|
Ibadah: Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 Februari 2010 (Sore)
Matius
24: 45-51
= berjaga-jaga dikaitkan dengan kedatangan Tuhan yang
tidak diduga waktunya, yaitu:
- ay. 45-47= dikaitkan dengan pembagian makanan rohani (sudah
diterangkan).
- ay. 48-51a= dikaitkan dengan ibadah pelayanan (sudah
diterangkan).
- ay. 51b= berjaga-jaga terhadap kemunafikan.
Kita
membahas bagian ketiga.
Kemunafikan ini merupakan tabiat dan ragi orang Farisi yang membuat
ibadah pelayanan jadi munafik.
Kemunafikan dalam ibadah pelayanan adalah menyembunyikan dosa di balik
jubah pelayanan.
Jubah pelayanan = jubah yang indah yang tidak semua orang bisa menerima.
1 Samuel 4: 17-18
Karena ada kemunafikan, bangsa Israel mengalami kekalahan.
IMAM ELI
= contoh gembala yang menyembunyikan dosa dibalik jubah yang
indah.
Kemunafikan pada gembala adalah gemuk.
Gemuk= egois, tidak mau salib, tidak mau berkorban/sengsara salib,
tidak menghargai korban Kristus.
Orang egois ini cenderung mengorbankan orang lain bahkan mengorbankan
Tuhan
untuk memenuhi kepentingannya sendiri.
Keadaan orang
munafik, egois (ayat 15), yaitu:
- Matanya bular = tidak
ada pembukaan rahasia Firman = tidak ada makanan = tidak ada
tabut perjanjian.
- ayat 18 = batang lehernya
patah = tidak ada doa
penyembahan.
Kalau tidak ada pembukaan Firman, maka pasti tidak ada doa
penyembahan = tidak ada doa penyahutan
untuk perlindungan bagi sidang jemaat.
Kalau tidak ada penyembahan, rohaninya akan kering, yang ada hanya
ratap tangis dan kertak gigi.
Jadi gembala yang munafik adalah
gembala
yang tidak bisa menunaikan
tugas pokok pelayanan, yaitu tidak bisa memberi makan jemaat
dan tidak
bisa menaikkan doa penyahutan.
HOFNI
PINEHAS = contoh pelayan Tuhan yang menyembunyikan dosa
dibalik jubah yang indah (pelayan Tuhan yang munafik). 1 Samuel 2 : 15
Kemunafikannya adalah:
- suka makan daging mentah = gambaran manusia daging. 1 Korintus 3 : 3
Daging mentah yang paling menonjol adalah iri hati dan
perselisihan.
Iri hati = cemburu.
Daging mentah ini muncul mulai dari rumah tangga.
Kejadian 30 : 1-2 = contoh iri hati dan perselisihan dalam
rumah tangga.
ayat 2 = kalau ada cemburu, pasti ada
perselisihan.
Rachel adalah gambaran gereja hujan akhir.
Iri hati = tidak menghargai kemurahan Tuhan.
Kalau iri hati dan perselisihan tidak dicabut, ini akan terus
berkembang dan merusak tubuh Kristus.
2 Korintus 12 : 20
Iri hati dan perselisihan harus diselesaikan lewat perdamaian.
- 1 Samuel 2 : 17, 22-25 = memandang
rendah korban untuk Tuhan (korban Kristus) dan tidak mau mendengar
nasihat Firman penggembalaan yang benar.
Akibatnya: jatuh bangun dalam dosa, menutup-nutupi dosa sampai jatuh
dalam puncaknya dosa.
Kalau dosa disembunyikan, itu akan semakin berkembang.
Yakobus 4: 4
Perzinahan secara rohani adalah tidak setia (dalam terjemahan lama).
Kalau
gembala dan pelayan-pelayannya munafik, akibatnya (1 Samuel 4: 21-22) terjadi Ikabot=
tidak ada kemuliaan dalam sidang jemaat. Artinya:
- tidak ada kesucian dan kebenaran, hanya hidup dalam dosa.
- tidak ada pelayanan Imam Besar dalam sidang jemaat= tidak ada
pelayanan pendamaian, sehingga tidak ada kedamaian dalam sidang jemaat.
- tidak ada pertolongan, sehingga masalah makin
bertambah-tambah.
- tidak ada keubahan hidup, sehingga sidang jemaat tetap hidup
dalam daging dan dicap 666.
Sebab itu, kita harus berjaga-jaga terhadap kemunafikan!
Kalau malam ini kita merasa terjadi Ikabot dalam hidup kita, maka itu
bisa menimpa sampai anak cucu. Tapi Tuhan mau menolong kita.
Jalan
keluar dari Ikabot:
- Keluaran 14: 15-16, 18 =
'angkat tongkat'= angkat
salib= menghargai korban Kristus.
Praktiknya adalah:
- 1 Petrus 4: 1-2=
rela sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa dan hidup dalam
kebenaran. Prosesnya lewat mengaku dosa secara jujur pada Tuhan dan
sesama.
- 1 Petrus 4: 12-14= rela
sengsara daging tanpa dosa karena kehendak Tuhan= percikan darah.
Contohnya: sengsara dalam pelayanan, menghadapi pencobaan, Firman, dan
sebagainya.
Kalau ini kita alami, kemuliaan Tuhan ada diam dalam hidup kita.
Keluaran 14: 21
Hasilnya:
a. Angin Timur= Roh
Kemuliaan Tuhan yang sanggup membelah laut. Artinya
membuka jalan keluar bagi kita sekalipun kita kecil dan tidak berdaya
dan memberi kita masa depan yang indah
sekalipun kita tidak berdaya. b.
kemuliaan Tuhan sanggup memakai
kita dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir sampai masuk Yerusalem baru.
Masa
depan kita bergantung pada ada tidaknya kemuliaan Tuhan dalam hidup
kita.
- Yohanes 11: 38-39 =
percaya/iman dan dengar-dengaran pada Firman pengajaran yang benar
apapun resikonya.
Firman yang keras ini dibutuhkan untuk menghancurkan hati kita yang
keras yang menyimpan kebusukan-kebusukan yang seringkali
membuat kita tidak percaya dan tidak dengar-dengaran.
Kalau hati lembut, itu bisa percaya dan dengar-dengaran pada Firman
sekalipun tidak masuk akal. Dan kita bisa mengalami kemuliaan Tuhan,
itulah mujizat jasmani dan rohani.
Mujizat rohani= keubahan hidup dan menghilangkan segala
kebusukan/kehancuran.
Mujizat jasmani= apa yang mustahil jadi tidak mustahil dan Tuhan
sanggup memelihara hidup kita.
Kemuliaan terakhir terjadi saat Tuhan datang kembali, dimana kita
diubahkan jadi sama mulia dengan Tuhan untuk terangkat bersama-sama
dengan Dia.
Tuhan memberkati.
|