Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.
Wahyu 22:7-17 tentang 7 peringatan/ nasihat dan tegoran bagi gereja Tuhan akhir zaman supaya bisa menjadi sempurna seperti Yesus.
Kita masih mempelajari yang pertama.
Wahyu 22:7 22:7 "Sesungguhnya Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!"Mengapa Tuhan memperingatkan tentang kebahagiaan?
- Di dunia tidak ada kebahagiaan, yang ada hanya kutukan.
- Setan membuat kebahagiaan semu lewat berbuat dosa atau gereja membuat kebahagiaan semu yang tidak dikaitkan dengan firman.
Oleh sebab itu Tuhan menawarkan untuk memberi kebahagiaan Surga yang dikaitkan dengan firman.
Menjelang kedatangan Yesus kedua kali, gereja Tuhan harus sudah menuruti firman sehingga mendarah-daging dalam hidup kita, artinya:
- Kita hidup dalam kesucian dan saling mengasihi.
1 Petrus 1:22
1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.
Efesus 4:11-12
4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,
Kita diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus = jubah indah, untuk dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir, pembangunan tubuh Kristus, mulai melayani dalam nikah, penggembalaan, dst. Semakin dipakai, hidup kita semakin indah.
- Kita dilahirkan kembali/ dibaharui/ diubahkan sampai menjadi sama mulia dengan Yesus.
1 Petrus 1:23
1:23 Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.
Apa yang harus diubahkan menjelang kedatangan Yesus kedua kali?
Matius 24:32
24:32 Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara: Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat.
- Dikaitkan dengan pohon ara di taman Eden, menunjuk keubahan dalam nikah/ rumah tangga.
Pohon ara di taman Eden berdaun lebat dan dipakai untuk menutupi ketelanjangan nikah Adam dan Hawa.
Yesaya 64:6
64:6 Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan (kebenaran, TL) kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin.
Daun pohon ara = kebenaran diri sendiri. Praktik nikah yang memakai kebenaran sendiri:
- Istri menjadi kepala atas suami.
Kejadian 3:6-7
3:6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya.
3:7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
Istri mengambil keputusan dalam rumah tangga. Istri mengajar dan memerintah suami.
Maka yang menjadi kepala dalam nikah adalah ular, sehingga nikah gelap, telanjang, dipermalukan, suasana kutukan.
- Menutupi dosa dengan menyalahkan orang lain dan Tuhan (firman).
Kejadian 3:11-13, 17-19
3:11 Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?"
3:12 Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan."
3:13 Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan."
3:17 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
3:18 semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;
3:19 dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."
Sampai menyalahkan setan, tidak bisa bertobat.
Akibatny adalah hidup dalam kutukan, suasana duri (ketakutan, kekuatiran), tidak ada ketenangan, tidak pernah mengalami keubahan hidup (dari debu kembali ke debu), hanya berbuat dosa, binasa.
Pembaharuan nikah terjadi jika semua melembut, kembali pada kebenaran Alkitab dan taat.
- Dikaitkan dengan tahbisan.
Matius 21:18-19
21:18 Pada pagi-pagi hari dalam perjalanan-Nya kembali ke kota, Yesus merasa lapar.
21:19 Dekat jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja. Kata-Nya kepada pohon itu: "Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!" Dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu.
Pohon ara di pinggir jalan, hanya berdaun lebat tetapi tidak berbuah = kehidupan yang tidak tergembala sehingga tidak berubah hidupnya. Kering rohani sampai mati rohani, tidak memuaskan Tuhan, hidupnya tidak puas sehingga mencari kepuasan semu di dunia sampai jatuh dalam dosa. Atau kepuasan semu dimasukkan ke gereja sehingga gereja serupa dengan dunia.
Yeremia 48:10
48:10 Terkutuklah orang yang melaksanakan pekerjaan TUHAN dengan lalai, dan terkutuklah orang yang menghambat pedang-Nya dari penumpahan darah!
Lalai, tidak setia sampai tinggalkan ibadah pelayanan.
Lukas 19:20-23
19:20 Dan hamba yang ketiga datang dan berkata: Tuan, inilah mina tuan, aku telah menyimpannya dalam sapu tangan.
19:21 Sebab aku takut akan tuan, karena tuan adalah manusia yang keras; tuan mengambil apa yang tidak pernah tuan taruh dan tuan menuai apa yang tidak tuan tabur.
19:22 Katanya kepada orang itu: Hai hamba yang jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. Engkau sudah tahu bahwa aku adalah orang yang keras, yang mengambil apa yang tidak pernah aku taruh dan menuai apa yang tidak aku tabur.
19:23 Jika demikian, mengapa uangku itu tidak kauberikan kepada orang yang menjalankan uang? Maka sekembaliku aku dapat mengambilnya serta dengan bunganya.
Jika malas pasti jahat, menghakimi orang lain. Sehingga tidak berguna, dicampakkan dalam kegelapan paling gelap, sampai binasa selamanya.
Jika tekun tergembala dan taat, setia dan baik, maka pasti akan berbuah, serta mengalami kebahagiaan Surga.
Matius 25:21
25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
- Pembaharuan karakter.
Galatia 5:19-21
5:19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
5:20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
5:21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
Kita mengalami penyucian dari tabiat daging dan perbuatan daging. Kita diubahkan, kembali pada ciptaan semula, memiliki karakter Allah Tritunggal = berbuah 9 buah Roh.
Galatia 5:22-23
5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.
Praktiknya adalah jujur dan taat.
Pengkhotbah 7:29
7:29 Lihatlah, hanya ini yang kudapati: bahwa Allah telah menjadikan manusia yang jujur, tetapi mereka mencari banyak dalih.
Maka terjadi pemulihan hidup kita.
Yohanes 21:3,7
21:3 Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.
21:7 Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.
Laki-laki/ suami tidak taat sehingga gagal dan telanjang.
Yohanes 21:5-6
21:5 Kata Yesus kepada mereka: "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada."
21:6 Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.
Jika jujur dan taat, sama dengan mengulurkan tangan, menyerah sepenuh kepada Tuhan. Maka Tuhan mengulurkan tangan kasih karunia untuk memelihara kehidupan kita yang kecil di tengah kesulitan dunia yang besar. Tuhan memberi pakaian pelayanan, sehingga tidak telanjang, nikah menjadi indah.
Matius 15:25-28
15:25 Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku."
15:26 Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
15:27 Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."
15:28 Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.
Perempuan menghadapi kehancuran nikah karena banyak salah dalam perkataan. Jika jujur dan taat, tangan Tuhan sanggup memulihkan nikah menjadi benar, suci, satu, bahagia, sempurna. Segala penyakit jasmani dan rohani disembuhkan. Kita menjadi damai sejahtera, enak dan ringan.
Yohanes 11:39
11:39 Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."
Kaum muda gagal seperti Lazarus mati 4 hari, tidak mau mengaku kebusukan. Jika jujur dan taat, tangan Tuhan diulurkan untuk membangkitkan Lazarus yang mati. Yang busuk menjadi harum, yang najis menjadi suci, yang gagal menjadi berhasil dan indah.
Tuhan memberkati.