbuka adalah pembukaan rahasia firman Allah yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab. Ini sama dengan firman pengajaran yang benar yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Tuhan memberi pembukaan firman ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 24 Agustus 2021 (Selasa Sore)
    ... pada kesempurnaan. Batu penjuru yang mahal menunjuk pada korban Kristus di kayu salib. Gereja Tuhan harus percaya pada korban Kristus atau berdiri tegak di atas korban Kristus untuk mencapai bukit Sion. Kalau dasarnya kuat kita akan diorbitkan sampai ke bukit Sion. Praktik sehari-hari berdiri di atas korban Kristus adalah Percaya kepada Yesus sebagai satu-satunya ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 13 Mei 2009 (Rabu Sore)
    ... mempelajari pelayanan buta dikaitkan dengan pelayanan pelita yang padam pelayanan gadis yang bodoh karena tidak memiliki minyak persediaan. Sebab mata ini adalah pelita tubuh sehingga kalau matanya buta pelitanya juga padam. Tanda pelayanan buta ini tidak taat tidak dengar-dengaran pada firman bahkan menentang Firman. menyimpan mempertahankan sesuatu yang tidak benar ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.