Tahun 2004 yang lalu, oleh kemurahan Tuhan, saya bisa
ikut semua kebaktian kunjungan yang ada. Tapi tahun 2005, banyak sekali
yang tidak bisa saya ikuti. Dan menjelang akhir tahun, dalam hati saya
berdoa, semoga tahun ini bisa saya tutup dengan ikut kunjungan-kunjungan
terakhir di tahun 2005. Dan puji Tuhan, saya bisa ikut KKR di Pekanbaru
bersama kedua orang tua saya. Awalnya saya bingung, bagaimana dengan biaya,
dan lain-lainnya, karena pada tahun 2005, memang tahun yang agak berat
dalam pekerjaan saya. Tapi Tuhan selalu ingatkan bahwa Tuhan pasti pelihara
saya. Dan mujizat terjadi, kedua orang tua saya bisa menanggung biaya
mereka sendiri, dan saya hanya menambah sedikit. Sampai di Pekanbaru,
pikiran saya mulai kacau, mengingat apa yang akan terjadi di tahun 2006,
dimana biaya hidup semakin tinggi dan masih harus keluar biaya untuk ibadah
pelayanan dan untuk di dalam rumah juga. Firman sudah jelas, bahwa akan
terjadi krisis di segala bidang. Hidup semakin susah. Dan ini memang sudah
mulai saya rasakan, terutama karena saya bekerja di bidang jasa. Saling
pukul harga, sudah hal umum yang saya hadapi. Tapi pada awal ibadah di
Riau, Tuhan sudah berikan janji kebahagiaan di bumi ini sampai nanti kebahagiaan
kekal, menjadi mempelai Tuhan. Saya sangat dikuatkan dengan tema Firman
di Riau tersebut. Dan Tuhan buktikan FirmanNya kepada saya.
Di tengah-tengah ibadah pada hari ke-2, saya menerima SMS dari Bali.
Salah satu klien lama saya, yang selama ini hanya menyewa server di tempat
saya, tiba-tiba ingin menggunakan jasa saya untuk membuat web. Dan tidak
tanggung-tanggung, dia berencana ingin membuat 10 buah. Saya tidak tahu,
apakah itu akan terjadi atau tidak. Tapi membuat 1 proyek saja, bagi saya
itu adalah sesuatu yang sebenarnya sangat mustahil, karena saya tahu selama
ini, dia bisa bikin web sendiri, bagus dan sudah menghasilkan banyak uang.
Tidak perlu menggunakan jasa saya. Tapi saya ingat, kalau Tuhan sudah
kirimkan berkat, tidak ada yang bisa menghalangi, walaupun saya tahu di
Bali, banyak designer yang jauh lebih murah dari tempat saya. Saat ini
proyek pertama sudah mulai berjalan. Dan saya bisa melihat bahwa Tuhan
tetap menyertai, karena Tuhan yang memberi berkat, tidak mungkin tidak
disertai. Dan ditengah-tengah pekerjaan ini, kembali Tuhan mempercayakan
saya 2 proyek dari klien yang juga saya tidak pernah ketemu sebelumnya.
Hanya lewat seorang teman. Dan walaupun di awal prosesnya agak rumit,
tetapi selanjutnya, Tuhan bukakan jalan yang tidak pernah saya pikirkan.
Puji Tuhan.
Saya bisa mengalami, bahwa dalam penggembalaan, sungguh Tuhan memelihara
saya sekeluarga. Bukan dari jumlah uang yang kami dapat. Tapi terkadang,
ketika hampir-hampir tidak ada uang lagi dan saya harus keluar untuk ibadah
pelayanan dan untuk hidup sehari-hari, saya bisa melihat, bahwa rasanya
uang saya yang tinggal sedikit itu tidak habis-habis. Dan ketika benar-benar
sudah kritis, Tuhan berikan saya pekerjaan baru, sehingga saya tidak pernah
sampai kekurangan. Bahkan kalau saya melihat ke belakang, saya boleh merasakan
kemurahan Tuhan, bahwa hampir 5 tahun, usaha yang saya rintis bisa berjalan.
Kalau di pikir secara manusia, sangat tidak mungkin saya bisa bertahan
sampai sekarang. Tapi saya bisa diyakinkan, bahwa kalau saya mengutamakan
Tuhan dan mau berkorban segalanya (walaupun sering saya masih berdosa,
tidak bisa berkorban segalanya), Tuhan tidak akan tinggalkan saya. Bukan
mau berjudi dengan Tuhan (berkorban sekian, berharap dapat begini begitu),
tapi Firman di akhir tahun selalu menguatkan saya, tidak ada jalan lain
kalau mau bahagia, selain dari memandang Tuhan yang duduk di sebelah kanan
Allah Bapa. Dari pengalaman-pengalaman itu, saya semakin diteguhkan untuk
tidak terlalu mudah meninggalkan ibadah pelayanan didalam penggembalaan,
bukan saja untuk bahagai di bumi ini, tapi terlebih untuk masuk dalam
kebahagiaan kekal.
Ditengah-tengah berkat jasmani yang Tuhan percayakan kepada saya, Tuhan
ingatkan saya kotbah Pdt Pong (alm), bahwa saya harus hati-hati dengan
berkat yang saya terima. Kalau itu memang dari Tuhan, maka berkat itu
pasti akan membawa saya semakin setia dan sungguh-sungguh dalam ibadah
pelayanan, bukan malah menjauh dari Tuhan. Dan ini selalu saya ingat,
jangan sampai berkat-berkat itu malah menjerumuskan saya, tapi makin sungguh-sungguh
kepada Tuhan. Sampai sekarangpun, ketika teman-teman saya mengeluh masalah
pekerjaan, dll, dan saya juga sempat ikut bicara, tapi dalam hati, saya
justru merasakan kekuatan, bahwa Tuhan yang akan memelihara saya secara
langsung, bukan dari dunia ini dan sungguh, saya tidak merasakan ketakutan
apapun dalam perkara ini, tapi ada perasaan bahagia dalam hati saya, karena
tidak sia-sia saya ikut Tuhan selama ini, walau daging saya harus menderita.
Apa yang Tuhan lakukan untuk saya, benar-benar tidak sepadan dengan apa
yang saya lakukan. Pengalaman saya selama ini bersama Tuhan sangat menguatkan
saya, dan tidak ada yang bisa mengganggu gugat. Saya bersyukur dengan
Firman penggembalaan yang selama ini membimbing saya. Terkadang saya lupa
Firman, tapi syukur pada Tuhan, bahwa Firman itu masih diulangi lagi untuk
mengingatkan saya dan menambah kekuatan saya untuk hanya berharap pada
Tuhan. Puji Tuhan |