Tanggal 24-26 Juli 2007, oleh kemurahan Tuhan, saya bisa ikut ibadah persekutuan
di Medan. Secara manusia, biaya yang dikeluarkan ke Medan memang besar, apalagi
saat liburan dengan harga tiket yang mahal. Tapi sesuai Firman Tuhan, untuk
ikut dalam persekutuan, maka semua harus di korbankan. Dan sebelum ikut ke Medan
kali ini, ada banyak yang sudah Tuhan lakukan untuk hidup saya.
Oleh kemurahan Tuhan, ada perusahaan Jakarta yang ingin mengajak saya menjadi
partner dan saya dijadikan master dealer di Surabaya. Padahal, saya tidak punya
kantor yang resmi dan tidak ada pegawai. Dan pihak Jakarta sudah tahu mengenai
hal ini, dan saya sudah berulang kali mengatakan, supaya memilih tempat lainnya.
Tapi beliau tidak mau dan tetap meminta saya jadi master dealer di Surabaya.
Ini berkat Tuhan yang saya tidak pernah pikirkan.
Yang kedua adalah, satu perusahaan travel besar di Bali, juga meminta saya
jadi partner. Ini suatu hal yang sangat mustahil. Karena dia sudah exist di
bidang travel dan tour, tapi malah mengajak saya sebagai partner. Saya hanya
membuatkan web dan database untuk kebutuhan tour dan travel dan selanjutnya,
dia mengajukan pembagian keuntungan 50:50. Sangat mustahil bagi saya. Dengan
sistem, dimana pembagian saya lebih kecilpun, itu sudah mustahil. Tapi ini malah
separo. Dan ini tidak berhenti sampai sini. Kalau Tuhan ijinkan, partner di
Bali ini juga akan join untuk meluncurkan produk khusus untuk tour dan travel
agent seluruh Indonesia. Benar-benar, saya tidak menyangka akan semua kejadian
ini. Banyak jalan Tuhan bukakan dalam pekerjaan saya. Sesuatu yang sangat mustahil
bagi saya, apalagi saya bukanlah seorang programmer yang hebat. Juga tidak ada
kantor yang baik. Tapi lewat penggembalaan, Tuhan benar-benar menyatakan pemeliharaanNya
atas hidup saya. Dan benar-benar, saya makin merasa, bahwa apa yang saya dapatkan,
itu semua hanya dari Tuhan, karena saya tahu diri saya siapa dan seharusnya
banyak yang lebih baik dari saya.
Banyak perusahaan dan teman saya yang bilang, bahwa semua makin sulit, tapi
Firman Tuhan sudah menjadi bukti nyata buat saya. Saat semua bilang pekerjaan
sulit, dll, Tuhan justru memberikan peluang-peluang baru kepada saya, lewat
orang yang selama ini tidak saya kenal dan bahkan sudah merupakan perusahaan
yang besar yang secara manusia tidak butuh apapun dari saya.
Terima kasih, Tuhan memberkati. |