|
Yudas 1 : 24, Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan
kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan
di hadapan kemuliaan-Nya,
Jadi penampilan YESUS sebagai Gembala Yang menuntun kita supaya kita jangan
tersandung/binasa bahkan menuntun kita sampai kita tidak bercacat cela/sempurna
seperti Dia.
Pada waktu yang lalu kita sudah mendengar bagaimana proses untuk membawa kita
kepada kesempurnaan yaitu membawa kita masuk ke dalam kegerakkan Roh.Kudus hujan
akhir/kegerakkan penyempurnaan gereja TUHAN dan ini sudah kita pelajari di dalam
ktb perjanjian lama.
Jadi kegerakkan Roh.Kudus hujan akhir = kegerakkan pada waktu Yosua menyeberangi
sungai Yordan untuk masuk ke tanah Kanaan yang dipimpin oleh tabut perjanjian.
Sekarang ini kita akan mempelajari kegerakkan Roh.Kudus hujan akhir di dalam
ktb perjanjian baru yang ditulis di dalam ktb Wahyu. Jadi kalau TUHAN hendak
membawa kita ke dalam kesempurnaan/tidak bercela = TUHAN/Gembala Agung membawa
kita kepada kegerakkan Roh.Kudus hujan akhir = kegerakkan penyempurnaan gereja
TUHAN.
Wahyu 6 : 1, 2,
1. Maka aku melihat Anak Domba itu membuka yang pertama dari ketujuh meterai
itu, dan aku mendengar yang pertama dari keempat makhluk itu berkata dengan
suara bagaikan bunyi guruh: "Mari!"
2. Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya
memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu ia maju
sebagai pemenang untuk merebut kemenangan.
Pemenang untuk merebut kemenangan = menang dan menang lagi. Inilah kegerakkan
Roh.Kudus hujan akhir di dalam perj.baru yang ditulis di dalam ktb Wahyu 6 :
1, 2 yang merupakan kegerakkan kuda putih.
Kita akan membandingkan dengan ktb Habakuk 3 : 8, 9, 11,
8. Terhadap sungai-sungaikah, ya TUHAN, terhadap sungai-sungaikah murka-Mu
bangkit? Atau terhadap lautkah amarah-Mu sehingga Engkau mengendarai kuda dan
kereta kemenangan-Mu?
9. Busur-Mu telah Kaubuka, telah Kauisi dengan anak panah. Sela Engkau membelah
bumi menjadi sungai-sungai;
11. Matahari, bulan berhenti di tempat kediamannya, karena cahaya anak-anak
panah-Mu yang melayang laju, karena kilauan tombak-Mu yang berkilat.
Jadi jelas! Yang mengendarai kuda putih adalah TUHAN YESUS.
Di dalam ktb Wahyu disebutkan penunggang kuda memegang anak panah dan di dalam
ktb Habakuk dijelaskan dengan lebih jelas yaitu memegang busur dan anak panah.
Jadi kegerakkan Roh.Kudus hujan akhir di dalam ktb perj.lama digambarkan sebagai
Yosua yang masuk ke Kanaan dengan dipimpin oleh tabut perjanjian. Sedangkan
kegerakkan Roh.Kudus hujan akhir di dalam ktb perj.baru adalah kegerakkan kuda
putih.
Penunggang kuda putih di dalam ktb Habakuk adalah TUHAN YESUS Yang memegang
busur dan anak panah.
Arti rohani dari busur adalah alkitab.
Sedangkan anak panah = ayat-ayat di dalam alkitab.
Anak panah yang dipanahkan melayang laju (ay 11) = pembukaan Firman TUHAN/ayat
menerangkan ayat bagaikan anak panah yang dilepaskan dan dapat menancap di mana
saja = menancap di dalam kehidupan manusia untuk menyucikan kehidupan manusia.
Pembukaan rahasia Firman TUHAN/ayat menerangkan ayat kita kenal dengan Firman
pengajaran.
Kalau kita melihat dari cahaya anak panah, maka ini merupakan identik dengan
cahaya injil tentang kemuliaan Kristus/Firman pengajaran.
2 Korintus 4 : 3, 4,
3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup
untuk mereka, yang akan binasa,
4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh
ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan
Kristus, yang adalah gambaran Allah.
Inilah saudaraku! Cahaya anak panah = Firman yang dibukakan rahasianya = Firman
pengajaran = cahaya injil tentang kemuliaan Kristus/Firman yang memberitakan
tentang kemuliaan Kristus sebagai Raja di atas segala raja/Mempelai Pria Surga
--> ini yang disebut dengan Firman Mempelai/Kabar Mempelai.
Saya selalu mengatakan bahwa pemberitaan Firman itu ada dua macam yaitu:
- injil keselamatan = kabar baik bagi orang berdosa untuk percaya kepada
YESUS dan diselamatkan
- cahaya injil tentang kemuliaan Kristus Yang adalah Wujud ALLAH = Kabar
Mempelai/Firman yang memberitakan tentang kedatangan YESUS Yang keduakalinya
di dalam kemuliaan sebagai Raja di atas segala raja dan sebagai Mempelai Pria
Surga.
Jadi kalau kita simpulkan keduanya, maka kegerakkan Roh Kudus hujan akhir adalah
kegerakkan yang dipimpin oleh TUHAN YESUS Sendiri lewat pengajaran Firman Mempelai/Kabar
Mempelai, atau kalau saya singkatkan, maka kegerakkan Roh.Kudus hujan akhir
adalah kegerakkan dalam Kabar Mempelai/Firman pengajaran Mempelai.
Pengajaran Mempelai ini bukan menjadi milik kita sendiri/milik satu gereja/milik
satu organisasi --> bukan! Tetapi Kabar Mempelai ini milik semua yang mau
menerima Kabar Mempelai sebab ada di dalam alkitab.
Ibadah di Malang, pemberitaan Firman TUHAN tentang Yusuf yang menghadapi jaman
kelaparan dan pada saat kelaparan itu terjadi, maka saudara-saudara Yusuf datang
untuk mencari gandum yang ada pada Yusuf.
Yusuf = gambaran dari mempelai yang lahir pada masa tua Yakub = Mempelai Wanita/gereja
akhir jaman.
Gandum = kabar = gandum Yusuf = Kabar Mempelai.
Kejadian 37 : 5 – 7,
5. Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya
kepada saudara-saudaranya; sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya.
6. Karena katanya kepada mereka: "Coba dengarkan mimpi yang kumimpikan
ini:
7. Tampak kita sedang di ladang mengikat berkas-berkas gandum, lalu bangkitlah
berkasku dan tegak berdiri; kemudian datanglah berkas-berkas kamu sekalian
mengelilingi dan sujud menyembah kepada berkasku itu."
Saudara-saudara Yusuf = gembala-gembala yang juga memiliki berkas gandum =
memiliki pembukaan Firman TUHAN tetapi seluruh berkas gandum milik saudara Yusuf
itu tunduk kepada berkas gandum milik Yusuf dan ini menjadi kenyataan. Berkas
gandum milik saudara-saudara Yusuf habis sehingga terjadi kelaparan dan mereka
mencari gandum milik Yusuf.
Di dunia ini ada banyak pengajaran Firman tetapi harus tunduk pada Firman
pengajaran Mempelai/Kabar Mempelai = harus mengarah/memuncak pada Kabar Mempelai.
Kalau ada seorang hamba TUHAN yang mengatakan bahwa ia memiliki Firman pengajaran
--> ini sudah baik. Tetapi di sini jelas dikatakan bahwa gandum-gandum dari
gembala-gembala/saudara-saudara Yusuf tunduk kepada gandum milik Yusuf, artinya
pengajaran-pengajaran Firman harus tunduk/harus dikontrol oleh Firman Mempelai/harus
mengarah dan memuncak pada Firman Pengajaran Mempelai, supaya dapat masuk dalam
kegerakkan Roh.Kudus hujan akhir/menampilkan YESUS sebagai Mempelai Pria Surga
yaitu Kabar Mempelai.
Sangat disayangkan, kita yang sudah berada di dalam pengajaran Mempelai, justru
keluar dari pengajaran ini dan ini berarti mau kemana kita ini? Sebab nanti
harus tunduk pada pengajaran Mempelai. Ini bukan berarti kita menghina Firman
penginjilan, tidak! Sebab Firman penginjilan ini sangat penting, sebab kalau
tidak ada Firman penginjilan, maka saya tidak ada di sini, tetapi harus ditingkatkan
menuju puncak yaitu sampai pada Kabar Mempelai.
Inilah kegerakkan kuda putih yaitu kegerakkan yang dipimpin oleh YESUS Sendiri
dan disebut dengan kegerakkan Kabar Mempelai untuk menyatukan dan menyempurnakan
gereja TUHAN dari bangsa kafir dan bangsa Israel menjadi satu Tubuh Kristus
yang sempurna/Mempelai Wanita TUHAN. Seperti dulu waktu terjadi kelaparan, kesebelas
saudara-saudara Yusuf datang kepada gandum milik Yusuf sehingga terjadi kesatuan
duabelas suku dan untuk sekarang adalah kesatuan Tubuh Kristus yang sempurna
yaitu kesatuan dari bangsa kafir dengan bangsa Israel. Semoga kita dapat mengerti.
Di dalam srt Ibrani, Kabar Mempelai/pengajaran Mempelai ini dikatakan sebagai
Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua --> Ibrani 4 : 12,
13,
12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata
dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi
dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
13. Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala
sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus
memberikan pertanggungan jawab.
Jadi sesudah kita menerima Firman penginjilan dan sekarang sudah ditingkatkan
dalam Kabar Mempelai, kita jangan kembali lagi ke Firman penginjilan tetapi
harus lebih ditingkatkan lagi sampai kita mencapai kesempurnaan. Sebab kalau
kita meninggalkan Kabar mempelai ini dan pergi kemanapun, maka satu saat kita
tetap akan kembali ke Kabar Mempelai, inipun kalau kita dapat kembali. Dan kalau
kita tidak dapat kembali ke Kabar Mempelai, maka itu berarti kebinasaan untuk
selama-lamanya.
Kabar/Firman Mempelai ini memang sangatlah tajam bagaikan cahaya anak panah
yang melayang laju dan di dalam srt Ibrani 4 ; 12, 13, Firman pengajaran/Kabar
Mempelai bagaikan pedang yang lebih tajam dari pedang bermata dua untuk menyucikan
kita dari dosa-dosa yang tersembunyi.
Dosa-dosa yang tersembunyi ini berada di dalam:
- hati dan pikiran, di luar terlihat seperti tidak berdosa,
tetapi di dalam ada dosa/ada keinginan dosa dan untuk ini harus ditusuk oleh
anak panah/pedang.
Anak panah ini berguna untuk menjangkau jarak yang jauh --> kita berkunjung
kemana-mana untuk menyampaikan Firman pengajaran dan ini bagaikan anak panah.
Sedangkan pedang, untuk jarak yang dekat yaitu di dalam penggembalaan. Di
dalam penggembalaan, tidak diperlukan anak panah, sebab kalau memakai anak
panah, justru akan meleset. Jadi Kabar Mempelai ini dapat untuk jarak jauh
maupun untuk jarak dekat.
Saya mendapatkan e-mail dari seseorang yang tidak saya kenal dan ia berada
di tempat yang jauh. Isi dari e-mail adalah meminta saya untuk mendoakannya
karena ia adalah seorang yang jahat dan ingin menjadi orang yang baik. Sebab
pada waktu itu pemberitaan Firman TUHAN berbicara tentang orang jahat yang
bertobat. Orang ini berada jauh dari kita, tetapi ia merasakan tusukan anak
panah dan ini jelas. Mendengar hal ini membuat saya menjadi semakin bergairah
dengan adanya siaran langsung ini, sekalipun hanya satu orang saja tetapi
ia sudah tertolong. Satu orang ini melebihi berapa juta rupiah yang harus
kita bayar, sebab nyawa satu orang ini melebihi berjuta-juta rupiah.
Jika orang yang berada pada jarak yang jauh dapat merasakan tusukan anak panah
dan jika kita yang berada jarak dekat tidak merasakan, maka kita adalah orang
yang benar-benar kebal dan ini sangatlah berbahaya. Sebab yang terdahulu dapat
menjadi terkemudian dan yang terkemudian dapat menjadi terdahulu dan ini merupakan
hal yang benar-benar serius.
Justru yang tua/yang lama berada di dalam Kabar Mempelai ini sangat berbahaya
seperti ibu mertua Petrus yang sakit demam. Ibu mertua ini yang mempersiapkan
anak gadisnya itu untuk menjadi mempelai --> dari kecil ia dipersiapkan.
Ini adalah gambaran dari hamba-hamba TUHAN yang dari kecil/dari dulu berada
di dalam pengajaran Mempelai tetapi begitu tua, menjadi demam/tidak dingin
tidak panas terhadap Kabar Mempelai karena menganggap semua pengajaran itu
sama saja. Ini merupakan hal yang sungguh-sungguh serius. Itu sebabnya biarlah
kita yang berada pada jarak yang dekat dengan Firman yang lebih tajam dari
pedang bermata dua untuk menyucikan dosa-dosa yang tersembunyi di dalam hati
kita.
Di dalam injil Matius 15 yang sudah sering kita baca, tetapi kita membacanya
ulang supaya kita dapat melihat apakah masih ada di dalam hati kita dosa-dosa
yang tersembunyi, dan kalau ada, biarlah pedang bermata dua ini menyucikan/membersihkan
hati kita dari hal yang tersembunyi. Mungkin suami/isteri, orang tua/anak,
gembala/sidang jemaat tidak mengetahui adanya dosa yang tersembunyi di dalam
hati.
Matius 15 : 19, 20,
19. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan,
percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.
20. Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh
tidak menajiskan orang."
- Pikiran jahat = prasangka buruk. Jika kita memiliki prasangka
buruk terhadap seseorang dan jika kita bertemu dengan orang itu, maka
kita dapat menutupi perasaan itu dengan tertawa, tetapi di dalam hati
tidak menyenangi orang itu. Dan ini harus disucikan, sebab kalau masih
ada dosa yang tersembunyi di dalam hidup kita, maka hadirat TUHAN juga
akan tersembunyi dan kita tidak akan pernah mengalami jamahan Tangan TUHAN.
Saya ulangi! Mengapa Kabar Mempelai/Firman yang lebih tajam dari pedang
bermata dua ini harus menyucikan/membersihkan hal/dosa yang tersembunyi?
Sebab kalau ada dosa yang tersembunyi, maka hadirat TUHAN juga akan tersembunyi
dan kita tidak akan pernah mengalami jamahan Tangan TUHAN sehingga kerohanian
kita akan menjadi kering.
- pembunuhan = kebencian.
- perzinahan --> belum berzinah, tetapi di dalam hati sudah
ada keinginan dan ini berarti sudah berdosa = menyembunyikan dosa yang
menutupi/menghalangi hadirat TUHAN.
Mari! Sekarang ini ketujuh dosa di atas ini harus disucikan dan angka tujuh
= kesempurnaan. Kalau kita memelihara tujuh dosa ini, maka itu berarti kita
sempurna di dalam kenajisan, tetapi kalau kita mau disucikan, maka kita menjadi
sempurna seperti YESUS.
- memisahkan sendi-sendi, sendi-sendi ini adalah hubungan
antara dua tulang/hubungan suami dan isteri, hubungan orang tua dengan anak-anak,
hubungan antara kakak dan adik, hubungan antara gembala dengan sidang jemaat,
hubungan antara sesama anggauta paduan suara, sesama pemain musik dan kalau
ada kotoran yang tersembunyi di sendi itu, maka akan terasa sangat sakit kalau
digerakkan. Jangankan ada kotoran, ada air saja harus dioperasi.
Jadi memisahkan sendi-sendi = menyucikan hubungan dengan sesama.
1 Korintus 3 : 3, 4,
3. Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri
hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi
dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?
4. Karena jika yang seorang berkata: "Aku dari golongan Paulus,"
dan yang lain berkata: "Aku dari golongan Apolos," bukankah hal
itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi yang bukan rohani?
Dosa yang tersembunyi di antara dua sendi dimulai dari:
- iri hati sehingga akan menimbulkan perpecahan-perpecahan di dalam rumah
tangga. Istilah iri hati di dalam rumah tangga ada di dalam ktb perj.lama
yaitu Rahel yang iri hati terhadap Lea karena Lea memiliki anak sedangkan
ia tidak. Rahel berkata kepada Yakub agar supaya Yakub memberinya seorang
anak, tetapi Yakub menjadi marah dan berkata, apakah aku TUHAN? Itu sebabnya
kalau di dalam rumah tangga ada iri hati, harus segera diselesaikan.
- perselisihan/berselisih di dalam rumah tangga, harus segera diselesaikan.
Dan kalau perselisihan di dalam hal pengajaran, maka harus segera kembali
ke alkitab.
Kalau kotoran di dalam sendi itu dibiarkan, maka lama kelamaan akan menjadi
bengkak --> 2 Korintus 12 : 20, 21,
20. Sebab aku kuatir, bahwa apabila aku datang aku mendapati kamu tidak
seperti yang kuinginkan dan kamu mendapati aku tidak seperti yang kamu inginkan.
Aku kuatir akan adanya perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri,
fitnah, bisik-bisikan, keangkuhan, dan kerusuhan.
21. Aku kuatir, bahwa apabila aku datang lagi, Allahku akan merendahkan aku
di depan kamu, dan bahwa aku akan berdukacita terhadap banyak orang yang di
masa yang lampau berbuat dosa dan belum lagi bertobat dari kecemaran, percabulan
dan ketidaksopanan yang mereka lakukan.
Kekuatiran dari rasul Paulus ini bukan karena tidak memiliki beras, tetapi
yang ia kuatirkan adalah apa yang tersembunyi diantara sendi-sendi/dalam hubungan
kita dengan sesama.
Iri hati dan perselisihan ini kalau dipertahankan, maka akan membengkak. Orang
yang egois, pasti akan mengorbankan orang lain. Jika suami egois, pasti isterinya
yang akan dikorbankan --> isteri dapat tetap di rumah atau isteri lari
dari rumah/meninggalkan rumah. Kalau di gereja gembala egois, maka domba-domba
dapat bertahan di dalam penggembalaa, tetapi domba-domba menderita atau domba-domba
melarikan diri. Itu sebabnya kita harus berhati-hati di dalam rumah tangga
maupun di gereja agar jangan egois.
Ay 21 --> sudah lampau = sudah lama sendi ini berbuat dosa sampai membengkak.
Mari! Sekarang ini biar jarak dekat/pedang itu menusuk sebab yang berada pada
jarak jauh saja dapat merasakan, apalagi yang berada pada jarak dekat harus
benar-benar dapat merasakan hati ditusuk dan sendi-sendi juga ditusuk. Sebab
dosa yang disembunyikan itu tidak akan berhenti tetapi akan terus membengkak
sampai mencapai puncak dosa yaitu percabulan. Semoga kita dapat mengerti.
- Ada satu lagi tentang pedang, tetapi tidak ditulis di dalam ktb Ibrani
tetapi ditulis di dalam ktb Ayub yaitu sampai menusuk ginjal.
Ayub 16 : 13, 14,
13. Aku dihujani anak panah, ginjalku ditembus-Nya dengan tak kenal belas
kasihan, empeduku ditumpahkan-Nya ke tanah.
14. Ia merobek-robek aku, menyerang aku laksana seorang pejuang.
Kabar Mempelai ini bagaikan hujan anak panah sampai menusuk ginjal. Jika kita
ingin masuk dalam kesatuan Tubuh Kristus yang sempurna maka hati, sendi-sendi
sampai pada ginjal harus disucikan.
Saya akan membandingkan dengan Mazmur 73 : 21, Ketika
hatiku merasa pahit dan buah pinggangku menusuk-nusuk rasanya,
Penyucian ginjal = perasaan yang terdalam. Mungkin sekarang ini ada orang
yang merasakan perasaannya sangat tertusuk/pedih/kepahitan karena difitnah
dlsbnya, biarlah pedang yang mengoperasi/disucikan oleh TUHAN. Disucikan oleh
anak panah/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua merupakan kegerakkan
Roh.Kudus hujan akhir.
Ada orang yang bertanya bahwa ini merupakan penghukuman sebab semuanya nanti
akan dihukum dengan:
- kuda merah --> damai sejahtera diambil dari bumi ini
- kuda hitam --> terjadi kelaparan
Kemudian apa yang dihukum oleh kuda putih? Yang dihukum adalah dosa sekalipun
dosa itu bersembunyi di mana saja tetapi akan dihukum oleh pedang bermata
dua.
- Kalau bagian yang terdalam yaitu hati/perasaan sudah disucikan, maka bagian
yang luar juga disucikan terutama mulut yang disucikan sampai
kita menjadi sempurna, sebab dari hati meluap ke mulut.
Inilah penyucian yang dimulai dari Firman yang lebih tajam dari pedang bermata
dua menyucikan hal-hal/dosa-dosa yang tersembunyi dalam:
- hati
- sendi-sendi
- ginjal
- mulut
Mazmur 149 : 6, Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam
kerongkongan mereka, dan pedang bermata dua di tangan mereka,
Kalau pedang bermata dua berada di dalam tangan kita dan kita ditusuk/Firman
kita praktekkan, maka mulut/kerongkongan juga disucikan.
Mulut disucikan dimulai dengan:
- tidak berdusta --> kalau ya, katakan ya, kalau tidak katakan tidak sampai
kita
- tidak salah dalam perkataan dan ini berarti kita sudah sempurna.
Itu sebabnya kita harus berhati-hati dalam berkata-kata, sebab kalau kita tidak
mengetahui kebenarannya, maka kita jangan berkata apapun, untuk memberi nasihatpun
jangan kita lakukan.
Alm.bpk.pdt Totaijs selalu mengatakan kita harus berhati-hati dalam memberi
nasihat, apalagi memberi nasihat tentang nikah. Banyak orang yang iseng/asal
saja memberi nasihat tentang nikah dengan menganjurkan bercerai saja sebab mempunyai
suami yang tidak bertanggung jawab. Ini sangat berbahaya. Memberi nasihat tentang
nikah harus benar-benar mengerti tentang Firman TUHAN. Itu sebabnya kita harus
berhati-hati dengan mulut yang dimulai dengan tidak berdusta sampai tidak salah
dalam perkataan.
Yakobus 3, kita sering membacanya, tetapi tidak mengapa kita membacanya lagi
agar kita diingatkan tentang mulut/lidah ini --> Yakobus 3 : 2,
Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam
perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh
tubuhnya.
Penyucian mulut/lidah dimulai dari tidak berdusta sampai tidak salah dalam
perkataan. Sekarang ini kita masih dapat salah, tetapi mulailah dengan menjaga
mulut/lidah; dan juga supaya kita tidak salah dalam perkataan, maka kita harus
membatasi lidah agar apa yang kita ucapkan, menjadi berkat bagi orang lain.
Memang tidaklah mungkin untuk tidak salah dalam perkataan sebab kalau sudah
tidak salah dalam perkataan, berarti kita sudah sempurna dan sudah terangkat,
tetapi yang bisa kita lakukan adalah membatasi perkataan agar setiap kata-kata
kita menjadi berkat bagi orang lain.
Jadi kalau kita mau berbicara, kita harus berhati-hati, sekalipun itu dalam
bentuk nasihat. Kita harus menimbang apakah kehidupan itu dapat menerima nasihat
ini atau tidak, sebab kalau kehidupan itu tidak dapat menerima nasihat itu,
maka dapat menimbulkan masalah. Apalagi kalau dalam bentuk teguran! Bisa atau
tidak kehidupan itu menerima teguran. Kecuali saya kepada siswa/i Lempin-El,
saya harus menegur, jika semuanya keluar, silahkan! Dan ini berarti tidak menjadi
hamba TUHAN, sebab Lempin-El merupakan didikan bagi hamba TUHAN.
Tetapi berlainan dengan sidang jemaat, saya harus berhati-hati, jika tidak
berhati-hati, maka sidang jemaat dapat keluar semuanya dari gereja. Itu sebabnya,
mari! Kita harus membatasi mulut/lidah dengan berkata perkataan yang menjadi
berkat bagi orang lain. Itu sebabnya kita harus belajar sampai kita tidak salah
dalam perkataan = sempurna.
Inilah kegerakkan Roh.Kudus hujan akhir/kegerakkan dalam Kabar Mempelai/Firman
yang bagaikan anak panah yang dilepaskan/Firman yang lebih tajam dari pedang
bermata dua yang akan menyucikan dosa yang tersembunyi sampai menyucikan seluruh
hidup kita. Sebab mulut/lidah jika sudah suci = seluruh hidup kita disucikan
sampai menjadi tidak bercacat cela.
Di dalam srt Yudas, Dia melindungi kita supaya kita tidak tersandung, tetapi
Dia juga menuntun kita sampai kita tidak bercacat cela = menuntun kita dalam
kegerakkan kuda putih/kegerakkan Roh.Kudus hujan akhir. Itu sebabnya kita jangan
pasif di dalam kegerakkan penggembalaan/Firman yang lebih tajam dari pedang
bermata dua. Jarak dekat kita jangan pasif, jarak jauh kita juga jangan pasif.
Semoga kita dapat mengerti.
Kita kembali ke Wahyu 6 : 1, 2,
1. Maka aku melihat Anak Domba itu membuka yang pertama dari ketujuh meterai
itu, dan aku mendengar yang pertama dari keempat makhluk itu berkata dengan
suara bagaikan bunyi guruh: "Mari!"
2. Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya
memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu ia maju
sebagai pemenang untuk merebut kemenangan.
Ini yang menjadi awal dari kegerakkan Roh.Kudus hujan akhir/kegerakkan dalam
Kabar Mempelai/Firman pengajaran yang benar dan kita jangan lengah, sebab kalau
ada awal, maka akan ada akhir dan ini tidaklah lama.
Ibadah di Malang, Firman TUHAN tentang tujuh tahun kelaparan, sedangkan di
ktb Wahyu 6 tentang kegerakkan Roh.Kudus hujan akhir/kegerakkan kuda putih.
Jadi kegerakkan tujuh tahun kelaparan jaman Yusuf = kegerakkan tujuh tahun di
dalam ktb Wahyu dan kegerakkan ini dibagi dua sehingga menjadi tiga setengah
tahun. Tiga setengah tahun untuk antikrist dan tiga setengah tahun lainnya -->
dua tahun bagi bangsa kafir sedangkan sisanya satu setengah tahun bagi bangsa
Israel = kegerakkan Roh.Kudus hujan akhir dan waktunya sangat cepat. Bahkan
di dalam injil Matius 24, dikatakan seperti kilat dari timur ke barat.
Itu sebabnya kita tidak perlu merasa takut mengapa sekarang ini belum ada
yang bersekutu, saya katakan biarkan saja! sebab satu waktu semuanya akan tunduk
pada Kabar Mempelai. Saya yakin akan hal ini, sebab itu kita jangan keluar tetapi
tetap berpegang pada satu Firman yang murni, sebab satu waktu yaitu secepat
kilat, semua akan mencari Kabar Mempelai untuk menyatu/menjadi satu seperti
saudara-saudara Yusuf yang datang mencari Yusuf. Awalnya Yusuf ini dihina, ia
terlunta-lunta, bahkan dimasukkan ke dalam penjara, tetapi sesudah itu ia dicari/terjadi
kegerakkan Roh. Kudus hujan akhir.
Itu sebabnya kita harus bersungguh-sungguh, sekalipun kita hanya sedikit,
tetapi tidak perlu berputus asa. Seperti saya yang berterima kasih kepada TUHAN,
untuk datang ke Surabaya ini, sebab saya dapat belajar dari kecil/dari sedikit
untuk bertahan di dalam Firman pengajaran yang benar/Kabar Mempelai, sebab satu
waktu akan terjadi penyatuan dan ini terjadi secepat kilat. Semoga kita dapat
mengerti.
Tetapi kegerakkan ini akan ada akhirnya yaitu di dalam Wahyu 19 : 11,
12,
11. Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih;
dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia
menghakimi dan berperang dengan adil.
12. Dan mata-Nya bagaikan nyala api dan di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota
dan pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorang pun, kecuali
Ia sendiri.
Di dalam ktb Habakuk tertulis --> Penunggang kuda adalah TUHAN YESUS sedangkan
di dalam ktb Wahyu 19 : 11 sangatlah jelas Penunggang kuda
putih adalah Dia Yang Setia = TUHAN YESUS. Dua saksi sudah sangat jelas yaitu
kegerakkan Roh.Kudus hujan akhir.
Banyak orang yang mengatakan bahwa Wahyu 6 ini berbeda dengan Wahyu 19, sebab
di dalam ktb Wahyu 6 dikatakan satu mahkota sedangkan ktb Wahyu 19, dikatakan
ada banyak mahkota. Saya katakan justru ini yang benar sebab setiap kali menang,
akan mendapatkan mahkota. Jadi diakhir kegerakkan akan ada banyak mahkota. Kalau
penunggang kuda putih adalah antikrist dan ia yang menang, matilah kita semua.
Tidak perlu menjadi hamba TUHAN sebab hamba TUHAN semuanya akan mati. Jika antikrist
yang menang, maka ia memakai mahkota yang banyak sedangkan kita menjadi gundul
karena tidak memiliki apa-apa.
Inilah akhir dari kegerakkan kuda putih yang menampilkan dua Pribadi
yaitu:
- pribadi sidang jemaat/gereja TUHAN yang sudah disempurnakan menjadi Mempelai
Wanita TUHAN.
- Pribadi YESUS sebagai:
- Imam Besar Yang Setia dan Benar dan ini merupakan
pelajaran bagi kita kalau YESUS ditampilkan sebagai Imam Besar Yang Setia
dan Benar, maka gereja TUHAN harus juga tampil sebagai imam-imam yang
setia dan juga yang benar. Itu sebabnya kita harus bersungguh-sungguh
sebab tubuh Kristus itu semuanya berguna dan semuanya melayani TUHAN.
Kalau kita tidak tampil sebagai imam-imam, maka kita tidak dapat menyambut
YESUS sebagai Imam Besar. Sebagai imam-imam, kalau kita tidak setia dan
benar, maka kita juga tidak dapat menyambut YESUS sebagai Imam Besar.
Jadi yang dapat menyambut adalah imam-imam yang setia dan benar sama seperti
YESUS Yang Setia dan Benar. Itu sebabnya bagi yang belum melayani TUHAN,
berdoa dan mohon kepada TUHAN agar dapat melayani TUHAN.
Firman TUHAN di Malang berbicara tentang kesempatan untuk bekerja di kebun
anggur dan kesempatan yang terakhir/kesempatan yang ketiga hanya satu
jam yaitu jam lima sore dan kesempatan ini bagi bangsa kafir. Sedangkan
kesempatan pertama dan yang kedua bagi bangsa Israel yang merupakan umat
pilihan TUHAN.
Imam-imam yang setia dan benar bagaikan berikat pinggang --> Yesaya
11 : 5,
Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat
pinggang tetap terikat pada pinggang.
Jadi kesetiaan dan kebenaran bagaikan ikat pinggang = imam-imam yang melayani
TUHAN dengan setia dan benar bagaikan imam-imam yang berikat pinggang
dalam melayani TUHAN. Ini yang penting, sebab urusan kita hanyalah setia
dan benar dan kebenaran ini bukan hanya waktu kita berada di gereja tetapi
dimulai dari perkara-perkara yang kecil, misalnya di dalam rumah tangga,
di dalam pekerjaan di kantor, disekolah, di jalan raya, dalam urusan kartu
tanda penduduk dlsbnya.
Lukas 17 : 8, Bukankah sebaliknya ia akan berkata
kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah
aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan
dan minum.
Inilah saudaraku! Jika kita melayani TUHAN dengan berikatkan pinggang
kebenaran dan kesetiaan = kita memberi makan dan minum YESUS = memuaskan
Hati YESUS. Jangan seperti pohon ara, ketika YESUS merasa lapar dan mencari
buahnya, tetapi tidak didapati sebuahpun buah ara, maka segeralah pohon
ara itu dikutuk sampai menjadi kering.
Memiliki banyak daun = pelayanan yang banyak tetapi tidak memuaskan Hati
TUHAN. Hal ini nomor satu untuk saya karena setiap hari saya berkhotbah
dan juga mengajar di Lempin-El, tetapi kalau tidak benar, sekalipun berdaun
lebat, akan dikutuk oleh TUHAN.
Sesudah kita melayani TUHAN/memberi makan minum YESUS, maka YESUS mengatakan
--> ‘sekarang kamu boleh makan dan minum’. Ini merupakan
urusan TUHAN sebab TUHAN Yang menyediakan bagi kita.
Makan minum = ada kepuasan sebab tidak merasa lapar dan haus/berbahagia
+ makan minum untuk hidup sehari-hari merupakan urusan TUHAN. Jika kita
di ijinkan oleh TUHAN tidak dapat makan dan minum seperti yang pernah
saya alami, maka itu merupakan ujian. Semoga kita dapat mengerti.
- Raja di atas segala raja. Di dalam ktb Wahyu 19 ditampilkan
juga Dia adalah Raja dan ini tertulis pada Jubah dan pada PahaNYA -->
Wahyu 19 : 16, 6,
16. Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: "Raja
segala raja dan Tuan di atas segala tuan."
6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti
desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya!
Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
Jika YESUS tampil sebagai Raja di atas segala raja, maka kita sebagai
Mempelai Wanita TUHAN harus tampil sebagai raja-raja. Di bagian atas kita
tampil sebagai imam-imam dan sekarang kita tampil sebagai raja-raja.
Apa yang dimaksud dengan raja? Sebab banyak yang mengatakan bahwa kita
adalah anak raja, jadi kita harus kaya, sehingga bagi yang miskin sudah
tidak mau lagi datang ke gereja sebab bukan anak raja. Sesungguhnya tidaklah
demikian, sebab yang dimaksud dengan raja, bukanlah hal semacam ini, sebab
ukuran dari anak raja bukanlah kaya/miskin secara jasmani, tetapi yang
dimaksud dengan raja ada ayatnya yaitu di dalam Mazmur 20 : 10,
Ya TUHAN, berikanlah kemenangan kepada raja! Jawablah kiranya kami
pada waktu kami berseru!
Berseru = berdoa. Jadi tabiat raja itu menang atas musuh-musuh/raja-raja
itu adalah orang yang menang atas musuh-musuh.
Sekalipun ia adalah orang yang kaya, tetapi kaya karena ia korupsi, maka
orang itu bukanlah raja tetapi ia disebut sebagai koruptor. Itu sebabnya
kekayaan itu bukan ukuran untuk menjadi raja; sedangkan bagi yang diijinkan
menjadi orang miskin, kehidupan itu tetaplah seorang raja asal di saat
susah ia tidak melakukan dosa/di saat lapar, ia tidak mencuri.
Agar dapat menang atas musuh/atas setan tri tunggal yang menjadi pemicu
dosa/pemicu masalah --> Filipi 2 : 8 – 11,
8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya
dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya
nama di atas segala nama,
10. supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan
yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
11. dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan,"
bagi kemuliaan Allah, Bapa!
Inilah raja yang mengalahkan setan tri tunggal yang menjadi pemicu dosa.
Bagaimana kita dapat mengalahkan setan? Dengan kepandaian mau mengalahkan
setan yang enamribi tahun digambarkan sebagai ular yang cerdik -->
tidaklah mungkin kita dapat mengalahkan setan. Setan hanya dapat dikalahkan
dengan ketaatan kepada Firman.
Jadi imam adalah orang yang setia dan benar; sedangkan raja adalah orang
yang taat dan ini yang dapat mengalahkan musuh.
Kalau musuh dikalahkan seperti yang tertulis di dalam Mazmur 20
: 10, Ya TUHAN, berikanlah kemenangan kepada raja! Jawablah
kiranya kami pada waktu kami berseru!
Jika kita taat dengar-dengaran = menang atas musuh, maka mulut/lidah kita
akan mengaku YESUS, artinya kita dapat berdoa dan doa kita dijawab oleh
TUHAN.
Contoh: sebagai seorang anak, jika anak itu dengar-dengaran kepada orang
tuanya, maka apa yang diminta oleh anak itu, orang tuanya akan selalu
memberi. Jika apa yang diminta itu tidak ada, maka orang tuanya akan berusaha
untuk memberi. Tetapi kalau anak yang tidak mau dengar-dengaran kepada
orang tuanya, belum meminta, orang tuanya sudah tidak senang bahkan menyuruh
si anak untuk pergi.
Seringkali orang Kristen berdoa, tetapi tidak dijawab oleh TUHAN, sebab
tidak dengar-dengaran --> waktu TUHAN berseru/TUHAN menyampaikan Firman,
kita tidak mendengar dan juga tidak dengar-dengaran, maka di saat kita
berseru/berdoa, TUHAN juga tidak mendengar. Tetapi di saat TUHAN berfirman,
kita dengar dan dengar-dengaran, maka di saat kita berseru, TUHAN mendengarkan
doa kita dan ini adalah rumus yang tidak dapat diganggu gugat.
Lidah mengaku YESUS = puncak dari doa = menyembah dengan kata Haleluyah
(Wahyu 19).
Kalau kita taat dengar-dengaran, kita dapat mengalahkan musuh dan lidah
dapat menyembah TUHAN dengan kata Haleluyah waktu YESUS datang sebagai
Raja dan kita sebagai raja-raja dapat menyambut Dia.
Wahyu 19 : 6, Lalu aku mendengar seperti suara himpunan
besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang
hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa,
telah menjadi raja.
Tidak semua orang yang doanya dijawab oleh TUHAN dan tidak semua orang
yang dapat menyembah dengan kata Haleluyah, hanya orang yang taat pada
Firman TUHAN yang doanya dijawab serta penyembahannya naik sampai ke atas.
Ini merupakan hal yang sungguh-sungguh serius, sebab tidak semua lidah
yang dapat berkata seperti ini/menyembah kalau masih dirasuk oleh setan.
Semoga kita dapat mengerti.
- YESUS ditampilkan sebagai Mempelai Pria Surga, Wahyu
19 : 7,8
7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia!
Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah
siap sedia.
8. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan
dan yang putih bersih!" [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan
yang benar dari orang-orang kudus.]
YESUS sebagai Mempelai Pria Surga sudah siap sedia dan sidang jemaat/kita
harus tampil sebagai Mempelai Wanita yang juga sudah siap sedia.
Apa yang menjadi kesiapan dari Mempelai Wanita TUHAN? memakai pakaian
Mempelai/pakaian yang berkilau-kilauan. Darimana kita mendapatkan pakaian
putih yang berkilau-kilauan ini? Wahyu 7 : 13, 14,
13. Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah
mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?"
14. Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu
ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari
kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya
putih di dalam darah Anak Domba.
Pakaian putih yang berkilau-kilauan itu di dapat dari jubah yang dicelup
dalam darah/sengsara tanpa dosa/percikkan darah.
Jadi sekalipun kita sudah menjadi imam-imam dan raja-raja yang:
- setia dan benar
- taat
- sudah diberkati oleh TUHAN
- doa dijawab sehingga masalah terselesaikan
Tetapi kita masih perlu mengalami percikkan darah yaitu sengsara tanpa dosa
untuk menghasilkan pakaian putih yang berkilau-kilauan/pakaian Mempelai.
Pakaian putih yang berkilau-kilauan = keubahan hidup.
Waktu YESUS berada di atas gunung untuk menyembah, tiba-tiba pakaianNYA menjadi
putih berkilau-kilauan dan WajahNYA juga bersinar. Demikian juga di dalam rumah
tangga, kita menghadapi banyak masalah karena suami/isteri/anak kita begini
dan begitu = percikkan darah = keubahan hidup = pakaian putih yang berkilau-kilauan.
2 Korintus 4 : 16 -18,
16. Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah
kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke
sehari.
17. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan
kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan
kami.
18. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan,
karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah
kekal.
Di dalam penderitaan, kita mengalami pembaharuan yang dimulai dari:
- pembaharuan hati yaitu jangan tawar hati, jangan kecewa dan putus asa sebab
ini bukanlah pakaian Mempelai yang berkilau-kilauan tetapi muram. Contoh:
seseorang yang hatinya putus asa, tentu wajahnya muram. Pembaharuan hati itu
adalah hati jangan menjadi tawar, kecewa dan putus asa tetapi hati tetap percaya
dan mempercayakan diri kepada TUHAN = mengasihi TUHAN lebih dari segala sesuatu,
sekalipun TUHAN ijinkan kita menderita. Hati yang keras ini yang menjadikan
hati menjadi tawar, putus asa dan kecewa diubah menjadi hati yang lembut/hati
yang mempercayakan hidupnya kepada TUHAN dan juga mengasihi TUHAN lebih dari
segala sesuatu.
- pandangan (ay 18). Pandangan diubahkan menjadi pandangan yang rohani. Pandangan
yang rohani = mengutamakan hal yang rohani = hanya memandang YESUS/hanya berharap
kepada YESUS apapun yang terjadi di dalam hidup kita = berani mengorbankan
yang jasmani untuk hal yang rohani. Inilah Mempelai Wanita/pakaiannya putih
berkilau-kilauan.
Contohnya adalah Sadrakh, Mesakh dan Abednego --> Daniel 3 : 16
– 18,
16. Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak
ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.
17. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan
kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
18. tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami
tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku
dirikan itu."
Tidak putus asa/tidak menyerah begitu saja tetapi hati tetap percaya dan mempercayakan
diri kepada TUHAN. Kalau TUHAN mau melepaskan kami --> silahkan! Kalau tidak,
maka kami akan tetap menyembah TUHAN. Inilah hati yang diubahkan yaitu pandangan
hidupnya hanya memandang kepada TUHAN.
Kalau kita memiliki:
- hati yang mengasihi TUHAN lebih dari segala sesuatu.
- pandangan yang rohani/yang hanya memandang kepada TUHAN, maka TUHAN tidak
akan pernah meninggalkan kita.
Daniel 3 : 24, 25,
24. Kemudian terkejutlah raja Nebukadnezar lalu bangun dengan segera;
berkatalah ia kepada para menterinya: "Bukankah tiga orang yang telah
kita campakkan dengan terikat ke dalam api itu?" Jawab mereka kepada
raja: "Benar, ya raja!"
25. Katanya: "Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas
di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya
seperti anak dewa!"
Awalnya ada tiga orang, sekarang ada empat orang = TUHAN tidak akan meninggalkan
kita.
Seperti anak dewa = seperti malaikat = TUHAN YESUS Yang berkilau-kilauan Yang
tidak pernah meninggalkan kita.
Saya memiliki pengalaman yaitu pengalaman TUHAN tidak pernah meninggalkan
saya yaitu: waktu saya masih di Lempin-El, TUHAN ijinkan saya tidak memiliki
makanan dan minuman untuk dimakan dan diminum. Saya sudah ingin meninggalkan
Lempin-El dan kembali bekerja; tetapi TUHAN menggiring saya untuk berdoa dan
ketika saya berdoa, saya memiliki ketetapan dan saya katakan: ‘TUHAN,
sekalipun Engkau tidak mengirim uang, beras, aku tetap mengikuti Engkau’.
Waktu itu saya tidak teringat pada Sadrakh, Mesakh dan Abednego, yang saya ingat
hanyalah Elia yang didatangi oleh burung gagak. Apa yang saya alami tidaklah
sehebat yang dialami oleh Sadrakh, Mesakh dan Abednego sebab mereka bertiga
berhadapan dengan api. Jadi,waktu kita menghadapi sengsara tanpa dosa, maka
kita tidak sadar bahwa pakaian kita sudah menjadi berkilau-kilauan/hati mengasihi
TUHAN dan pandangan hanya berharap kepada TUHAN.
Dan di saat pakaian berkilau:
- TUHAN tidak pernah menipu kita sebab Dia menyertai kita
- Dia menolong kita
- Dia mengulurkan Tangan kemurahan kepada kita untuk:
- menolong kita
- melepaskan kita dari segala masalah
- melakukan apa yang tidak bisa kita lakukan
Hati bertemu hati, Mata bertemu mata, Tangan bertemu tangan. Ini merupakan
hal yang luar biasa. Mari saudaraku! Sekarang ini apapun keadaan kita, TUHAN
tidak pernah meninggalkan kita.
Tidak terluka sedikitpun ketika berada di dalam api, ini merupakan hal yang
mustahil --> TUHAN menjadikan apa yang mustahil menjadi tidak mustahil. Tetapi
bukan hanya ini, sebab TUHAN juga tampil seperti Anak Dewa/Malaikat --> TUHAN
bukan saja menolong orang berpakaian berkilau-kilauan, tetapi IA juga akan mengubah
wajah kita sampai menjadi seperti Malaikat = Mempelai Wanita. Waktu YESUS berada
di atas gunung, Wajah dan PakaianNYA berubah menjadi berkilau-kilauan = Mempelai
Pria Surga.
Sekarang pakaian berkilau-kilauan =
- hati mengasihi TUHAN
- pandangan hanya berharap kepada TUHAN = tangan diulurkan kepada TUHAN dan
TUHAN mengulurkan TanganNYA untuk menolong kita. Bukan hanya samapai di sini,
tetapi
- TUHAN juga mengubahkan wajah kita menjadi seperti WajahNYA Yang berkilau-kilauan.
Seperti Stefanus, waktu ia dirajam dengan batu, orang-orang melihat wajahnya
seperti malaikat.
Kita juga sekarang ini dapat masuk dalam kegerakkan kuda putih dan kita ditampilkan
menjadi Mempelai.
Bagaimana Mempelai ini? Yaitu:
- YESUS sebagai Imam Besar, kita sebagai imam-imam yang setia dan benar
- YESUS sebagai Raja, kita juga sebagai raja-raja yang taat sehingga kita
diberi kemenangan/kuasa kemenangan atas musuh
- YESUS sebagai Mempelai Pria Surga, kita juga tampil sebagai Mempelai/pakaian
putih yang berkilau-kilauan yaitu:
- hati mengasihi TUHAN melebihi segalanya
- pandangan hanya kepada TUHAN/tangan diulurkan = hanya berharap kepada
TUHAN sehingga TUHAN juga mengulurkan Tangan untuk menolong kita dan melakukan
apa yang mustahil bagi kita sampai
- mengubah wajah kita menjadi seperti Dia dan itu berarti seluruh hidup
kita menjadi seperti Dia = Mempelai Wanita TUHAN untuk menyambut kedatangan
YESUS Yang keduakalinya.
TUHAN memberkati kita sekalian. HALELUYAH.
|