|
Ibadah: Ibadah Raya Surabaya, 07 Februari 2010 (Sore)
Matius
24: 45-51
= berjaga-jaga dikaitkan dengan kedatangan Tuhan yang
tidak diduga waktunya, yaitu:
- ay. 45-47= dikaitkan dengan pembagian makanan rohani (sudah
diterangkan).
- ay. 48-51a= dikaitkan dengan ibadah pelayanan (sudah
diterangkan).
- ay. 51b= berjaga-jaga tentang kemunafikan.
Kita
membahas bagian ketiga.
Lukas
12: 1
Kemunafikan itu merupakan karakter dari orang Farisi dan
sekaligus merupakan ragi (ajaran sesat) dari orang Farisi.
Markus
7: 1-3, 6-8
Kalau karakter dan ajarannya munafik,
ibadah pelayanannya
juga pasti munafik, yaitu ibadah yang hanya sampai di mulut (secara
lahiriah), tetapi tidak sampai di dalam hati.
Mengapa
ibadah orang Farisi ini hanya sampai di mulut?
Sebab, ibadah orang
Farisi adalah mengutamakan adat istiadat, peraturan-peraturan
manusia, dan perkara-perkara jasmani. Akibatnya, tidak bisa
mengutamakan Tuhan (terutama firman pengajaran yang benar) dan ibadah
itu tidak bisa menyentuh sampai kedalam hati.
2
tanda ibadah yang munafik:
-
tidak
mengalami keubahan hidup.
2 Timotius 3: 1-5
Kekuatan ibadah adalah Firman pengajaran yang benar.
Ibadah munafik itu menolak Firman pengajaran yang benar. Akibatnya,
hanya mempertahankan manusia daging dengan 18 tabiatnya dan tidak bisa
mengalami keubahan hidup.
18= 666= di cap antikris. Kalau
menolak kekuatan ibadah, hanya akan
dicap oleh antikris.
Sebab itu, kita harus bersyukur kalau bisa beribadah kepada Tuhan. Tapi
itu masih belum cukup. Harus menerima kekuatan ibadah lewat Firman
pengajaran yang benar.
-
Tidak
ada kepuasan yang sejati dari Tuhan, sebab daging itu
memang tidak pernah puas. Kalau tidak puas dalam ibadah, akan mengejar
kepuasan-kepuasan di dunia. Atau memasukkan kepuasan-kepuasan di dunia
ke dalam gereja.
Di luar ibadah, tidak ada
kepuasan yang sejati!
Roma 12: 2
Kalau ibadah dengan sistem dunia, maka semuanya akan jadi sama dengan
dunia, bukan sama dengan Tuhan.
Hatinya yang lama juga tidak akan pernah berubah (Markus 7: 21-23).
Itulah hati yang berisi keinginan jahat dan najis.
Roma 12: 2
Hati
yang tidak puas itu tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana
yang tidak benar, terutama soal pengajaran.
Jalan ke surga hanya 1. Sebab itu, kita tidak bisa berada
di tengah-tengah. Sebab selain Surga, jalan itu hanya menuju ke neraka.
Kalau bisa membedakan firman pengajaran yang benar dan palsu, maka bisa
juga membedakan mana yang benar dan mana yang salah.
Saat
Tuhan datang kembali, maka manusia daging dan manusia yang tidak
pernah puas ini akan dibinasakan dan masuk dalam neraka.
Ibadah
pelayanan munafik inilah yang mau dimasukan dalam gereja. Kita harus
hati-hati!
Lukas
5: 1, 3
Tujuan ibadah yang benar adalah ibadah yang mengutamakan
pemberitaan Firman, terutama firman pengajaran yang lebih tajam dari
pedang bermata 2.
Kalau ibadah
mengutamakan firman pengajaran yang
benar, maka bisa dipastikan bahwa Tuhan hadir di tengah ibadah
tersebut.
2
Korintus 4: 3-4, 7
= ibadah yang benar. Dan dalam ibadah itu, kita
ada kesempatan seluas-luasnya untuk diisi dengan Firman pengajaran
yang benar.
Kita harus diisi dengan firman pengajaran yang benar,
karena hidup kita hanya seperti bejana tanah liat yang mudah hancur
oleh pencobaan-pencobaan dengan bukti putus asa/kecewa dan gampang
hancur oleh dosa.
Proses
pengisian bejana tanah liat dengan Firman pengajaran:
- mendengar Firman Tuhan dengan sungguh-sungguh dan dengan suatu
kebutuhan.
- Mengerti firman= Firman ditulis di akal budi/dahi.
- Percaya pada Firman= firman ditulis di hati, menjadi iman.
Kalau sampai disini, maka ada pengampunan dosa-dosa kita (Ibrani 10:
16-17). Artinya, kita menjadi selamat dan tidak berbuat dosa
lagi.
Inilah gunanya mendengar Firman.
- Praktik Firman.
Tanpa
diisi firman, bejana tanah liat itu tetap akan pecah walaupun secara
manusia terlihat hebat. Sebab itu, sangat penting untuk diisi dengan
Firman.
Hasil
kalau bejana kita diisi Firman:
-
2 Korintus 4: 7-9= kita mendapatkan
kekuatan yang
melimpah-limpah dari Tuhan untuk menghadapi segala masalah, bahkan
menghadapi maut, sehingga kita menjadi kuat dan teguh hati.
Kuat dan teguh hati ini artinya:
- Tidak bimbang saat menghadapi pencobaan, tetap percaya pada
Tuhan.
- Tidak bimbang menghadapi ajaran palsu, tetapi tetap
berpegang teguh pada ajaran yang benar apapun resikonya.
- Tidak bersungut-sungut dan tidak kecewa menghadapi apapun,
tetapi menyerah sepenuh kepada Tuhan.
- Tidak mau berbuat dosa sekalipun ada kesempatan dan
keuntungan. Sampai satu waktu tidak bisa berbuat dosa seperti Yesus.
Daniel 3: 16, 18, 24-25
= kuat dan teguh hati dari Sadrakh dkk. Hasilnya: Tuhan menyertai dalam
kemuliaanNya dan melindungi dari api yang dipanaskan sampai 7 kali.
Tuhan mampu melindungi
dan memelihara kita di masa yang sulit sampai di
jaman antikris yang mustahil untuk hidup kalau tidak menyembah antikris.
- 2 Korintus 4: 10-11= kita mengalami keubahan
hidup dari manusia
daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Ini merupakan
mujizat
terbesar yang tidak bisa ditiru oleh setan, tapi yang mutlak harus kita
alami.
1 Timotius 6: 10-11
= praktik hidup dalam keubahan, yaitu menjauhi akar kejahatan (cinta
akan uang) yang membuat kita kikir dan serakah, adil (benar katakan
benar, salah katakan salah), setia dan berkobar-kobar dalam ibadah,
sabar, lemah lembut.
Kalau mujizat rohani
terjadi, maka kita juga mengalami mujizat jasmani. Kalau diisi dengan Firman = hidup dalam mujizat.
Dan saat Tuhan datang kembali, kita diubahkan jadi sama dengan Tuhan.
Tuhan
memberkati.
|