Yudas 1 : 24-25
24. Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan
yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya.
25. Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi
Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan
sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.
Di dalam tabernakel, surat Yudas ini terkena pada tudumg kulit
lumba-lumba. Tudung berarti perlindungan dan pemeliharaan TUHAN kepada gereja
yang benar dan sekaligus pemisahan dengan gereja yang palsu. Sekarang, kedua
gereja ini tumbuh bersama-sama bagaikan gandum dengan ilalang, bahkan yang palsu/ilalang
bertumbuh dengan pesat. Tetapi satu waktu akan dipisahkan.
Gereja yang benar/gandum adalah gereja yang lebih mengutamakan Firman/berisi
Firman sehingga menjadi gandum yang matang, yang akan dituai dan dimasukkan
ke dalam lumbung.
Tetapi gereja palsu adalah gandum yang kosong sebab tidak mengutamakan Firman,
akan dibakar dan binasa untuk selama-lamanya.
Di dalam surat Yudas 1 : 24-25 ini ada tujuh penampilan dari Pribadi YESUS,
yaitu:
- Bagi Dia Yang berkuasa supaya jangan kamu tersandung. Dia = YESUS yang berkuasa
menjaga kita supaya kita tidak tersandung.
- Dia berkuasa membawa kita sampai kita tidak bernoda/bercacat cela = sempurna.
- Dia adalah ALLAH Yang Esa.
- Dia adalah Juruselamat kita.
- Dia adalah TUHAN YESUS Kristus.
- Dia Yang layak menerima kemuliaan, kekuasaan, kekuatan, kebesaran
- Dia adalah ALLAH yang kekal dari dulu, sekarang sampai selama-lamanya.
Firman TUHAN sudah mengatakan, ALLAH yang kekal/tidak berubah untuk selamanya,
dibuktikan dengan pengajaranNYA yang tidak berubah.
Ibrani 13 : 8, 9a,
8. Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.
9a. Janganlah kamu disesatkan oleh berbagai-bagai ajaran asing.
Buktinya adalah jangan ada pengajaran yang lain/pengajaran
asing. Saudara dapat melihat, kalau di dalam pemberitaan Firman yang tetap/yang
tidak berubah, dulu, sekarang dan selamanya, maka ini berarti menampilkan Pribadi
TUHAN Yang kekal untuk membawa kita ke dalam hidup yang kekal. Tetapi kalau
pemberitaan Firman itu berubah-ubah sesuai dengan perkembangan jaman, bahkan
Firman TUHAN yang berubah-ubah, ini berarti menampilkan Pribadi YESUS yang tidak
kekal sehingga tidak akan membawa kita kepada hidup kekal. Jaman boleh berubah
tetapi TUHAN YESUS tidak berubah/kekal untuk selama-lamanya.
Tujuh penampilan TUHAN YESUS ini bagaikan tujuh sinar kemuliaan pada pelita
emas.
Tujuh sinar kemuliaan = tujuh sinar pada pelita emas.
Kita sudah mendengar dengan adanya tujuh penampilan Pribadi
YESUS Yang menyinari kita ? YESUS adalah Terang Dunia, kita juga terang dunia.
YESUS menyinari kehidupan kita bagaikan pelangi kasih ALLAH dengan tujuh warna.
Angka tujuh ini juga menunjuk pada tujuh kebahagiaan.
Jadi, tujuh penampilan Pribadi YESUS = tujuh sinar kemuliaan = tujuh sinar
pada pelita emas untuk memberikan tujuh kebahagiaan kepada gereja TUHAN.
Kita sudah mempelajari tujuh kebahagiaan di dalam injil Matius 5, tetapi di
dalam kitab Wahyu, juga ada tujuh kebahagiaan bagaikan tujuh sinar di dalam
pelita emas yaitu:
- Wahyu 1 : 3, Berbahagialah ia yang membacakan dan
mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang
ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.
Ini kebahagiaan yang pertama dan sudah kita pelajari.
- Wahyu 14 : 13, Dan aku mendengar suara dari sorga berkata:
Tuliskan: “Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak
sekarang ini.” “Sungguh,” kata Roh, “supaya mereka
boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka
menyertai mereka.”
- Wahyu 16 : 15, “Lihatlah, Aku datang seperti
pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya,
supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya.”
- Wahyu 19 : 9, Lalu ia berkata kepadaku: “Tuliskanlah:
Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba.” Katanya
lagi kepadaku: “Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari
Allah.”
Ini merupakan puncak/pokok kebahagiaan yaitu saat YESUS datang kembali yang
keduakalinya, kita akan bersama-sama dengan Dia selama-lamanya.
-
Wahyu 20 : 6, Berbahagia dan kuduslah
ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua
tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah
dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan
Dia, seribu tahun lamanya.
- Wahyu 22 : 7, “Sesungguhnya Aku datang segera.
Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!”
-
Wahyu 22 : 14, Berbahagialah mereka
yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan
dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu.
Jadi saya tidak mereka-reka tetapi saya urutkan ayat-ayatnya
mulai Wahyu 1 dan memang Wahyu 19 : 9, benar-benar berada
pada pokok/puncak kebahagiaan. Inilah tujuh kebahagiaan surga dan akan kita
pelajari sebagai berkat Natal dan juga berkat untuk awal tahun yang diawali
dengan kebahagiaan yang sudah disediakan oleh TUHAN bagi sidang jemaat di Surabaya
ini.
Sekarang kita akan mempelajari kebahagiaan yang
kedua -- > Wahyu 14 : 13, Dan aku mendengar
suara dari sorga berkata: Tuliskan: "Berbahagialah orang-orang mati yang
mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini." "Sungguh," kata Roh, "supaya
mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka
menyertai mereka."
Berbahagia orang mati? tidak berhenti di sini,
tetapi dilanjutkan dengan yang mati dalam TUHAN. Jadi tidak
semua orang mati yang berbahagia, hanya yang mati di dalam TUHAN yang mendapatkan
kebahagiaan. Sedangkan orang yang mati di luar TUHAN, mendapatkan penderitaan
yang dimulai pada waktu ia masih hidup dan pada saat sesudah matipun, ia menderita
sampai pada penderitaan selama-lamanya di neraka.
Itu sebabnya kebahagiaan itu tidak dibatasi/tidak dapat dibatasi
oleh apapun juga bahkan oleh mautpun tidak dapat membatasi kebahagiaan itu.
Apalagi hanya uang atau pekerjaan, tidak dapat membatasi/mengurangi kebahagiaan
surga.
Ada anak-anak TUHAN/hamba-hamba TUHAN yang diijinkan oleh TUHAN
mati, tetapi mereka berbahagia, tetapi ada juga anak-anak TUHAN/hamba-hamba
TUHAN yang diijinkan hidup sampai TUHAN datang, merekapun berbahagia.
Jadi, yang penting bukan mati/hidup untuk menentukan kebahagiaan itu, tetapi
yang penting, selama ia hidup, ia harus hidup di dalam TUHAN dan kalaupun ia
mati, maka ia disebut mati di dalam TUHAN sebab selama hidupnya, ia sudah hidup
di dalam TUHAN.
Itu sebabnya, kita tidak perlu mengurus mati/hidup, sebab untuk hal ini terserah
kepada TUHAN, yang penting selama hidup, kita harus hidup di dalam TUHAN.
Jadi membahas mati di dalam TUHAN = membahas hidup di dalam TUHAN.
Apa pengertian hidup di dalam TUHAN, sebab ini penting
bagi kita dihari-hari ini supaya kita berbahagia?
- kita harus percaya/beriman kepada YESUS.
Kita sudah sering membaca, iman itu datangnya dari mendengar Firman, bukan
datang dari yang lain sebab sekarang ini banyak diajarkan, beriman karena
melihat sesuatu.
Roma 10 : 17, Jadi, iman timbul dari
pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
Jadi, iman timbul karena mendengar Firman yang diurapi/mendengar Firman
dalam urapan Roh. Kudus sehingga kita dapat mengerti karena Roh. Kudus tidak
terbatas oleh apapun juga sampai Firman menjadi iman di dalam hati kita.
Saat Firman menjadi iman di dalam hati, maka mulut mengaku dosa dan kita
mendapatkan pengampunan dosa.
Di dalam Kisah rasul 26 : 18, untuk
membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang
dan dari kuasa Iblis kepada Allah, supaya mereka oleh iman mereka kepada-Ku
memperoleh pengampunan dosa dan mendapat bagian dalam apa yang ditentukan
untuk orang-orang yang dikuduskan.
Selama kita hidup, kita harus membereskan dosa-dosa kita sebab dosa inilah
yang membuat kita tidak berbahagia.
Penyelesaian dosa adalah:
- kita mendengarkan Firman
- kita dapat mengerti, kemudian percaya dan yakin sehingga
- mulut mengaku dosa kepada TUHAN dan juga kepada sesama
Proses dari penyelesaian dosa
adalah 1 Yohanes 1 : 7, 9,
7. Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam
terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah
Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
9. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga
Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
Di saat kita mendengarkan Firman, kemudian kita dapat percaya dan yakin
pada Firman = hati tersentuh Firman dan ini akan mendorong mulut untuk mengaku
dosa kepada TUHAN dan juga kepada sesama.
Saat kita mengaku dosa, maka Darah YESUS:
- aktif untuk mengampuni segala dosa kita/menutupi dosa-dosa kita sampai
tidak berbekas lagi seperti kita tidak pernah berbuat dosa.
- mencabut akar-akar dosa supaya kita tidak berbuat dosa lagi = mengalami
kelepasan dari dosa. Sebab kalau akar belum dicabut, maka tumbuhan itu dapat
bertumbuh lagi; demikian juga dengan dosa, kalau akar tidak dicabut, maka
kita akan berbuat dosa lagi maka pengampunan akan batal = kita tetap hidup
di dalam dosa.
Itu sebabnya kalau kita mengaku dosa, harus sampai keakarnya,
jangan hanya separuh, sebab bisa saja apa yang tidak kita akui merupakan
akar dosa. Tetapi harus mengaku dosa sampai keakar-akarnya supaya Darah
YESUS mengampuni dan menutup dosa-dosa kita dan juga Darah YESUS mencabut
dosa itu sampai keakar-akarnya.
Mazmur 32 : 1 – 4,
1. Dari Daud. Nyanyian pengajaran. Berbahagialah orang yang diampuni
pelanggarannya, yang dosanya ditutupi!
2. Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN,
dan yang tidak berjiwa penipu!
3. Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh
sepanjang hari;
4. sebab siang malam tangan-Mu menekan aku dengan berat, sumsumku menjadi
kering, seperti oleh teriknya musim panas. S e l a
Ay 3 : berdiam diri = tidak mau mengaku dosa.
Inilah saudaraku! Berbahagialah orang yang diampuni dosa-dosanya. Itu sebabnya
selama kita diijinkan hidup oleh TUHAN, maka kita harus hidup di dalam TUHAN,
sebab kita tidak tahu berapa lama kita hidup. Apakah kita diijinkan hidup
? puji TUHAN, diijinkan mati ? puji TUHAN. Sebab mati/hidup tidak menjadi
masalah, tetapi yang penting, selama kita hidup, kita hidup di dalam TUHAN,
artinya kita percaya sampai mulut kita dapat mengaku dosa sehingga kita
mendapatkan pengampunan dosa dan juga mendapatkan kebahagiaan.
Tetapi kalau kita tidak mau mengaku dosa, kerohanian kita
menjadi kering/ sumsumku menjadi kering dan ini sangatlah berbahaya. Sangatlah
kontras, kalau kita mengaku dosa, maka kita akan berbahagia, sedangkan kalau
kita tidak mau mengaku dosa, apalagi kita sudah berbuat dosa, tetapi kita
menyalahkan orang lain, kita akan lebih cepat menjadi kering --> kerohanian
menjadi kering sampai mati rohani = kebinasaan = kematian kedua = neraka.
Inilah kebahagiaan dari orang yang mati di dalam TUHAN.
- kita harus beribadah dan melayani TUHAN.
Di dalam kitab Maleakhi, akan dibedakan antara orang yang beribadah dengan
orang yang tidak beribadah. Orang beribadah itu sungguh-sungguh berbahagia,
sedangkan yang tidak beribadah, tidak akan berbahagia melainkan hidup di dalam
penderitaan.
Maleakhi 3 : 18, Maka kamu akan melihat
kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang
beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.
Sekalipun kita sudah percaya kepada TUHAN, tetapi kalau kita tidak mau beribadah,
maka kita akan dihisabkan sebagai orang fasik di hadapan TUHAN. Itu sebabnya
harus ditingkatkan. Kita sudah percaya kepada YESUS dan mendapatkan pengampunan
dosa, kemudian harus dilanjutkan dengan beribadah dan melayani TUHAN, sebab
orang benar itu adalah orang yang beribadah kepada TUHAN.
Kita akan melihat perbedaan dari orang yang beribadah kepada
TUHAN dengan orang yang tidak beribadah kepada TUHAN --> Maleakhi
4 : 1, 2,
1. Bahwa sesungguhnya hari itu datang, menyala seperti perapian, maka
semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti
jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu, firman TUHAN semesta
alam, sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka.
2. Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran
dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak
seperti anak lembu lepas kandang.
Ay 1 --> orang fasik = orang yang tidak mau beribadah kepada TUHAN sehingga
nasibnya hanya seperti jerami yang akan dibakar habis = tidak mendapatkan
kebahagiaan dan hidupnya tidak berguna sebab hanya akan dibakar habis. Itu
sebabnya kita harus sungguh-sungguh serius memperhatikan ibadah sebab ibadah
ini berarti kita hidup di dalam TUHAN.
Ay 2 --> istilah berjingkrak = kebahagiaan yang sepenuhnya.
Lembu adalah gambaran dari seorang hamba dan dikaitkan dengan pelayanan.
Semoga TUHAN mengijinkan kita hidup sampai TUHAN datang, tetapi kita harus
menggunakan kehidupan ini untuk hidup di dalam TUHAN dengan beribadah dan
melayani TUHAN, maka kita akan berjingkrak-jingkrak seperti lembu yang lepas
dari kandang = kebahagiaan lewat ibadah pelayanan kepada TUHAN. Semoga kita
dapat mengerti.
Sekarang pertanyaannya adalah mengapa selama
hidup kita harus beribadah dan melayani TUHAN? JAWABANNYA:
a. Wahyu 22 : 3, Maka tidak akan ada lagi laknat.
Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya
akan beribadah kepada-Nya,
Sebab ibadah dan melayani TUHAN merupakan satu-satunya (bukan
salah satunya) perbuatan/aktifitas manusia yang dapat menembus sampai ke
surga. Kita boleh bersekolah sampai dapat mencapai gelar S1,
S2, S3 --> silahkan! Saya juga berdoa supaya saudara dapat mencapai gelar
itu, demikian juga dengan pekerjaan sehingga mendapatkan kekayaan, tetapi
semuanya ini tidak dapat sampai mencapai kerajaan surga bahkan hanya sampai
ke kubur. Beribadah ini sering diremehkan oleh orang Kristen, tetapi sebenarnya
beribadah ini merupakan latihan/adaptasi untuk dapat hidup di surga, sebab
di surga kita beribadah siang dan malam. Kalau kita kuliah atau bekerja,
tetapi tidak dikaitkan dengan ibadah, maka semuanya akan sia-sia. Semoga
kita dapat mengerti.
b. 1 Timotius 4 : 8 – 10,
8. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam
segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup
yang akan datang.
9. Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya.
10. Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh
pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama
mereka yang percaya.
Kita harus beribadah, sebab di dalam ibadah mengandung janji
yang dobel yaitu janji untuk hidup sekarang dan juga janji
untuk hidup yang akan datang bahkan sampai hidup yang kekal. Di mana tempat
di dunia ini yang menjanjikan kalau kita bersekolah atau bekerja di tempat
itu akan ada jaminan untuk hidup sekarang bahkan untuk hidup yang kekal?
Jangankan untuk hidup kekal, untuk hidup sekarang saja belumlah tentu kita
mendapatkan.
Contoh:
Di gedung Gelora Pancasila di Surabaya, dibuka kesempatan untuk orang-orang
melamar pekerjaan, karena berdesak-desakan, ada orang yang terinjak-injak
sampai meninggal. Inilah saudaraku! Ijazah tidak dapat menjamin hidup kekal,
bahkan mati; hanya di dalam ibadah, mengandung janji yang dobel yaitu untuk
hidup sekarang, maupun untuk hidup yang akan datang bahkan sampai pada hidup
kekal.
Janji yang dobel ini bukanlah teori, apalagi dongeng, tetapi
sudah menjadi praktek waktu bangsa Israel berada di padang gurun. Mereka
tidak dapat menabur apalagi menuai dan pekerjaan mereka sehari-harinya hanyalah
untukberibadah kepada TUHAN dan TUHAN kirimkan burung puyuh, manna dan juga
air sampai mereka mencapai Kanaan. Dan sekarang kepada kita, untuk hidup
sekarang, hidup yang akan datang bahkan sampai pada hidup yang kekal/Kanaan
Samawi, kita juga dijamin oleh TUHAN.
Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya. Mulai jaman Israel, sudah
terjadi lewat ibadah, TUHAN memelihara umatNYA. Kemudian di jaman hujan
awal, rasul Paulus juga menyaksikan perkataan ini benar dan patut di terima.
Sampai akhir jaman, perkataan ini tetaplah benar dan menjadi pengalaman
saya maupun saudara, kita benar-benar dipelihara lewat ibadah. Itu sebabnya
kita harus berjerih payah dan memperjuangkan untuk dapat beribadah lebih
dari segala sesuatu.
Bagi mahasiswa, sekalipun hujan lebat, saudara tetap berangkat
ke kampus sebab saudara harus mengikuti ujian --> ini bagus, sebab itu
berarti saudara bertanggung jawab. Tetapi bagaimana untuk ibadah? Baru terdengar
guntur/guruh saja sudah tidak mau berangkat ke gereja sebab dipikir akan turun
hujan yang lebat dan ini berarti saudara tidak adil. Semoga kita dapat mengerti.
c. Roma 12 : 1, 2,
1. Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan
kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup,
yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
2. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh
pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah:
apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Di bagian atas sudah diterangkan perbedaan antara orang yang beribadah dengan
orang yang tidak beribadah. Orang yang tidak mau beribadah, sekalipun ia adalah
orang Kristen, tetapi di hadapan TUHAN, ia disamakan dengan orang fasik. Dan
pada ayat di atas ini ada istilah lain yaitu ibadah yang sejati. Jadi ini
berarti, sekalipun beribadah, tetapi masih dibedakan seperti Kain dan Habel
yang sama-sama beribadah, tetapi masih dibedakan. Itu sebabnya kita harus
berhati-hati.
Di dalam ay 2 dikatakan : tetapi berubahlah
oleh pembaharuan budimu. Jadi ibadah yang sejati/ibadah yang benar akan
menghasilkan keubahan hidup dari manusia darah daging menjadi manusia yang
rohani seperti YESUS. Kalau tidak mau beribadah, maka kita kan tetap menjadi
darah dan daging sehingga tidak dapat mewarisi kerajaan surga.
Itu sebabnya mengapa kita harus beribadah, sebab ibadah itu
bukan hanya berbondong-bondong keluar masuk gereja untuk berkhotbah, menyanyi,
bermain musik --> bukan seperti ini. Tetapi ibadah harus memiliki hasil
yaitu menjadi manusia yang rohani, tetapi harus ibadah yang benar, sebab tidak
semua ibadah akan menghasilkan manusia yang rohani, bahkan ada ibadah yang
mendapatkan cap dari antikrist/beribadah tetapi menjadi seperti antikrist.
Itu sebabnya kita harus berhati-hati.
2 Timotius 3 ; 1 – 5,
1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
2. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan
membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan
berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan
agama,
3. tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak
dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,
4. suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti
hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
5. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya
mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!
Ay 2, tidak mempedulikan agama, ini bukan berarti mereka ini atheis. Sebab
kalau kita membaca di ay 5, dikatakan mereka itu beribadah. Jadi tidak beribadah
ini berarti mencampur adukan agama, tidak perduli agama apa, tidak perduli
untuk tujuan apa. Padahal YESUS sendiri memberikan nasihat, kalau ada orang
yang mengatakan YESUS ada di sini, YESUS ada di sana, jangan cepat percaya.
YESUS = alkitab. Apalagi kalau berasal dari kitab-kitab yang lain, apa jadinya
kita ini. Inilah salah satu contoh, kita beribadah tetapi menuju kepada antikris.
Ay 1 – ay 4 --> delapan belas dosa = 6.6.6. Siapa mereka ini? Di
dalam ay 5 dikatakan: mereka beribadah, tetapi menolak kekuatan ibadah.
Apa yang dimaksud dengan kekuatan ibadah? Kekuatan ibadah
adalah pembukaan rahasia Firman TUHAN.
Jadi, mereka beribadah tetapi tidak mengutamakan pembukaan Firman sehingga
tidak berubah dan mendapatkan cap 6.6.6 = tetap bertahan pada tabiat daging.
Ini sangat mengerikan, sebab menjadi seperti perempuan bungkuk yang berada
di dalam bait ALLAH.
Bungkuk = hanya memperhatikan perkara-perkara di bawah, tidak mau melihat
ke atas/tidak mau melihat pembukaan rahasia Firman.
Beribadah hanya melihat ke bawah --> melihat gedung gereja,
melihat orang dlsbnya yang menguntungkan dan ini sangat berbahaya sebab berada
di dalam bait ALLAH tetapi tidak mau melihat Firman. Wanita bungkuk selama
delapan belas tahun merupakan gambaran dari anak-anak/hamba-hamba TUHAN yang
beribadah dan melayani TUHAN, tetapi mereka tidak mau mengutamakan Firman/menolak
kekuatan ibadah.
Di bagian atas sudah diterangkan, orang yang beribadah pasti
akan dipisahkan dengan orang yang tidak beribadah. Tetapi nanti di akhir jaman,
orang yang beribadah akan dipisahkan dari orang yang tidak beribadah = jauhilah
mereka. Seperti Kain dan Habel, Kain ini bukan mencuri dan Habel mempersembahkan
korban --> tidak! Habel mempersembahkan korban, Kain juga mempersembahkan
korban = sama-sama beribadah, tetapi hanya satu yang diterima oleh TUHAN.
Sekarang kita akan membahas apa arti dari ibadah yang benar
yang dapat mengubah kehidupan kita dengan membaca di dalam Roma 12
: 1, 2,
1. Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan
kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup,
yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
2. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh
pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah:
apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Mari saudaraku! Sekarang ini kita beribadah tetapi tidak boleh sembarangan,
harus beribadah yang sejati/ibadah yang berkenan kepada TUHAN.
Apa tanda dari ibadah yang sejati/yang berkenan
kepada TUHAN? yaitu:
a. harus mengutamakan pembukaan rahasia Firman/mengutamakan Pribadi
TUHAN.
Firman = TUHAN --> pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama dengan
ALLAH.
b. jangan mengikuti cara-cara dunia.
Waktu yang lalu ketika bangsa Israel mau keluar dari Mesir untuk beribadah,
salah satu penawaran dari firaun adalah mereka boleh beribadah, tetapi tidak
boleh jauh dari Mesir. Musa menolak dan ia berkata: mereka tidak mau beribadah
di Mesir tetapi harus beribadah jauhnya tiga hari perjalanan/harus menjauh
dari Mesir. Tetapi sekarang, ibadah ini mau dilakukan dengan cara-cara dunia.
Kita jangan mau melakukan ibadah dengan cara dunia, sebab hal ini merupakan
sistim dari firaun.
Firaun tidak dapat menghalangi bangsa Israel untuk beribadah,
tetapi meminta mereka untuk memakai cara dari Mesir/cara dari dunia = ibadah
yang tidak berkenan kepada TUHAN. Ibadah yang benar adalah ibadah yang tidak
memakai cara-cara dari dunia = ibadah yang sejati.
Bagi siswa/i Lempin-El, kalau TUHAN mengijinkan saudara menjadi
gembala, saudara jangan mencampur ibadah dengan cara dunia sekalipun terlihat
menarik supaya sidang jemaat bertambah banyak. Itu sebabnya kita bersyukur
dengan adanya Firman pengajaran tabernakel/Firman pengajaran Mempelai sebab
ini adalah pola/contoh dari ibadah kita.
Saya sering memberi contoh dengan keranjang yang menjadi
tempat Musa diletakkan dan dibuang di sungai Nil dan ini adalah ibadah dari
gereja TUHAN ditengah-tengah dunia bagaikan bayi yang diletakkan di dalam
keranjang dan dihanyutkan ke sungai Nil. Kita tidak memiliki kemampuan apa-apa,
apalagi kita yang berada di Indonesia ini sangatlah terasa, bagaimana gereja
TUHAN yang bagaikan bayi Musa dan diletakkan di dalam keranjang dan dihanyutkan
ke dalam sungai Nil yang memiliki banyak bahaya. Kemudian saudara melihat
apa yang bagus dari dunia, semisal cara bermain musik, di masukkan kedalam
keranjang/gereja, cara mengelola keuangan, dimasukkan ke dalam keranjang/gereja
= mengambil air dari sungai Nil dan memasukkannya ke dalam keranjang/gereja.
Gereja ini bukannya bertambah maju, tetapi akan tenggelam sekalipun terlihat
maju, tetapi lama kelamaan akan tenggelam. Itu sebabnya kita jangan memakai
cara dari dunia ini.
c. ibadah itu bukan untuk mencari/meminta sesuatu,
tetapi harus ada persembahan.
supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang
kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
Persembahan ini dimulai dari yang terkecil yaitu persepuluhan kemudian persembahan
khusus sampai dapat mempersembahkan tubuh.
Tetapi mempersembahkan tubuh ini masih ada syaratnya
yaitu:
* tubuh yang kudus/suci, adalah tubuh yang dikuasai oleh
Firman lewat masuk dalam ibadah pendalaman alkitab dan di dalam tabernakel
menunjuk pada meja roti sajian dan ini yang menjamin kesucian.
* tubuh yang hidup, tubuh yang dikuasai oleh Roh.
Kudus lewat ibadah raya dan di dalam tabernakel menunjuk pada pelita emas.
Di dalam ibadah ini tubuh itu tidak dikuasai oleh daging tetapi oleh Roh Kudus.
* tubuh yang berkenan, "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi,
kepada-Nyalah Aku berkenan."
Tubuh yang dikuasai oleh kasih ALLAH lewat ibadah doa penyembahan dan di dalam
tabernakel menunjuk pada mezbah dupa emas.
Inilah ibadah sistim kerajaan surga/ibadah yang sejati yang
dimulai dari:
• pembukaan Firman/mengutamakan Firman.
• tidak memakai cara-cara dunia tetapi memakai cara-cara rohani/cara
alkitabiah.
• mempersembahan sesuatu kepada TUHAN dan dimulai dari persembahan yang
terkecil yaitu persepuluhan dan persembahan khusus sampai persembahan yang
terbesar yaitu mempersembahkan tubuh dengan syarat tubuh yang kudus, yang
hidup dan yang berkenan.
Ibadah yang benar/yang sejati ini akan menghasilkan keubahan hidup
yaitu dari manusia daging menjadi manusia yang rohani.
Saya selalu menerangkan, keubahan hidup itu dimulai dari
tidak berdusta sebab ini merupakan pokok/awal keubahan (Efesus 4).
Selama kita masih berdusta, kita belum berubah, kita tetap menjadi manusia
darah daging.
Tetapi kalau sudah mulai tidak berdusta = sudah berubah dan akan terus menerus
diubahkan. Setiap kali kita beribadah, kita akan terus diubahkan dan jika
YESUS datang kembali yang kedua kalinya, kita akan diubahkan menjadi sama
mulia dengan Dia/kita menjadi Mempelai Wanita TUHAN. Inilah saudaraku! Berbahagialah
orang yang mati di dalam TUHAN dan ini berarti selama hidupnya ia hidup di
dalam TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.
3. 1 Yohanes 2 : 6, Barangsiapa
mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah
hidup.
Hidup seperti YESUS hidup. Ada banyak contoh
dari YESUS hidup seperti YESUS adalah Firman, YESUS adalah Roh, tetapi sekarang
ini saya hanya mengambil satu saja yaitu ALLAH adalah kasih -->1
Yohanes 4 : 8, Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal
Allah, sebab Allah adalah kasih.
ALLAH/YESUS adalah kasih, berarti hidup seperti YESUS hidup, karena YESUS
adalah kasih berarti kita hidup seperti YESUS hidup = kita hidup di dalam
kasih ALLAH.
Praktek dari hidup di dalam kasih
ialah:
# mengasihi TUHAN lebih dari segala sesuatu = mengasihi
TUHAN dengan segenap tubuh, jiwa dan roh = loh batu yang pertama dengan
empat hukum yang mengatur hubungan manusia dengan TUHAN.Kalau hubungan kita
dengan TUHAN baik, maka kita akan berbahagia. Berbahagia orang yang mati di
dalam TUHAN. Yang penting bukan mati atau hidupnya, tetapi yang penting bagaimana
hubungan kita dengan TUHAN.
Apa yang menjadi bukti kalau kita ini mengasihi TUHAN? buktinya adalah kita
taat dengar-dengaran dan juga setia = siapa yang mengasihi Aku, dia akan menuruti
FirmanKU.
# mengasihi sesama seperti diri sendiri, loh batu yang
kedua dengan enam hukum yang mengatur hubungan kita dengan sesama. Hubungan
dengan sesama ini ada banyak macamnya yaitu:
- hormati orang tuamu, jika anak menghormati orang tuanya, ia akan berbahagia
- jangan berzinah --> suami dan isteri tidak ada perzinahan
- jangan membunuh --> tidak ada kebencian
- jangan ingin
- jangan mencuri
Semuanya ini akan membuat kita menjadi berbahagia, kalau hubungan kita dengan
sesama itu baik. Inilah hidup di dalam kasih.
Sekali lagi, mati hidup ini merupakan urusan TUHAN, yang
penting, selama kita hidup, kita hidup di dalam TUHAN/hidup di dalam kasih,
maka kita akan berbahagia. Semoga kita dapat mengerti.
Bukti dari kita mengasihi sesama seperti diri sendiri adalah
Matius 7 : 12, "Segala sesuatu yang kamu kehendaki
supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah
isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.
Jadi bukti dari mengasihi sesama seperti diri sendiri adalah:
- kita jangan merugikan orang lain
- apa yang ingin sesama perbuat, sesama pikirkan dan katakan kepada kita,
kita juga harus perbuat, pikirkan dan katakan kepada sesama.
Sebagai contoh: saya menginginkan isteri yang merupakan sesama yang terdekat
berkata manis kepada saya, maka saya yang harus terlebih dahulu berkata manis
kepada dirinya.
Inilah hidup seperti YESUS hidup; YESUS tidak pernah merugikan orang lain
bahkan YESUS mau dirugikan. Mari! kita belajar, saya sendiri mengajarkan dan
ini bukan berarti saya sudah sempurna sebab seringkali saya juga masih belum
adil/belum mengasihi sesama tetapi masih mengasihi diri sendiri.
Kalau kita sudah dapat mengasihi sesama seperti diri sendiri,
belumlah cukup! Sebab kita harus sampai dapat mengasihi sesama dan ini merupakan
puncak dari kasih/kasih sempurna = matahari bersinar di dalam hidup kita.
Betapa indahnya kalau hidup di dalam YESUS bagaikan kita selalu menerima sinar
matahari dari TUHAN.
Matius 5 : 43 – 45, 48,
43. Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah
musuhmu.
44. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka
yang menganiaya kamu.
45. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga,
yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan
hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
48. Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah
sempurna."
Inilah kasih yang sempurna yaitu sampai kita dapat mengasihi musuh. Minimal
mengasihi musuh adalah berdoa yang baik bagi musuh kita --> TUHAN, ampuni
dia, ampuni diriku, dan pakai kehidupannya.
Berdoa bagi musuh kita sudah harus dimulai sejak kita sudah merasa tidak senang
kepada orang itu, sebab kalau perasaan tidak senang itu dibiarkan, maka akan
berubah menjadi rasa benci. Jika kita terus menerus mendoakan musuh kita,
maka satu waktu perasaan tidak senang akan hilang. Ini merupakan resep yang
manjur dari TUHAN dan bukan basa basi. Mendoakan musuh, berarti sudah ada
matahari/kasih sempurna dan dicari oleh TUHAN.
Kalau ada sinar matahari, kita tidak rugi dengan mengasihi
TUHAN, kemudian mengasihi sesama sampai mengasihi musuh, sebab ini bagaikan
kita mendatangkan sinar matahari atas kehidupan kita.
Sekarang apa kegunaan dari kasih matahari?
Yaitu:
1. Yosua 10 : 12 - 14,
12. Lalu Yosua berbicara kepada TUHAN pada hari TUHAN menyerahkan orang
Amori itu kepada orang Israel; ia berkata di hadapan orang Israel: "Matahari,
berhentilah di atas Gibeon dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon!"
13. Maka berhentilah matahari dan bulan pun tidak bergerak, sampai bangsa
itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah tertulis
dalam Kitab Orang Jujur? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat
terbenam kira-kira sehari penuh.
14. Belum pernah ada hari seperti itu, baik dahulu maupun kemudian, bahwa
TUHAN mendengarkan permohonan seorang manusia secara demikian, sebab yang
berperang untuk orang Israel ialah TUHAN.
Kalau ada matahari, maka TUHAN memberikan kemenangan atas musuh-musuh/pencobaan
sebab TUHAN Yang berperang ganti kita. Musuh-musuh itu saling membunuh
satu dengan yang lain, Yosua tidak perlu berperang sebab TUHAN Yang berperang.
Mari saudaraku! Masalah apa saja yang kita hadapi, maka jawabannya
adalah kita harus hidup di dalam TUHAN dengan:
- percaya, kita mendapatkan pengampunan --> kita jangan menyembunyikan
dosa, sebab kalau masih ada dosa, maka TUHAN tidak dapat berbuat apa-apa.
- beribadah --> keubahan hidup.
- matahari --> kasih matahari. Kalau ada matahari, maka TUHAN akan memberikan
kemenangan atas musuh-musuh/pencobaan sehingga semuanya selesai sebab TUHAN
Yang berperang ganti kita. Ada matahari = Pribadi TUHAN/kasih ALLAH Yang sempurna.
Ini merupakan hal yang luar biasa.
Ada kemenangan, ada kehidupan. Kalau tidak ada kemenangan,
maka Yosua akan mati.
Kemenangan = berarti Yosua hidup = ada kehidupan dari TUHAN/TUHAN mampu memberikan
kehidupan = pemeliharaan dan kemenangan atas hidup kita. Apapun yng menjadi
kesulitan kita, selama masih ada matahari, maka kita jangan berputus asa,
sebab TUHAN Yang berperang ganti kita.
2. Yeremia 33 : 19 – 22,
19. Firman TUHAN datang kepada Yeremia, bunyinya:
20. "Beginilah firman TUHAN: Jika kamu dapat mengingkari perjanjian-Ku
dengan siang dan perjanjian-Ku dengan malam, sehingga siang dan malam tidak
datang lagi pada waktunya,
21. maka juga perjanjian-Ku dengan hamba-Ku Daud dapat diingkari, sehingga
ia tidak mempunyai anak lagi yang memerintah di atas takhtanya; begitu juga
perjanjian-Ku dengan orang-orang Lewi, yakni imam-imam yang menjadi pelayan-Ku.
22. Seperti tentara langit tidak terbilang dan seperti pasir laut tidak tertakar,
demikianlah Aku akan membuat banyak keturunan hamba-Ku Daud dan orang-orang
Lewi yang melayani Aku."
Kalau matahari tidak bersinar, maka janji TUHAN dapat diingkari. Janji apa?
Matahari/kasih yang sempurna akan meneguhkan jabatan imam-imam dan
raja-raja, sehingga kita dapat melayani TUHAN sampai TUHAN datang kembali
dan kita tidak akan pernah gugur. Seperti Yang TUHAN katakan: ‘selama
ada siang dan malam, anak-anak Daud akan menjadi raja-raja dan anak-anak Lewi
akan menjadi imam-imam’ tidak pernah Kuingkari.
Mari saudaraku! Selama masih ada kasih matahari/kasih yang sempurna inilah
yang akan meneguhkan jabatan imam dan raja sehingga kita dapat melayani TUHAN
sampai TUHAN datang kembali apapun tidak dapat menghalangi.
Kalau saudara sudah mulai loyo di dalam ibadah pelayanan,
mari minta kasih matahari sekarang ini, agar kita dihangatkan dan dapat kembali
teguh, setia dan berkobar-kobar di dalam ibadah pelayanan! Sebab kalau kita
meninggalkan jabatan pelayanan seperti Yudas = meninggalkan tempat di dalam
Tubuh Kristus dan kalau tempat itu sudah diisi oleh orang lain, maka tidak
ada tempat lagi di dalam Tubuh Kristus = binasa.
3. Matius 13 : 43, Pada waktu itulah
orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka.
Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"
Kasih matahari memberikan pakaian matahari, bulan dan bintang = pakaian
Mempelai yang berkilau-kilauan agar kita dapat menyambut kedatangan YESUS
Yang keduakalinya dan kita akan bersama-sama denganNYA selama-lamanya.
Jadi kasih matahari:
1. memelihara dan memberikan kemenangan sebab TUHAN Yang berperang ganti kita.
2. TUHAN meneguhkan pelayanan kita sehingga kita dapat melayaniNYA sampai
IA datang kembali
3. TUHAN/kasih matahari memberikan pakaian matahari yaitu pakaian yang putih
berkilau-kilauan. Dengan pakaian ini, tidak peduli kita mati atau hidup, sebab
nanti kalau TUHAN datang, yang mati akan dibangkitkan dan yang hidup akan
diubahkan dan memakai pakaian putih yang berkilau-kilauan untuk bertemu dengan
TUHAN dan kita akan bersama-sama selama-lamanya.
Wahyu 19 : 6 – 9,
6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti
desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya!
Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena
hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
8. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan
dan yang putih bersih!" [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang
benar dari orang-orang kudus.]
9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang
diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan
ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."
Suara orang banyak adalah:
• semua suku bangsa yang hidup di dalam TUHAN, yang percaya dan mendapatkan
pengampunan
• yang berada di dalam ibadah pelayanan sehingga ia hidup
• seperti YESUS hidup/hidup di dalam kasih matahari
• dan juga memiliki pakaian Mempelai.
Ayat 9 ini merupakan puncak kebahagiaan sebab kita akan bertemu dengan TUHAN
dan selama-lamanya akan bersama denganNYA. Tidak peduli kafir atau Israel
semuanya akan menjadi satu asalkan selama hidupnya ia hidup di dalam YESUS.
Dan juga tidak peduli hidup atau mati, sebab nanti kalau TUHAN datang, kita
akan bertemu dengan Dia di angkasa dan akan ada seruan Haleluyah --> satu
suara sorakan dan satu penyembahan.
|