Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949

Pdt. Jusak Widjaja Hendra - GPTKK, Malang

Selamat Pagi, selamat bersekutu dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Matius 24 bicara tentang 7 tanda nubuat kedatangan Tuhan kedua kali sekaligus tanda kiamat. Kita berada pada tanda yang ke-4 dalam Matius 24:15-25 yaitu tentang antikris. Jadi sebelum kedatangan Yesus kedua kali akan didahului antikris berkuasa di bumi selama 3,5 tahun. Antikris selalu berusaha memburu bahkan membinasakan gereja Tuhan.

Sekarang kita belajar ayat 19-20 yaitu kehidupan yang masuk dalam aniaya antikris.

Matius 24:19-20
24:19 Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu.
24:20 Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat.

Ini keadaan gereja Tuhan yang masuk aniaya antikris, yaitu:

  1. Ibu-ibu yang sedang hamil, menunjuk
    1. mengandung hak-hal yang baik tapi tidak dilakukan sampai menjadi dosa.
    2. mengandung dosa, benih ular beludak.
  2. Ibu-ibu yang menyusukan bayi, artinya gereja Tuhan yang memiliki kualitas seperti bayi/ anak kecil, belum dewasa rohani.

Ibrani 5:11-14
5:11 Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan.
5:12 Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.
5:13 Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.
5:14 Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

Mengapa gereja Tuhan memiliki kualitas rohani seperti bayi/ anak kecil?

  1. Sebab hanya mau menerima firman penginjilan (susu) sekalipun sudah lama mengikut Tuhan.
  2. Sebab menolak firman pengajaran yang benar (makanan keras), firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

Praktek kualitas rohani yang seperti bayi/ anak kecil: tidak bisa membedakan tangan kiri dengan tangan kanan.
Ini seperti yang terjadi pada penduduk kota Niniwe di jaman Yunus.

Yunus 4:11
4:11 Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?"

Jangan mengukur-ukur gereja berdasarkan yang jasmani, itu bukan ukuran. Ukuran yang sebenarnya adalah kualitas rohani. Orang Niniwe kualitas rohaninya seperti anak kecil, tidak bisa membedakan tangan kanan dan tangan kiri. Artinya:

  1. Tidak bisa membedakan antara firman pengajaran yang benar dan yang palsu.
    Firman pengajaran yang benar tertulis dalam Alkitab. Oleh sebab itu, sangat baik jika kita beribadah ke gereja membawa Alkitab.
    Pengajaran yang benar diwahyukan oleh Tuhan, dibukakan rahasianya, ayat menerangkan ayat dalam Alkitab.
    Jika mendengar firman dengan banyak ayat malah bosan, berarti kualitas rohaninya masih seperti anak kecil. Sekarang banyak firman yang diterangkan tanpa ayat malah lebih disenangi dalam gereja Tuhan.
    2Timotius 4:3-4
    4:3 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.
    4:4 Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.

    Kristen berkualitas anak kecil malah lebih senang menerima dongeng, firman yang diterangkan tanpa berdasarkan ayat, menggunakan ilustrasi-ilustrasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, disertai lawakan, lelucon, bahkan dusta. Ini yang sekarang banyak dicari.
    Jika gereja Tuhan suka dongeng maka gampang disesatkan. Tersesat = kehilangan arah ke Surga, tidak bisa masuk Yerusalem Baru, berarti masuk kebinasaan selama-lamanya.
  2. Tidak bisa membedakan yang baik daripada yang jahat.
    Sehingga gampang untuk berbuat dosa, jatuh bangun dalam dosa. Kehidupan tersebut tidak mempunyai kepekaan rohani.
    Yunus 1:1-2
    1:1. Datanglah firman TUHAN kepada Yunus bin Amitai, demikian:
    1:2 "Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku."

    Akibatnya: masuk dalam arusnya dosa, dosa makin bertambah-tambah sampai membumbung tinggi sampai ke hadirat Tuhan (sampai puncaknya dosa: dosa makan minum dan kawin mengawinkan/ dosa seks) sehingga masuk dalam aniaya antikris, bahkan masuk dalam murka Allah/ kebinasaan kekal selama-lamanya.
    Ini gereja Tuhan yang berkualitas anak-anak, tidak mau menerima firman yang keras. Kehidupan tersebut sangat riskan, apalagi saat menghadapi perkembangan dosa yang membumbung tinggi.
    Itu sebabnya gereja Tuhan harus menerima firman pengajaran yang benar, firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Bukan berarti firman penginjilan tidak penting, tapi kita harus meningkat untuk menerima firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
    Untuk mengimbangi dosa yang makin berkembang, kita juga harus berkembang dalam firman.
    Ibrani 6:1-2
    6:1. Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah,
    6:2 yaitu ajaran tentang pelbagai pembaptisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang-orang mati dan hukuman kekal.

    Ditingkatkan artinya gereja Tuhan harus sudah mantap dalam firman penginjilan sehingga bisa dilanjutkan pada firman pengajaran yang mengarah gereja Tuhan pada kedewasaan rohani yang mengarah pada kesempurnaan.
    Sekarang kita akan mempelajari praktek dewasa rohani, kita belajar dari Musa.
    Ibrani 11:24-25
    11:24 Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun,
    11:25 karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa.

    Praktek dewasa rohani yaitu lebih suka menderita bersama Tuhan daripada menikmati kesenangan dosa/ dunia.
    Salah satu contohnya adalah berpuasa.
    Orang Niniwe sudah diancam penghukuman karena kualitas rohaninya seperti bayi/ anak kecil. Namun Tuhan itu baik, Tuhan mau menolong dengan mengutus Yunus untuk menyampaikan firman pengajaran (seruan) yang keras.
    Yunus 3:2-4
    3:2 "Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu."
    3:3 Bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan firman Allah. Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya.
    3:4 Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru: "Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan."

    Inilah seruan Yunus. "Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan." Seruan ini dibutuhkan oleh kota Niniwe sebab jika Tuhan menunggangbalikkan maka Niniwe akan binasa. Seruan Yunus menunjuk firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
    Jika Yunus berkelakar, menyampaikan firman yang lucu, dll maka Niniwe akan ditunggang-balikkan oleh Tuhan.
    Sekarang bagi kita yang hidup di tengah malam/ akhir jaman, kita harus juga mendengar seruan firman.
    Matius 25:6
    25:6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!
    Inilah seruan firman yang dibutuhkan gereja Tuhan di akhir jaman: “Lihat mempelai datang! Songsonglah dia!” yaitu firman pengajaran mempelai untuk mempersiapkan gereja Tuhan supaya dewasa rohani sampai sempurna, menjadi mempelai wanita Tuhan.
    Jika kita menerima firman mempelai maka hasilnya kita bisa dewasa rohani seperti Musa: lebih senang menderita secara daging bersama Tuhan, contohnya: berpuasa, seperti yang dilakukan oleh penduduk Niniwe.
    Yunus 3:5-6
    3:5. Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa dan mereka, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung.
    3:6 Setelah sampai kabar itu kepada raja kota Niniwe, turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di abu.

    Berpuasa ditandai duduk di atas abu, merendahkan diri serendah-rendahnya sampai mengaku kehidupan kita hanya debu tanah liat:
    • tidak mampu berbuat apa-apa tanpa kemurahan Tuhan.
    • tidak layak, banyak cacat cela dan kekurangan/ kesalahan dan kita harus berbalik dari segala kesalahan, bertobat dan melakukan yang benar.
      Mulai berbalik dari pengajaran yang tidak benar pada firman pengajaran yang benar. Berbalik dari perbuatan-perbuatan yang tidak benar pada perbuatan yang benar, suci. Mulai dalam nikah, sikap ibadah, cara berdagang harus menjadi baik.

Hasil/ kegunaan berpuasa:

  1. Melunakkan hati Tuhan sehingga Tuhan berbalik, tidak menghukum tetapi mengasihani kita, memberi kita kesempatan untuk berbalik kepada Tuhan dan Tuhan akan memberkati kita.
    Yunus 3:8-10
    3:8 Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah serta haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya.
    3:9 Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa."
    3:10 Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Iapun tidak jadi melakukannya.

    Jika kita tidak mau berbalik pada Tuhan maka suatu waktu kemurahan Tuhan ada batasnya, maka yang datang adalah penghukuman.
  2. Menghadapi kesulitan-kesulitan yang melanda dunia sampai puncaknya yaitu masa aniaya antikris selama 3,5 tahun.
    Ester 4:15-16
    4:15 Maka Ester menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Mordekhai:
    4:16 "Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangkupun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati."

    Saat bangsa Yahudi diancam hukuman mati maka Ester berpuasa, rela sengsara bahkan rela mati demi kebenaran. Ini tanda dewasa rohani. Kesulitan-kesulitan yang melanda dunia tidak bisa diselesaikan dengan ijazah, kepandaian, dll. Oleh sebab itu jangan terlena, sebab akan sungguh-sungguh terjadi. Seorang raja Niniwe saja mau berpuasa setelah mendengar firman yang disampaikan Yunus.
    Mari kita berpuasa, baik di kantor, di sekolah, untuk bisa menghadapi antikris. Jika kita diijinkan tidak meninggal dunia maka akan menghadapi kesulitan-kesulitan yang meningkat sampai aniaya antikris. Sekarang dicari anak Tuhan yang berkualitas seperti Ester, kita bisa lolos dari segala kesulitan, tikda masuk dalam aniaya antikris.
  3. Menghadapi kedatangan Tuhan kedua kali.
    Markus 2:20-22
    2:20 Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.
    Waktu itu orang-orang bertanya mengapa murid-murid Yesus tidak berpuasa, maka Tuhan menjawab saat Mempelai bersama-sama dengan mereka, mereka tidak berpuasa.
    Mempelai diambil menunjuk Yesus yang sudah mati, bangkit dan naik ke surga. Sekarang kita berpuasa untuk menyambut kedatangan Tuhan kedua kali. Lewat puasa, kita mengalami proses pembaharuan, keubahan hidup. Ini merupakan mujizat yang terbesar.
    Markus 2:21-22
    2:21 Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabiknya, yang baru mencabik yang tua, lalu makin besarlah koyaknya.
    2:22 Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang.
    Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula."
    Lewat doa puasa, kita bisa menyatu dengan Tuhan.
    Sebelum Yesus datang maka kita tidak berhenti untuk berpuasa. Bepuasa menghasilkan mujizat, keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani.

Dua macam pembaharuan:

  1. Lewat baptisan air.
    Roma 6:4

    6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.
    Baptisan yang benar adalah dikuburkan, jika belum dikuburkan berarti belum dibaptis. Dalam baptisan air yang benar, dosa dibuang/ dikuburkan dalam air dan kita bangkit dalam hidup baru.
    Jadi jika kita bisa masuk dalam baptisan air yang benar, itu merupakan suatu mujizat.
  2. Lewat doa puasa
    Apa yang dibaharui dalam doa puasa?
    1. Pakaian lama [Markus 2:21]
      Pakaian harus dibaharui, tidak boleh tambal sulam yaitu jatuh bangun dalam dosa. Sudah mengaku dosa tapi berbuat dosa itu lagi. Harus terjadi kelepasan dari dosa sehingga kita bisa hidup benar, hidup suci.
      Saat mau masuk baptisan air selalu ditanyakan apa masih ada ikatan-ikatan dosa. Saat didoakan kemudian masuk baptisan air maka ikatan-ikatan itu akan dilepaskan. Tapi di tengah perjalanan masih ada ikatan lagi, oleh sebab itu harus berpuasa.
      Jika mengulangi dosa sama seperti anjing kembali ke muntahnya, babi kembali pada kubangan.
    2. Kirbat (tempat menyimpan anggur), menunjuk hati. [Markus 2:22]
      Yakobus 3:11
      3:11 Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama?
      3:12 Saudara-saudaraku, adakah pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun dan adakah pokok anggur dapat menghasilkan buah ara? Demikian juga mata air asin tidak dapat mengeluarkan air tawar.

      Yang perlu diubahkan adalah:
      • hati yang tawar, mudah putus asa/ kecewa, mudah tersandung
      • hati yang pahit, ada dendam, iri
      • hati yang asin, ada dosa, kejahatan

Jika ada pembaharuan maka bisa menjadi kirbat yang mampu menampung air anggur yang baru yaitu kuasa Roh Kudus untuk memenuhi kehidupan kita, memberi kepuasan sejati bagi kita.
Hasilnya: ada kemanisan/ kesukaan, mulai dalam rumah tangga. Oleh sebab itu harus berpuasa. Jika belum ada pertolongan, harus tetap sabar.
Jika pakaian dan hati diubahkan terus menerus lewat berpuasa maka suatu waktu, saat kedatangan Tuhan kedua kali, kita akan menjadi sama mulia dengan Tuhan.
Pembaharuan = mujizat. Jika mujizat yang rohani bisa terjadi maka mujizat yang jasmani juga akan terjadi.

2 Tawarikh 20:1-3
20:1. Setelah itu bani Moab dan bani Amon datang berperang melawan Yosafat bersama-sama sepasukan orang Meunim.
20:2 Datanglah orang memberitahukan Yosafat: "Suatu laskar yang besar datang dari seberang Laut Asin, dari Edom, menyerang tuanku. Sekarang mereka di Hazezon-Tamar," yakni En-Gedi.
20:3 Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa

Mungkin saat ini ada ketakutan, seperti yang dialami raja Yosafat saat menghadapi musuh-musuh, sikap kita hanya berpuasa.

2Tawarikh 20:12
20:12 Ya Allah kami, tidakkah Engkau akan menghukum mereka? Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu."

Pada saat kita tidak tahu harus berbuat apa, tidak punya kekuatan apa-apa untuk menyelesaikan masalah, tidak tahu jalan keluar, maka jangan berharap orang lain tetapi biarlah pandangan kita hanya tertuju pada Tuhan lewat mendengar firman dan banyak berpuasa.

2 Tawarikh 20:17, 24
20:17 Dalam peperangan ini tidak usah kamu bertempur. Hai Yehuda dan Yerusalem, tinggallah berdiri di tempatmu, dan lihatlah bagaimana TUHAN memberikan kemenangan kepadamu. Janganlah kamu takut dan terkejut. Majulah besok menghadapi mereka, TUHAN akan menyertai kamu."
20:24 Ketika orang Yehuda tiba di tempat peninjauan di padang gurun, mereka menengok ke tempat laskar itu. Tampaklah semua telah menjadi bangkai berhantaran di tanah, tidak ada yang terluput.

Hasilnya: musuh-musuh menjadi bangkai, apa yang kita takutkan akan menjadi tidak berarti lagi seperti bangkai. Tadinya kita yang tidak bisa berbuat apa-apa tapi lewat kasih setia Tuhan dalam doa puasa, segala ancaman, kesulitan-kesulitan tidak bisa berbuat apa-apa terhadap kita, menjadi bangkai, tidak berarti lagi bagi kita. Apa yang mustahil menjadi tidak mustahil, Tuhan menghapus segala kemustahilan.
Demikian juga seandainya saat ini hidup kita sudah seperti bangkai (seperti Lazarus yang sudah mati 4 hari), tidak berarti apa-apa, tidak dianggap oleh orang lain, sudah gagal, hancur, namun jika kita bisa tersungkur (mata kita tertuju pada Tuhan) maka bangkai bisa dibangkitkan kembali menjadi kehidupan yang berguna. Tuhan sanggup membuat kita berhasil, menjadi orang yang berguna. Tuhan memberkati.

1



Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Raya Malang, 12 Februari 2023 (Minggu Pagi)
    ... Tuhan menyalahkan firman pengajaran yang benar. Kehidupan semacam ini tampil seperti sampah sesuatu yang tidak berguna dan lumpur dosa . Hidupnya tidak tenang sampai masuk arus Babel sampai binasa selamanya. Kita menyerahkan anak ini supaya jangan masuk arus Babel tetapi masuk arus kebenaran dan kesucian. Sampai anak ini dipermuliakan bersama ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 07 Desember 2011 (Rabu Sore)
    ... diwahyukan Tuhan kepada alm. Pdt. Van Geseel . Selain itu berpuasa juga berguna supaya kita bisa bersaksi dan mengabarkan kabar mempelai dimanapun Tuhan utus kita. Malam ini kita pelajari mengenai loh batu secara sederhana. Keluaran . Dan TUHAN memberikan kepada Musa setelah Ia selesai berbicara dengan dia di gunung Sinai kedua loh hukum ...
  • Ibadah Doa Malang, 09 September 2014 (Selasa Sore)
    ... hidup kekal selama-lamanya. Matius - Dan Akupun berkata kepadamu Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 25 Januari 2009 (Minggu Sore)
    ... Lot adalah gambaran gereja Tuhan yang sudah selamat tetapi tidak mencapai kesempurnaan sebab menoleh ke belakang dan akibatnya adalah menjadi tiang garam garam yang tawar. Sama seperti Israel yang diselamatkan tetapi tidak masuk Kanaan. Menoleh ke belakang artinya Ada ikatan Sodom dan Gomora. Mulai dengan ikatan kekayaan Sodom dan Gomora keinginan jahat ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 29 November 2017 (Rabu Sore)
    ... untuk disampaikan kepada sidang jemaat dengan setia terus menerus berkesinambungan dan diulang-ulang sebagai makanan rohani bagi sidang jemaat untuk menumbuhkan mendewasakan kerohanian sidang jemaat sampai sempurna sama mulia dengan Yesus--menjadi mempelai wanita Yesus. Kita memang buli-buli tanah liat yang rapuh retak hancur sampai binasa tetapi ada jalan keluarnya supaya tidak hancur ...
  • Ibadah Kunjungan Soroako II, 22 Februari 2012 (Rabu Pagi)
    ... kemahnya waktu hari panas terik. Lalu kata mereka kepadanya Di manakah Sara isterimu Jawabnya Di sana di dalam kemah. Jalan keluarnya adalah Abraham dan istrinya harus berada di kemah. Kemah ini menunjuk tempat penggembalaan. Suami-istri harus satu kemah yaitu satu penggembalaan satu pengajaran satu pelayanan. Kegiatan dalam penggembalaan adalah kegiatan menyediakan ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 30 Desember 2015 (Rabu Sore)
    ... teguh ia tidak takut sehingga ia memandang rendah para lawannya. . Ia membagi-bagikan ia memberikan kepada orang miskin kebajikannya tetap untuk selama-lamanya tanduknya meninggi dalam kemuliaan. Jangan menambah dosa-dosa jangan bertahan dalam dosa tetapi selesaikan dosa untuk hidup dalam kebenaran. Hasil kalau hidup dalam kebenaran ayat. 'orang benar itu akan diingat selama-lamanya' ...
  • Ibadah Doa Malang, 16 Februari 2016 (Selasa Sore)
    ... tangan dan kaki dengan air supaya mereka jangan mati. Demikian juga apabila mereka datang ke mezbah itu untuk menyelenggarakan kebaktian dan untuk membakar korban api-apian bagi TUHAN Baptisan air yang benar adalah dasar untuk kita melayani Tuhan. Oleh sebab itu sebelum melayani Tuhan harus lebih dahulu masuk dalam baptisan air ...
  • Ibadah Raya Malang, 08 Juni 2014 (Minggu Pagi)
    ... dan sampai ke ujung bumi. Sesudah Ia mengatakan demikian terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka dan berkata kepada mereka Hai orang-orang Galilea mengapakah kamu berdiri melihat ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 30 November 2024 (Sabtu Sore)
    ... dalam sidang jemaat dan mengungkapkan tentang penghukuman Tuhan atas dunia sama dengan mengejek firman pengajaran kabar mempelai. Kapan mengejeknya Mulai dari zaman Nuh. Nuh adalah pemberita kebenaran tetapi ia diejek dan disebut sebagai kebenaran sendiri. Zaman Herodes. Herodes memasukkan Yohanes Pembaptis ke dalam penjara dan membunuhnya. Yohanes Pembaptis memberitakan firman pengajaran yang benar ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.