Kesaksian saya tahun 2006 saya akan mengingat kembali kesaksian saya saat memasuki
tahun 2005. Firman Tuhan yang saya dapat dari Tuhan ada di dalam 1 Korintus
15:58, ”Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah
teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu,
bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” Sepertinya
Tuhan sudah memberikan rambu-rambu dalam perjalanan saya di tahun 2005. Saya
tidak mengerti apa yang akan terjadi. Saya melakukan aktivitas dan pelayanan
saya bersama dengan Tuhan. Semua saya lakukan dengan sungguh-sungguh. Banyak
yang kami alami dalam keluarga dan pelayanan, suka-duka, masalah, kesulitan-kesulitan,
semua dapat saya lalui dengan pertolongan Tuhan.
Pada bulan kesepuluh tahun 2005 saya dihantam gelombang badai dalam keluarga
saya. Semua goyah menghadapi kenyataan bahwa anak saya mengalami sakit yang
serius. Sepertinya umurnya ada di atas uang, sedangkan catatan di atas kertas
saya tidak memiliki uang, tabungan juga tidak punya. Yang saya punya hanya iman,
tenaga, pikiran, dan kemauan yang keras, berusaha bagaimana mendapat pertolongan
Tuhan untuk kesembuhan anak saya. Ternyata Tuhan masih belum mau menyembuhkan.
Saya kehabisan tenaga, saya mulai lemah, saya mulai goyah, dan tidak dapat
lagi berdiri teguh. Iman saya goyah, mau pergi ke gereja sudah tidak punya semangat
lagi. Firman Tuhan yang saya tampung tidak lagi dapat mengangkat harapan saya.
Jalan saya mulai sempoyongan. Saya tidak mampu mengangkat kepala dengan pandangan
kemenangan. Muka saya muram, tidak berseri, sebab menyimpan kemarahan dan kekecewaan.
Semangat saya habis. Saya dalam kekalahan. Firman Tuhan 1 Korintus 15:58,
betul-betul Tuhan menguji saya dan saya tidak lulus.
Memasuki tahun 2006 Firman Tuhan datang lagi untuk saya. Apakah ini juga untuk
bapak, ibu, saudara, saya tidak tahu. Tapi, bolak-balik Firman itu muncul waktu
saya berdoa atau membaca Firman Tuhan, yaitu di Filipi 3:13-14,
16, (ayat 13) ”Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku
telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah
di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,” (ayat
14) ”dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggillan
sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” (ayat 16) ”Tetapi baiklah
tingkat pergertian yang telah kita capai kita lanjutkan menurut jalan yang telah
kita tempuh.” Saya tidak mengerti mengapa Tuhan memberi ayat ini kepada
saya sedangkan Tuhan tahu kondisi saya saat ini, saya rapuh dan dalam kebimbangan.
Tahun 2005 sudah berlalu, Tuhan menyuruh saya melupakan apa yang ada dibelakang
saya, Tuhan menyuruh saya mengarahkan pandangan ke depan, dan saya disuruh berlari
untuk mencapai tujuan iman yang sempurna. Sedangkan saya sudah tidak sanggup
lagi berlari, pandangan saya sudah pudar, jalan saya sudah sempoyongan, saya
tidak dapat berdiri teguh. Dan dalam Filipi 3:16 Tuhan menyuruh
saya melanjutkan tingkat pengertian saya dalam Firman Pengajaran sedangkan saya
adalah murid yang bodoh dan tidak pernah lulus dalam ujian.
Tahun 2006 ujian itu belum dapat saya jawab sebab saya memang tidak tahu jawabnya.
Saya kembalikan kepada Tuhan. Apa jawaban Tuhan, saya berserah.
Kesaksian-kesaksian Saudara, Bapak, dan Ibu banyak kami dengar dan sudah menguatkan
saya. Banyak yang terjadi dalam keluarga, rumah tangga, pribadi, pergumulan-pergumulan
dalam kesulitan, sakit-penyakit, dan keberhasilan membuat saya tidak sendirian
menanggung penderitaan. Mari kita selesaikan lewat Firman Tuhan yang telah kita
capai.
Kami sangat berterima kasih kepada Bapak dan Ibu Gembala yang selalu menyebut
nama anak saya dalam doanya, kepada tua-tua, rekan-rekan pelayan, dan seluruh
sidang jemaat yang sangat menghibur di kala keadaan saya sangat membutuhkan
dukungan doa dari Bapak, Ibu, dan Saudara. Tuhan memberkati. Terima kasih. |